
“Listrik sudah menyala!”
“Akhirnya!” Berbagai uangkapan yang menunjukkan rasa senang karena listrik sudah normal kembnali tampak terdengar dari para penghuni rumah itu, yang sebagian sedang berkumpul di ruang panel listrik utama rumah tersebut.
Melihat bagaimana listri sudah kembali menyala, Ernest maupun Erich langsung menghentikan gerakan mereka yang sebelumnya berniat mengendap-endap ke arah pintu gerbang dan segera keluar dari tempat itu.
“Apa penyebab putusnya arus listrik Pak?”
“Selain karena saklar MCB dimatikan, ada kabel yang terputus karena terpotong.”
MCB (Miniature Circuit Breaker) atau dalam bahasa Indonesia yaitu Pemutus Sirkuit Miniatur adalah perangkat yang digunakan untuk membatas arus listrik dan pengama ketika ada beban lebih. MCB bekerja secara otomatis memutus arus listrik ketika arus yang melewatinya melebihi arus nominal pada MCB tersebut.
MCB berguna untuk memutus arus secara manual menggunakan toggle switch. Sebab, akan sangat berbahaya ketika melakukan perbaikan perangkat elektronik ketika masih dialiri listrik).
“Bagaimana kabel itu tiba-tiba bisa terpotong?”
“Apa digigit tikus?”
“Tidak mungkin, karena potongannya terlalu rapi untuk dianggap sebagai hasil gigitan dari tikus.”
“Apa mungkin itu sengaja dilakukan oleh seseorang?”
“Maksudmu?”
“Ada orange yang berniat mencuri atau merampok rumah ini?”
“Mungkin saja.”
“Eh, dimana Boy dan Joe yang bertugas berjaga di pintu gerbang malam ini?”
“Ah, aku juga baru sadar kalau sedari tadi kita tidak melihat mereka di sekitar kita.”
“Tidak biasanya penjaga depan diam saja saat ada masalah dengan listrik seperti ini.”
“Jangan-jangan….”
__ADS_1
“Cepat periksa pos penjagaan. Dan kamu! Cepat cek ruang monitor cctv untuk melihat rekaman terakhir sebelum listrik terputus!”
“Baik!”
Berbagai pembicaraan itu membuat Ernest dan Erich saling berpandangan, dan menoleh ke arah dua orang pengawal yang ada di pintu depan, yang ada di dekat mereka dalam kondisi masih tidak sadarkan diri, tapi tiba-tiba terlihat ada gerakan pelan dari ujung-ujung jari mereka, memberikan tanda kalau mungkin tidak lama lagi mereka akan segera tersadar kembali.
“Erich… kita harus segera pergi dari sini sebelum mereka menyadari kehadiran kita….” Ernest berbisik pelan kepada Erich yang berdiri di sampingnya, dengan mata menatap ke arah dimana mereka yang tadinya sedang berkumpul, mulai bergerak menyebar untuk melaksanakan perintah dan memeriksa kembali keadaan sekitar mereka.
“Lebih baik, kita segera berlari ke arah pintu gerbang yang tadi sudah terbuka kuncinya, dan langsung keluar dari sini sekarang juga….” Erich berkata dengan sikap siaga dan kakinya yang sudah bersiap untuk berlari.
Ketika mereka berdua memasuki pintu gerbang rumah itu sambil melumpuhkan kedua penjaga tadi, Erich memang sengaja menutup rapat kembali pintu gerbang itu, tapi tidak menguncinya.
“Itu kesempatan terbaik kita sebelum mereka memeriksa pos penjagaan dan menemukan kalau tidaka ada penjaga di sana. Apalagi sepertinya sebentar lagi kedua penjaga itu pasti terjaga dari pingsannya.” Erich kembali menyampaikan pemikirannya pada Ernest yang tampak mengerutkan keningnya untuk berpikir.
“Kalau begitu dalam hitungan ketiga, kita bersamaan berlari secepat yang kita bisa menuju pintu gerbang itu.” Akhirnya tanpa ragu sedikitpun, Ernest menanggapi ajakan Erich untuk mengambil kesempatan ini, berlari ke pintu gerbang dan keluar dari tempat itu sekarang juga.
“Oke.”
“Satu….””
“Tiga….”
“Sekarang…..”
Begitu angka tiga disebutkan oleh Ernest, mereka berdua langsung berlari kencang ke arah pintu gerbang, sehingga membuat beberapa orang yang masih berkeliaran di sana langsung melihat pergerakan mereka berdua.
“Pencuri!”
“Penyusup!”
“Perampok!”
“Penjahat!”
Berbagai suara terhadap Erich dan Ernest langsung terdengar keras begitu mereka yang ada di sana melihat Erich dan Ernest dengan pakaian serba hitam memakai sarung tangan dan juga topeng kain di wajah mereka berlarian ke arah pintu gerbang.
__ADS_1
Dimana bagi mereka, cara berpakaian dan penampilan Erich maupun Ernest terlihat seperti bukan orang yang berniat datang bertamu secara baik-baik di rumah itu.
“Tangkap mereka!”
“Jangan biarkan lolos!”
Suara teriakan keras dari orang yang sama yang tadi sempat memberikan perintah pemeriksaan saat di ruang kerja Theo langsung terdengar dengan nada yang menunjukkan rasa kaget sekaligus khawatir dan juga marah.
“Kalian berdua! Cepat kejar!” Suara perintah yang sangat keras kembali terdengar memerintah kedua orang yang tadinya berencana mekalukan pengecekan pada pos penjagaan di dekat pint gerbang masuk rumah.
Dua orang yang yang mendapat perintah itu segera berlari sekencang yang bisa mereka lakukan, untuk dapat menangkap Erich dan Ernest yang baru saja berlari melewati mereka berdua.
Sedangkan mereka yang lain, yang melihat benar-benar ada dua orang penyusup yang sedang berusaha melarikan diri, membuat mereka ikut berlari sekencang yang mereka bisa untuk menangkap Ernest dan Erich.
Akan tetapi, sayangnya mereka yang ada di sana semua bukanlah tandingan Erich maupun Ernest, yang sebagai pengawal pribadi Alvero, sudah begitu terlatih baik secara fisik, strategi maupun kemampuan bertarung mereka di berbagai situasi dan kondisi, di berbagai medan entah itu mudah atau sulit.
Dengan gerakan yang sangat cepat dan juga lincah, Erich dan Ernest bergerak mendekati pintu gerbang.
Erich dan Ernest sudah berencana membuka pintu gerbang itu ketika salah seorang dari penghuni rumah itu berhasil meraih remote otomatis untuk mengunci gerbang itu sehingga Erich dan Ernest tidak bisa langsung membuka pintu gerbang itu.
“Tangkap mereka!”
“Cepat!”
Menyadari posisi mereka yang terjebak diantara pintu gerbang berukuran besar sekaligus tinggi dan para penghuni yang sedang menuju ke arah mereka, Erich dan Ernest kembali saling berpandangan, lalu menganggukkan kepalanya untuk saling memberikan kode terhadap apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Dengan gerakan cepat, tangan mereka meraih tali tambang yang mereka gantungkan di pinggang mereka, membukanya dan melemparnya ke bagian atas pintu gerbang yang tinggi itu.
(Tali Tambang adalah tali yang terbuat dari serat. Banyak jenis serat yang berbeda, dari tanaman atau plastik, yang dipilin menjadi satu untuk membentuk benang. Sejumlah benang kemudian dibuat menjadi untaian, dan tali akhirnya terbuat dari sejumlah helai).
Di bagian ujung tali tambang yang dibawa oleh mereka berdua terdapat kait dari logam dengan bentuk seperti jangkar grapnel.
(Jangkar grapnel adalah jangkar yang di bagian ujungnya memiliki 4 buah cakar runcing seperti anak ujung anak panah, dengan posisi melengkung sehingga bisa dikaitkan dengan mudah ke benda lain).
Begitu ujung tali tambang itu sudah mereka lemparkan ke atas, baik Ernest dan Erich langsung menariknya dan begitu sudah dapat dipastikan kalau ujung pengait sudah cukup kuat mencakar bagian atas pintu gerbang, dengan gerakan lincah Erich dan Ernest langsung melompat dan memanjat ointu gerbang itu, membuat orang-orang yang mengejarnya terlihat kaget sekaligus marah melihat bagaimana dua irnag yang sedang mereka kejar, bukanlah orang biasa-biasa saja, tapi memiliki keahlian yang sangat baik, dan bukanlah tandingan mereka semua.
__ADS_1
Salah satu dari mereka yang melihat itu tetap berlari ke arah pintu gerbang dan berusaha menarik tali yang digunakan Erich maupun Ernest, berharap bisa menariknya, sehingga mereka mungkin bisa terjatuh.