MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
HASIL PEKERJAAN SI ANNA


__ADS_3

“Kenapa pertanyaanmu seperti itu? Bukannya kamu sudah punya kekasih?” Tira langsung memprotes sikap Anna yang langsung meringis.


“Kan masih kekasih status hubungan kami, bukan suami istri. Belum ada ikatan resmi. Masih boleh dong melirik yang lain....” Anna berkata dengan santainya membuat Tira menggerakkan tangannya dengan cepat ke arah lengan Anna.


“Auw….” Sebuah teriakan kecil langsung terdengar dari bibir Anna setelah dengan cepat Tira memberikan sebuah cubitan kecil di lengan Anna.


"Sakit Tira...." Anna berakta sambil mengelus-elus lengannya. yang terasa sakit.


"Makanya jangan sembarangan bicara. Lagipula... meskipun Ernest belum memiliki kekasih, belum tentu dia melirik ke arahmu...." Tira berakta sambil menatap ke arah Anna yang mencebikkan bibirnya.


"Kenapa tidak mungkin? Kadang kan kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. Mungkin saja Ernest jatuh cinta padaku...."


"Tidak mungkin." Tira langsung memotong perkataan Anna.


"Kenapa tidak mungkin?" Dengan nada protesnya Anna langsung balik bertanya kepada Tira.


"Karena info dari seseorang, tipe gadis idaman Ernest, adalah gadis yang berasal dari Gracetian..."


"Wuih... sebegitunya ya kecintaan dia terhadap negara Gracetian?" Anna langsung mengeluarkan komentarnya terhadap Ernest sambil tersenyum geli.

__ADS_1


"Apa kamu juga seperti itu Tira? Harus dengan laki-laki yang berasal dari Gracetian? Apa kalian semua bangsawan di Gracetian berpikiran seperti itu ya?" Pertanyaan Anna selanjutnya membuat Tira sedikit kaget.


Apa harus seperti itu ya? Kalau aku sih tidak harus begitu....


Tira berkata dalam hati dengan sikap ragu, dan tanpa disadari olehnya, mata indahnya menatap ke arah sosok tegap dan tampan Ernest yang masih berada di dekat layar monitor tempat melihat pengumuman tadi.


Rasanya ada sesuatu perasaan yang tidak nyaman menelusup di hati Tira saat dia membayangkan kalau Ernest tiba-tiba saja menjadi kekasih dari salah satu teman kuliahnya, termasuk Anna, sahabatnya sendiri.


"Tidak juga.... Beberapa bangsawan di Gracetian mungkin berpikir seperti itu, tapi tidak denganku." Tira menjawab pertanyaan Anna dengan ragu.


"Kalau begitu... tidak harus yang berasal dari Gracetian yang bisa menjadi kekasihmu?" Anna bertanya sambil tersenyum dengan wajah menggoda ke arah Tira.


Awalnya dengan tegas Tira ingin menjawab kalau kekasihnya kelak tidak harus pria yang berasal dari Gracetian, tapi entah kenapa tiba-tiba bibirnya mengucapkan kata-kata yang mengatasnamakan kedua orangtuanya yang akan keberatan jika dia memiliki kekasih bukan pria dari Gracetian.


"O, begitukah? Kalau begitu? Bagaimana dengan Ernest? Aku lihat dia adalah pria dengan tipe yang kamu sukai. Apa dia masuk dalam daftar list laki-laki yang mungkin bisa menjadi kekasihmu?" Pertanyaan Anna membuat Tira langsung bergerak menjauh.


"Kelas mau dimulai. Sebaiknya kita pergi sekarang." Tira berkata sambil melangkah menjauhi Anna yang langsung tertawa geli melihat bagaimana cara Tira menghindar untuk menjawab pertanyaannya.


"Ayolah Tira, bagaimana dengan Ernest? Apa kamu tidak tertarik sedikitpun padanya?" Anna berkata sambil tertawa-tawa kecil dan mengejar sosok Tira yang tanpa disadari oleh dirinya sendiri, ada semburat warna merah di wajahnya karena pertanyaan Anna padanya tentang Ernest.

__ADS_1


Meskipun Tira tetap tidak mau menjawab pertanyaan Anna sampai mereka tiba di depan kelas mereka, tapi detakan jantungnya yang tiba-tiba dirasakan Tira saat matanya bersirobok dengan Ernest yang juga mengikuti kelas yang sama dengannya saat ini, membuat Tira dengan buru-buru mengalihkan pandangan matanya, dan langsung memegang dadanya yang baginya terasa aneh.


Karena baru pertama kalinya, Tira merasakan dada yang berdebar dan nafas yang hampir saja terasa akan berhenti karena menatap sosok seorang laki-laki yang biasanya tidak pernah dia rasakan saat dia berhadapan dengan laki-laki lain.


Dan hal yang membuat Tira merasa bingung pada dirinya sendiri, apa yang sedang dia rasakan saat ini, dia tidak bisa menjelaskannya pada dirinya sendiri.


"Tira...." Sebuah panggilan dari Anna sambil mendorong tubuhnya, membuat Tira tersentak dari lamunannya.


Melihat reaksi Tira, dengan sengaja, Anna mendorong tubuh Tira, sehingga dia jatuh terduduk, tepat di samping Ernest, yang dengan spontan dan sikap sopan langsung menggeser nduduknya ke arah berlawanan agar tubuhnya tidak bersentuhan dengan Tira, karena takut dianggap tidak sopan.


Lebih dari siapapun, mereka berdua tahu tentang hubungan mereka sebagai putri dan pengawalnya yang sedang menyamar, sehingga Ernest tahu kalau dia harus menjaga sopan santunnya pada Tira.


Tira sendiri harus secara diam-diam menghembuskan nafasnya, untuk mengendalikan rasa kaget, sekaligus debaran dadanya yang terasa semakin keras, begitu menyadari apa yang terjadi barusan.


Belum lagi dengan gaya tidak merasa bersalah, Anna tidak berhenti membuat masalah dengan sengaja duduk di samping Tira, dan menggeser tubuhnya ke arah Tira, sehingga Tira harus menggerakan tubuhnya ke arah Ernest kembali.


"Tira, geser sedikit lagi dong. Sempit tempat dudukku." Dengan suara pelan sambil menahan senyum gelinya, Anna menggeser pantt... tatnya ke arah Tira, sekaligus bahunya, sehingga Tira hampir saja jatuh ke samping, untung saja dengan sigap tangan Ernest segera menahan tubuh Tira.


"Kamu tidak apa-apa?" Dengan suara yang dibuat senormal mungkin, tidak menunjukkan kalau dia sebenarnya adalah orang yang bekerja di bawah Tira, Ernest mencoba memastikan kalau Tira baik-baik saja, tidak ada bagian tubuhnya yang terbentur dan merasa sakit.

__ADS_1


"Maaf Tira, Ernest, aku tidak sengaja...." Anna yang melihat bagaimana Ernest yang sudah menolong Tira mencoba meminta maaf, meskipun sebenarnya dalam hati merasa senang melihat apa yang terjadi pada Tira dan Ernest saat ini.


__ADS_2