
Semua yang mendengar sapaan dari James langsung menyungingkan senyumnya ke arah James, yang langsung mengambil posisi duduk di dekat Laurel setelah sebelumnya dia menggeserkan sebuah kursi di samping kursi yang akan dia tempati, untuk Elenora.
“Selamat pagi dokter cantik…. Sepertinya hari ini cerah dan waktu yang tepat untuk menikmati udara segar ke pegunungan, bagaimana menurut pendapatmu Laurel?” James berkata kepada Laurel sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Laurel, sedang Dave di sebelahnya hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya begitu mendengar bagaimana cara James menggoda Luarel dengan candaannya.
“Pegunungan? Apa kamu sadar sedang mengajak seorang wanita hamil ke pegunungan?” Laurel menjawab ajakan James sambil mencebikkan bibirnya, membuat James meringis karena dia memang baru saja tidak ingat sama sekali tentang kondisi Laurel yang sedang hamil, sehingga tidak mungkin diajaknya untuk berlibur di pegunungan.
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita ke Lake George? Disana pemandangannya sangat indah, dengan udara segar yang bagus untuk ibu hamil. Kita bisa berkunjung kesana sambil menghabiskan waktu bersantai bersama. Pasti sangat mengasyikkan. Kamu pasti tidak akan menyesal mengunjungi tempat itu.” James langsung mengubah tempat wisata yang mungkin saja menarik bagi Laurel untuk dikunjungi.
(New York selalu menjadi kota paling diincar wisatawan dunia untuk berwisata. Tak hanya terkenal sebagai Kota Metropolitan, New York ternyata memiliki danau indah di antara padatnya kota. Danau George dijuluki sebagai Queen of American Lakes. Ini danau terbesar di Adirondacks. Perairannya jernih dan terdapat pulau-pulau cantik di danau tersebut. Ke New York, traveler harus melihat pemandangan pegunungan Danau George.
Lake George berada di antara kawasan Pegunungan Adirondack di New York. Danau ini berpadu dengan keelokan alam suasana bergaya resor, yang mendapatkan julukannya, “Ratu Danau Amerika.” Lake George paling pas untuk dijelajahi dengan mobil, mengikuti Route 9 di sepanjang tepian danau.
Lake George paling pas untuk dijelajahi dengan mobil, mengikuti Route 9 di sepanjang tepian danau. Untuk mengitari kota kecil Lake George, sistem bus kelilingnya adalah pilihan yang paling mudah.
__ADS_1
Tersedia banyak pilihan hotel dan bed & breakfast di seluruh kota. Berkemah adalah pilihan kegiatan yang juga populer Anda bisa menemukan tenda dan lapangan parkir mobil RV di Lake George Battleground, Hearthstone Point, dan Thornwood.
Di musim panas, sejukkan diri di Six Flags Great Escape, sebuah taman bermain dan waterbom. Jika seseorang mencari petualangan yang lebih bersuasana pedesaan, ikuti arung jeram air dangkal arus deras di Jurang Sungai Hudson.
Beristirahat sore hari di Pantai Million Dollar atau nikmati hiburan langsung di Pantai Shepard’s Park adalah pilihan yang terbaik untuk bsia puas menikmati keindahan danau George. Nikmati makan siang dengan pemandangan di atas salah satu kapal uap asli Lake George dan ikuti tur ke danau yang memesona. Jangan lewatkan Pesiar Kembang Api Hari Kamis selama musim panas. Jika seseorang ingin mencoba pengalaman menjadi kapten, dia bisa menyewa kano atau perahu layar. Pengunjung juga dapat melihat Lake George dari atas saat mengikuti salah satu perjalanan balon udara panas di kawasan ini.
Jika cuaca sedang hujan, pengunjung bisa mengunjungi House of Frankenstein Wax Museum yang akan memberikan pengalaman berbeda. Jelajahi pertokoan unik desa ini dan mall tepi jalan di sekitarnya. Penuhi selera makan Anda di salah satu dari berbagai restoran di Lake George atau cicipi anggur di kebun anggur yang tersebar di seluru kawasan ini.
Pengunjung bisa bersenang-senang di tengah alam Lake George sepanjang tahun, dengan danaunya sebagai titik pusat. Anda bisa berenang, berlayar, atau ber-tubing di musim panas berkano atau kayak di musim gugur dan ber-ice skating dan ski lintas alam di musim dingin. Untuk semakin memanfaatkan musim salju, Anda bisa menuju Gore Mountain atau West Mountain. Jalur hiking tersedia mengelilingi kota Lake George, dan salah satu yang populer adalah rute mendaki Buck Mountain untuk akhirnya menangkap pemandangan dari ketinggian).
Laurel memang mengambil kuliah jurusan kedokteran di Univeristas Harvard, sebelum kembali ke Indonesia dan bertemu dengan Dave di rumah sakit dimana Dave yang merupakan suaminya yang berpura-pura sudah meninggal menjadi ekpala rumah sakit di temapt itu.
(UniversitasHarvard adalah universitas swasta di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat dan anggota Ivy League. Universitas ini merupakan salah satu universitas terbaik dunia. Universitas ini didirikan pada 8 September 1636 dan merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat. Awalnya bernama New College, dan dinamakan ulang menjadi Harvard College pada 13 Maret 1639 untuk menghormati penyumbang terbesarnya, John Harvard, seorang mantan mahasiswa Universitas Cambridge.
__ADS_1
Rujukan terawal yang memanggil Harvard sebagai "universitas" dan bukan "college" terjadi pada tahun 1780).
“Aku benar-benar melupakan kalau kamu pernah tinggal di Amerika selama bertahun-tahun.” James kembali berkata sambil tertawa kecil, lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Laurel yang langsung mengernyitkan dahinya melihat sikap aneh dari James padanya, seperti ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh James padanya.
“Kalau begitu Laurel… si hari yang secerah ini, bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang bisa membuatmu nyaman, sehingga banyak inspirasi yang bisa kamu dapatkan. Kemanapun kamu pergi, aku dan Elenora akan mengantarmu, asal kamu merasa senang dan menikmati liburanmu….”
“Eh?” Dave yang mendengar perkataan James pada Laurel, langsung menoleh dengan wajah herannya karena sikap James memang terlihat tidak seperti biasanya.
Memang James yang dikenal oleh Dave adalah sosok yang ramah dan juga ceria, tapi bagaimana saat ini dia terlihat begitu ngotot ingin mengajak Laurel pergi, jadi suatu hal yang aneh baginya, karena James terlihat jelas sedang memiliki maksud tersemnbunyi dengan ajakan itu.
“Semangat sekali kamu James, apa karena semalam kamu sudah melewati malam panjang yang manis dan hangat bersama Elenora? Dan sekarang kamu sedang mencari tempat lain untuk melanjutkan kemesraanmu dengan Elenora, dengan menjadikan aku sebagai alasan untuk dapat keluar dari mansion ini tanpa mengajak yang lain?” Laurel langsung menggoda James tanpa menjawab ajakannya.
Wajah James sedikit memerah dengan sikapnya yang kikuk mendengar apa yang baru saja dikatakan Laurel tanpa basa basi itu.
__ADS_1
Dalam hati James merasa bersyukur karena Laurel mengatakan semua itu dengan suara setengah berbisik, sehingga hanya Elenora dan Dave yang mendengarnya.
Dave hanya bisa tersenyum geli melihat bagaimana Laurel yang menggoda James sehingga laki-laki ceria itu meringis dengan wajah malu-malu, sedang kan Elenora, wajahnya yang terlihat cantik tanpa kacamata wajahnya bahkan lebih merah daripada wajah James saat ini.