MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
RENCANA KEDATANGAN ALVERO


__ADS_3

“Kalau begitu, kita cepat pulang saja, karena hari ini terlalu banyak tugas yang harus segera diselesaikan.” Anna berkata sambil menggamit lengan Tira, dan mengajaknya pergi, semakin menjauh dari ruang kelas, dimana sejak mereka bertiga keluar dari ruangan, dengan diam-diam, mata Luis terus menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam.


“Benar juga, sebaiknya kita cepat pulang karena aku juga akan berisitirahat sebentar. Karena kejadian tadi malam, aku sulit untuk tidur, dan sekarang aku juga merasa masih sangat mengantuk. Oahem….” Tira mengakhiri kata-katanya dengan menguap cukup lebar, menunjukkan kalau dia benar-benar mengantuk saat ini.


# # # # # # #


“Seperti kata Tuan Ernest, tidak ada nama dengan inisal TL di kampus, hanya nama tuan putri, Tira Lennan yang memiliki inisial TL.” Steven melaporkan hasil temuannya melalui panggilan telepon kepada Ernest yang tampak baru saja memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen sambil melirik ke arah Tira yang juga sudah memarkirkan mobilnya, hanya saja masih tetap duduk diam di kursi pengemudi dengan mata menatap lurus ke layar handphone yang ada di tangannya.


Kenapa wajah putri terlihat begitu serius dan dia tidak segera keluar dari mobilnya? Apa yang terjadi padanya?


Ernest berkata dalam hati sambil mengamati apa yang sedang dilakukan oleh Tira.


"Inisial TL memang bisa bukan hanya kepanjangan dari Tira Lennan, bisa saja itu adalah singkatan dari dua kata yang bukan merupakan sebuah nama." Steven kembali berkata kepda Ernest, karena baginya, huruf TL itu memang bisa memiliki banyak arti.

__ADS_1


Mungkin saja True Love, Too Love, Tell Love, bisa berarti apa saja, sesuai keinginan dan isi hati dari pembuat inisial itu sendiri.


"Mmmm, begitu ya?" Ernest berkata dalam hati sambil mencoba memikirkan apakah ada hal lain yang bisa dia temukan dari petunjuk inisial TL itu, tapi pada akhirnya, Ernest tidak berani hanya mengira-ngira saja.


Bagi Ernest yang sudah lama bekerja sebgai pengawal Alvero, semua tindakan ataupun perkataan haruslah sesuai dengan fakta dan bisa dipertanggungjawabkan, bukan sekedar ilmu kira-kira.


"Oke, kita akan lanjutkan pembicaraan kita nanti. Aku akan mengantar putri untuk masuk ke apartemen." Ernest berkata sambil membuka kunci pintu mobil.


Namun suara panggilan telepon dari Erich, membuat Ernest membatalkan niatnya untuk keluar dari mobilnya.


"Aku dan yang mulia Alvero serta permaisuri Deanda, sore ini akan berangkat ke Amerika." Perkataan Erich yang diucapkannya langsung tanpa memberikan sapaan pada Ernest sebagai basa-basi, cukup membuat Ernest tersentak kaget dan terdiam seketika.


"Kamu tidak perlu menyambut atau menjemput kami, karena permaisuri dan yang mulia mungkin hanya akan mampir sebentar di apartemen putri Tira untuk menjenguknya, setelah itu mereka akan pergi ke mansion milik keluarga tuan Dave Alexander Shaw. Jika urusan mereka berdua sudah selesai, mungkin mereka baru akan menyempatkan waktu kembali untuk mampir ke apartemen kalian." Keterangan dari Erich hampir saja membuat Ernest tanpa sadar menghela nafas lega di depan Erich.

__ADS_1


Untung saja Ernest segera tersadar untuk tidak melakukan hal yang akan menimbulkan banyak pertanyaan bagi Erich.


"Tolong kamu infokan kepada putri Tira tentang rencana yang mulia dan permaisuri untuk menjenguknya malam ini, sehingga putri bisa mengatur acaranya hari ini." Erich kembali memberikan info tentang rencana Alvero dan Deanda yang ingin bertemu dengan Tira, setelah kemarin malam Ernest menyampaiakan adanya teror kepada Tira, yang sampai berani memberikan paket berupa obat bius kepada Tira.


Hah… setelah ini aku harus segera memeberi info pada putri, dan aku harus segera membereskan jejakku yang mungkin tertingga di sana dan membaut mereka tahu kalau aku sepanjang malam kemarin sampai pagi tadi berada di apartemen putri Tira. Aku bisa menjelaskan alasanku kepada yang mulia dan permaisuri, tapi sayangnya aku tidak yakin Erich bisa menerima alasanku, apapun itu.


Ernest berkata dalam hati sambil mengingat bagaimana sabun yang tadi pagi dia gunakan, masih tertinggal di kamar mandi yang ada di dekat ruang tamu apartemen Tira, yang tadi pagi memang dia pergunakan untuk mandi sebelum berangkat ke kampus.


“Ernest… kenapa kamu terdiam? Apa kamu dengar perkataanku tadi untuk memberitahu kedatangan yang mulia Alvero dan permaisuri kepada putri Tira?” Teguran Erich dengan suara tegas dan nada dinginnya hampir saja membuat Ernest mengucapkan kata-kata yang menunjukkan rasa kagetnya karena baru saja bangun dari lamunannya.


"Apa... yang mulia Alvero dan permaisuri ada acara khusus di Amerika?" Dengan tetap berusaha tenang, Ernest bertanya kepada Erich.


"Beliau berdua mendapatkan undangan dari tuan Ornado Xanderson, yang sedang ada event di Amerika. Sepertinya tuan Dave dan nyonya Laurel juga ikut ke Amerika, karena itu yang mulia bersama dengan sahabat-sahabatnya akan menginap di mansion yang dimiliki oleh keluarga tuan Dave. Selain itu, info yang kamu kumpulkan tentang laki-laki Amerika yang sering mengunjungi Eliana, membuat duke Evan juga ikut berangkat ke Amerika sore ini, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut bersama dengan earl Sam." Kali ini Erich memberikan penjelasan cukup panjang pada Ernest.

__ADS_1


Kata-kata Erich mengingatkan Ernest tentang bagaimana dia sempat mendapatkan info bahwa orang yang seringkali mengunjungi Eliana di Rumah sakit jiwa adalah orang yang dulunya dibesarkan di salah satu panti asuhan yang ada di Amerika.


__ADS_2