
Hal pertama yang dilakukan oleh Ernest begitu dia membuka layer handphonenya adalah melihat pesan dari Tira yang tadi belum sempat dia baca sama sekali.
Kata-kata Tira yang menyemangatinya, dan juga ungkapan kata cintanya, membuat Ernest tidak bisa menghentikan dirinya sendiri untuk terus tersenyum saat dia membaca kata demi akta dari Tira, yang membaut dadanya berdebar keras, seolah Tira sendiri yang mengucapkan setiap kalimat itu dengan bibirnya yang bagi Ernest terlihat begitu manis dan membuatnya ingin selalu mencium bibir itu.
Ah…. Aku begitu merindukanmu saat ini putri, apalagi sebenarnya kamu berada begitu dekat denganku saat ini…. Rasanya sulit sekali menyadari bahwa kita berada dalam satu lokasi, di kediaman keluarga Shaw, tapi kita tidak bisa dengan bebas untuk bisa saling bertemu dan melepas rindu.
Ernest berkata sambil membayangkan betapa bahagianya jika dia bisa berlari ke arah Tira sekarang, memeluk dan mengelus lembut rambutnya yang selalu menegeluarkan aroma harusm samphonya yang wangi dan segar, membuat Ernest begitu nyaman saat berada di dekat putri cantik itu.
Gadis cantik yang sudah berhasil merebut semua hatinya, tidak menyisakan sedikitpun untuk orang lain, sehingga bagi Ernest, di dunia ini hanya Tiralah gadis yang selalu menarik hatinya, dan membuatnya begitu tergila-gila.
Sayangnya, untuk saat ini, Ernest hanya bisa membayangkan semuanya itu tanpa bisa mewujudkannya.
Aku sudah kembali dengan selamat. Semua berkat doamu. Apa kamu sudah tidur? Aku harap….
Ernest belum selesai mengetikkan kata-kata yang ingin dia sampaikan ketika tiba-tiba saja sebuah notifikasi pesan baru yang masuk berbunyi.
Kamu sudah kembali Ernest? Apa semuanya baik-baik saja? Kamu tidak terluka kan? Dimana posisi kamu sekarang?
Pesan dari Tira yang datangnya bahkan lebih cepat dari pesan yang hendak dikirimkannya ke Tira membuat Ernest makin lebar senyumnya.
Ternyata… sepanjang malam ini, kamu terus menunggu pesan dariku ya… sikapmu itu… sungguh membuatku semakin tidak bisa melepaskan pikiranmu dari pesonamu.
Ernest berkata dalam hati dengan wajah terlihat begitu bahagia.
__ADS_1
Memang seperti dugaan Ernest, sedari tadi Tira begitu menunggu-nunggu pesan dari Ernest.
Satu jam sejak kepergian Ernest ke rumah Theo untuk menyelesaikan misinya bersama Erich, hampir tiap beberapa menit sekali Tira tampak melihat ke arah handphone miliknya, berharap Ernest mengirimkan pesan untuknya.
Dan semakin waktu berjalan, semakin sering durasi Tira melihat ke arah layar handphonenya, sehingga ketika di bagian bawah dari nama Ernest di salah satu aplikasi untuk saling mengirimkan pesan terlihat status Ernest yang tiba-tiba online kembali dan sedetik kemudian tampak tertulis status Ernest sedang mengetik, dengan cepat Tira justru menuliskan pesan lebih dahulu kepada Ernest, sehingga membuat dada Ernest semakin berdetak kencang, dipenuhi dengan rasa ingin untuk bertemu dan memeluk gadisnya itu.
Aku sudah kembali dengan selamat bersama Erich, dengan membawa beberapa info untuk yang mulia Alvero. Terimakasih untuk doamu dan pernyataan cinta yang membuatku semakin bersemangat dalam menunaikan tugasku.
Ernest dengan cepat akhirnya menghapus pesannya yang pertama dan gagal untuk dikirimkan karena sudah didahului oleh Tira, dan menuliskan pesan baru yang membuat Tira tersenyum bahagia sekaligus lega begitu membaca pesan itu.
Apa yang berhasil kalian temukan di sana? Apa benar Theo memiliki hubungan khusus dengan Eliana? Apa dia salah satu pendukung setia dari Eliana?
Dengan wajah penasaran, Tira kembali menuliskan pesan untuk Ernest.
Pesan dari Ernest membuat Tira menghela nafas panjang.
Bukannya Ernest tidak senang dan bahagia membaca pesan-pesan dari Tira, akan tetapi Ernest tahu dia harus membatasi dirinya agar Tira bisa beristirahat.
Apalagi, setelah ini Ernest harus menuliskan laporan secara detail kepada Alvero, yang pastinya akan memakan waktu cukup lama, dan dia harus tetap fokus meskipun semalam karena misinya bersama Ernest, Ernest belum tertidur sedetikpun.
Aku masih ingin mendengar ceritamu, masih ingin mengobrol denganmu.
Tira membalas pesan Ernest dengan harapan dia bisa melepas rasa rindunya pada Ernest, meskipun hanya sekedar saling mengirim dan membalas pesan satu dengan yang lain.
__ADS_1
Aku tahu kamu merindukanku, seperti aku merindukanmu. Bahkan rasa rinduku aku rasa jauh lebih besar dari rasa rindumu. Tapi aku ingin kamu beristirahat sejenak, sehingga besok ada kesempatan kita mengobrol dengan tubuhmu yang sudah terasa segar setelah beristirahat.
Rasanya ingin sekali Tira membantah dan tidak menuruti kata-kata Ernest, tapi kata-kata Ernest yang terlihat begitu manis, dan menunjukkan betapa sayangnya Ernest padanya, membuat Tira hanya bisa termangu sesaat sebelum membalas pesan dari Ernest itu.
Baiklah, aku sudah lega bisa mendengar kabar darimu. Setelah ini, aku akan beristirahat agar besok bisa bertemu denganmu tanpa wajah kusut dan lingkaran hitam di mataku seperti panda.
Good night Ernest, I love You more than everything I have. Have a nice dream…. With me….
Pesan terakhir dari Tira sebelum gadis itu benar-benar berniat tidur, membuat Ernest hanya bisa menalan ludahnya dengan kasar begitu menyadari bagaimana Tira yang semakin hari bagi Ernest terasa semakin menggemaskan dan membuat Ernest merasa tidak tahan untuk berada jauh-jauh dari Tira apalagi untuk waktu yan lama.
I love you too Tira. Have a beautiful dream.
Setelah memastikan bahwa Tira tidak lagi membalas pesan terakhirnya karena sudah tertidur lelap, dengan nafas lega Ernest mulai berusaha mengalihkan fokusnya pada nama Alvero di kontak handphonenya, karena seperti kata Erich tadi, malam ini dia juga, dia harus segera menuliskan laporan hasil penyusupan mereka tadi di rumah Theo.
Meskipun Erich maupun Ernest tahu kalau Alvero pasti sudah tertidur lelap di samping Deanda yang sudah seperti obat tidur baginya, tapi mereka harus tetap teguh memegang aturan dimana semalam apapun, dalam kondisi apapun, setiap kali mereka berhasil ataupun gagal dalam menjalankan tugas mereka, maka mereka wajib melaporkannya sedetail mungkin.
Selamat tidur putri kesayanganku… semoga mimpi indah, dimana ada aku di dalam sana, dan membuatmu merasa bahagia karena dalam mimpipun, kita berdua bisa bertemu dan menikmati kebahagiaan kita.
Ernest berkata dalam hati, dan melirik ke arah Erich sebentar, dan begitu melihat bagaimana Erich sudah tertidur lelap, dengan gerakan pelan, Ernest mendekatkan layar handphonenya ke bibirnya, dan mencium pelan wajah Tira yang terpampang jelas di bagian layar handpne miliknya, seolah saat ini dia benar-ebnar sedang mencium sosok Tira.
Setelah melakukan hal itu, Ernest buru-buru menuliskan pesan untuk Alvero, dan berharap Alvero benar-benar sedang tertidur lelap sehingga tidak harus secara langsung membalas pesan-pesan Ernest, yang pastinya akan membuat hilangnya kesempatan untuk dirinya mendapat sedikit waktu untuk beristirahat sebelum kegiatan lain yang harus dia lakukan pagi nanti, termasuk rencananya untuk mencari kesempatan untuk bertemu dan mengobrol dengan Tira besok.
Saat bertemu dengan kekasih hatinya itu, Ernest ingin dalam kondisi prima dimana dia bisa tampak segar dan tidak loyo karena kurangnya istirahat.
__ADS_1
Meskipun Ernest yang terbiasa kurang istirahat selama di kamp pelatihan militer, dia tahu bahwa hanya dengan beberapa menit saja dia bisa memejamkan mata dan beristirahat sejenak, tubuhnya akan kembali segar dan bugar.