
“Jadi Yang Mulia, apakah Yang Mulia mengijinkan kami untuk menyusup ke dalam kediaman tuan Theo malam ini?” Pertanyaan Erich pada Alvero setelah dia memberikan penjelasan panjang lebar pada Alvero tentang sosok Theo yang masa lalunya terlihat begitu misterius, menunjukkan kalau Erich sudah tidak sabar untuk bisa menemukan bukti keterlibatan Theo dengan segala kegiatan jahat Eliana.
Jika dia dan Ernest bisa menemukan bukti itu, Erich yakin, setelah ini dia bisa tidur dengan tenang tanpa harus khawatir kalau masih ada antek-antek Eliana yang cukup kuat, yang bisa kembali mengguncang pemerintahan Gracetian, seperti di jaman Eliana masih menjadi permaisuri Gracetian.
Pertanyaan Erich, tidak langsung dijawab oleh Alvero, yang setelah beberapa terdiam sambil berpikir, tiba-tiba menoleh ke arah Ornado.
“Bagaimana menurutmu Ad?” Ornado langsung menyunggingkan sebuah senyum begitu mendnegar apa yang dipertanyakan oleh Alvero padanya.
“Kamu sudah begitu lama mengenalku, kamu sudah pasti tahu jawaban apa yang akan kuberikan padamu tentang hal itu.” Tanpa menjelaskan dengan kata-kata yang detail, Ornado menjawab pertanyaan dari Avero untuknya.
“Hahhh… seorang Ornado Xanderson, tidak mungkin tidak mengijinkan Erich dan Ernest untuk masalah ini kalau dia jadi aku.” Alvero berkata pelan, seolah-olah kalimat itu dia ucapkan untuk dirinya sendiri, membuat Ornado tersenyum tipis.
“Kamu sudah tahu jawabannya, lalu kenapa kamu masih bertanya?” Dengan santainya Ornado menangggapi perkataan Alvero.
__ADS_1
“Meskipun aku tidak pernah terlibat dengan hal-hal yang melibatkan adu kekuatan fisik antara dua penguasa besar seperti itu, tapi kali ini aku mendukung perkataan Ornado. Ijinkan Erich melakukan rencananya mala mini bersama Ernest, karena bagiku, keselamatan keluarga adalah yang terpenting. Jangan sampai di belakangmu, Eliana ternyata menyusun kembali kekuatannya, atau ada pendukung kuat di belakangnya, yang bisa membuatnya kembali bangkit dan melakukan pemberontakan pada kerajaanmu.” Dave yang tiba-tiba saja mengeluarkan pendapatnya membuat Alvero dan yang lain langsung menoleh ek arahnya.
Dave adalah dokter sekaligus pengusaha yang memiliki karakter tenang dan berwibawa, dan tidak pernah terlibat hal-hal yang meliabtkan kekerasan, seperti yang biasa dialami oleh Ornado dan Alvero, sehingga ucapannya kali ini cukup membuat Ornado dan yang lain merasa kaget.
“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” Dave yang menyadari pandangan aneh dari yang lain setelah dia menyatakan dukungan untuk Erich dan Ernest bertindak pada Theo malam ini, langsung bertanya kepada mereka sambil tersenyum, dan Dave tahu karena mereka biasanya mengenal dia yang biasanya adalah orang yang pendiam.
“Setelah dekat dengan kalian, aku jadi sadar, kalau kadang sikap diam dan pura-pura tidak tahu, bukanlah hal yang bisa kita lakukan bijaksana untuk menghindari masalah, dan berharap dengan berjalannya waktu, masalah itu bisa selesai dengan sendirinya. Seperti Ad yang selalu berdiri di garis depan jika dia menghadapi masalah, kadang kita harus mengikuti apa yang biasa dilakukan Ad, untuk menjaga keamanan dari orang-orang di sekitar kita.” Penjalasan Dave otomatis membuat Alvero dan yang lainya menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa mereka setuju dengan pendapat Dave.
“Tapi ingat… kalian berdua, bukan berasal dari negara ini. Aku tidak mau kalau kalian tertangkap dan menimbulkan masalah antar dua negara kalau sampai mereka tahu kalian adalah warga negara Gracetian, apalagi kalian sebagai pengawal pribadiku. Jangan sampai tertangkap, dan lakukan dengan baik tugas itu.” Alvero memberikan peringatannya kepada Erich dan Ernest yang langsung menganggukkan kepalanya begitu mendengar perintah dari Alvero itu.
“Apa kalian perlu bantuan dari Ad?” Pertanyaan dari Alvero membuat Ornado langsung tertawa.
“Jangan begitu Alvero, kamu menawarkan bantuan yang tidak perlu untuk orang sekelas Erich dan Ernest. Mereka sudah lebih dari cukup kalau hanya untuk menyelinap ke tempat seperti itu, apalagi jika melihat berkas yang ditunjukkan oleh Erich tadi, sepertinya dia sudah sangat siap dengan apa yang akan dia lakukan malam ini.” Ornado berkata sambil menatap ke arah Erich dan Ernest yang sedang duduk diam di depan Alvero duduk.
__ADS_1
“Waktu kejadian penyusupan ke gedung perkantoran duke Hugo waktu itu, kita sengaja tidak melibatkan Ernest, karena dia belum seratus persen pulih dari lukanya ketika melawan Eliana. Tapi sekarang, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk meragukan kemampuan Ernest yang disempurnakan dengan Erich sebagai partnernya. Tugas mereka malam ini, akan menjadi tugas yang mudah bagi pengawal kembarmu yang hebat itu.” Ornado yang boleh dibilang tidak pernah salah dalam menilai kemampuan seseorang, melanjutkan kata-katanya dan mengalihkan pandangannya kepada Alvero, untuk melihat bagaimana reaksi Alvero terhadap pendapatnya barusan,
“Kalau orang sehebat Ornado begitu percaya pada kemampuan kalian, buat apa aku meragukan kalian. Bukannya untuk menilai sesuatu, diperlukan orang dari luar kita dalam melakukan penilaian itu? Seperti kita tidak yang tidak bisa melihat wajah kita sendiri tanpa bantuan kaca. Begitu juga orang lain yang melihat dan menilai apapun tentang kita, termasuk kelemahan dan kemampuan kita. Mereka adalah kaca bagi kita.” Alvero berkata sambil tersenyum ke arah Erich dan Ernest.
“Terimakasih untuk pujiannya kepada kami Tuan Ornado.” Dengan sikap hormat, Ernest berkata kepada Ornado yang langsung tertawa kecil.
“Kamu memang pantas untuk mendapatkan pujian itu Ernest. Alvero sungguh sangat beruntung bisa memiliki kalian berdua di sampingnya sebagai pengawal pribadi. Sungguh membuatku iri.” Ornado mengucapkan kata-katanya dengan sikap serius, menunjukkan kalau pujiannya terhadap Ernest dan juga Erich diucapkannya dengan sikap tulus, dari dasar hatinya yang paling dalam.
“Kalau kalian sudah mulai bosan dengan semua aturan ketat di istana, dan bosan dengan kepemimpinan raja kalian. Saat kalian memutuskan pergi dari Gracetian untuk mencari angin segar, orang yang pertama kali harus kalian cari adalah aku. Dengan senang hati aku akan menjadikan kalian asisten pribadiku apalagi James sekarang sudah begitu fokus pada istrinya, takutnya sebentar lagi dia akan pergi meninggalkanku dan mengurus perusahaannya sendiri….” Ornado mengakhiri kata-katanya dengan sebuah tawa geli, sedang Alvero maupun James langsung melotot ke arah Ornado.
“Maaf Tuan, tapi hingga saat ini, kami tidak ada keinginan untuk pergi dari Gracetian, apalagi dari sisi yang mulia Alvero.” Dengan wajah seriusnya, Erich menjawab penawaran Ornado padanya dan Ernest, membuat Ornado semakin tertawa tergelak mendengar kata-kata polos, penolakan Ernest padanya.
“Alvero… kamu benar-benar beruntung memiliki dua orang asisten dengan wajah bak pinang dibelah dua, tapi dengan karakter yang jauh berbeda seperti kutub utara dan kutub selatan, sehingga mereka bisa begitu saling melengkapi satu sama lain, dan tidak bisa dipisahkan.” Ornado berkata sambil tetap tertawa, sedang Alvero, langsung tersenyum sambil menatap kedua pengawal pribadinya yang baginya sudah seperti saudara dengan tatapan mata puas sekaligus bangga kepada mereka.
__ADS_1