MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PERTANYAAN SULIT UNTUK TIRA


__ADS_3

“Sampai James memaksaku untuk menikah dengannya, dia bahkan tidak mengucapkan kalau dia menikahiku karena dia mencintaiku, membuatku sempat berpikir dia melakukan itu untuk membuatku yang menerima perjodohan tak diinginkannya itu jera. Tapi siapa sangka kalau sejak kami masih remaja, dia sudah begitu menyukaiku tanpa aku tahu kalau cintanya kepadaku sebesar itu. Setelah dia tahu kebenaran tentang kejadin di masa lalu yang membuatku pergi menghilang darinya, sekarang setiap saat dia akan selalu mengucapkan kata cintanya untukku tanpa mengenal tempat dan waktu.” Elenora berkata dengan sikap malu-malu, membuat yang lain ikut tersenyum bahagia mendengar itu.


“Selain kami, kamu juga pasti tahu kisah cinta Alaya dan Evan yang sempat membuat heboh sampai keluar negeri. Cinta mereka sempat terpisah karena keserakahan dan kejahatan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Syukurnya pada akhirnya mereka tetap bersatu, dengan ingatan Evan yagn kembali utuh. Bagiku, menjadi Alaya pastilah tidak mudah, begitu mencintai orang yang terlihat jelas dia sudah melupakan kita.” Deanda menceritakan tentang kisah cinta Alaya yang memang sempat menjadi berita internasional, apalagi sebelum menikah dengan Evan, ada dua putra mahkota dari luar negeri yang sempat tertarik untuk menikahi Alaya.


“Jangan lupakan juga kisah cinta Enzo dan Melva, Leo dan Evelyn, semua orang punya kisah cintanya sendiri, dan semuanya pasti indah, meskipun di dalamnya mungkin ada tangis, tapi pasti ada tawa. Ada kesedihan, tapi juga pasti ada kebahagiaan. Tidak ada kisah cinta yang sempurna, tapi kita bisa memperjuangkannya agar itu bisa menjadi indah dan kita jalani dengan penuh kebahagiaan.” Kata-kata bijak dari Cladia membuat Tira tersenyum dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Semua kisah cinta yang indah. Apa aku dan Ernest… bisa mendapatkan kisah indah seperti mereka? Dan yang terpenting bagi aku saat ini…. Apakah benar Ernest juga mencintaiku atau itu hanya sekedar angan-anganku saja?


Tira yang mendengar semua cerita itu berkata dalam hati sambil pikirannya membayangkan sosok Ernest yang selalu tersenyum dan bersikap begitu hormat padanya, sehingga membuatnya cukup kesulitan untuk menilai apakah Ernest merasakan cinta yang sama dengan yang dia rasakan atau tidak.


“Tira…. Sekarang jujurlah pada kami, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa tiba-tiba kamu menanyakan kisah cinta kami? Apa kau sedang jatuh cinta pada seseorang? Apa kami mengenal orang itu?” Pertanyaan bertubi-tubi dari Laurel yang selalu peka dalam menilai situasi mau tidak mau membuat Tira sedikit gugup.


“Ah… itu….” Tira menjawab pertanyaan Laurel dengan terbata-bata.

__ADS_1


“Jadi siapa laki-laki beruntung yang sudah berhasil mencuri hati putri Gracetian yang cantik ini?” Deanda ikut bertanya sambil mencubit kecil pipi Tira yang wajahnya menunjukkan adanya semburat merah di sana.


“Memang tidak ada salahnya di usia Tira sekarang sudah mulai jatuh cinta dengan seseorang. Aku harap dia adalah laki-laki yang layak mendapatkan hatimu Tira.” Elenora ikut memberikan komentarnya, membuat Tira merasa semakin terpojok, padahal awalnya memang dialah yang sudah membuat orang curiga kalau dia sudah jatuh cinta pada seseorang.


“Apa terlihat dengan begitu jelas?” Tira berkata dengan suara ragu dan malu-malu, membuat yang lain tertawa.


“Memang kelemahan kita para wanita ini, tidak bisa dengna baik menyembunyikan kalau kita sedang jatuh cinta ya.” Laurel berkata sambil menepuk-nepuk bahu Tira.


“Jadi siapa laki-laki itu?” Deanda kembali mengulang pertanyaannya pada Tira.


“Aku tidak tahu apakah dia juga mencintaiku atau tidak….” Tira berkata pelan dengan sikap tidak percaya dirinya.


“Gawat…. Melihatmu seperti ini, sepertinya kamu sudah benar-benar jatuh cinta padanya.” Laurel berkata sambil sedikit tertawa geli, karena sikap Tira mengingatkannya pada dirinyaa sendiri yang merasa tidak percaya diri ketika Dave menyatakan perasaan cintanya waktu itu.

__ADS_1


“Siapa kira-kira laki-laki yang sudah membuatmu tidak percaya seperti ini? Padahal kamu adalah seorang putri Gracetian? Kalau my Al mendengar ada putri Gracetian yang tampak tidak percaya diri sepertimu, apalagi keturunan Adalavino, kira-kira apa yang akan dilakukannya pada pria yang sudah membuatmu galau seperti ini?” Perkataan Deanda membuat tubuh Tira tersentak kaget dengan matanya yang melotot, dan dadanya yang berdebar karena merasa tidak tenang setelah mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Deanda.


Bisa benar-benar gawat kalau sampai kak Alvero tahu aku sedang jatuh cinta pada Ernest. Bukan hanya masalah perbedaan status kami, tapi isi hati Ernest yang belum bisa aku pastikan akan menjadi masalah besar jika tiba-tiba kak Alvero bertindak saat aku belum mengetahui bagaimana perasaan Ernest padaku. Apalagi… aku tidak yakin kali ini kak Alvero akan mendukungku.


Pikiran Tira langsung memikirkan tentang hal-hal buruk yang mungkin terjadi jika sampai Alvero tahu tentang perasaannya kepada Ernest.


Meskipun Tira tahu selama ini Alvero banyak membantunya, termasuk meyakinkan papanya Victor agar memberikan kesempatan baginya untuk mengejar impiannya di dunia musik, tapi amsalah status yang ada di sistem kerajaan Gracetian, Tira tidak yakin itu akan tetap membuat Alvero mendukungnya, apalagi Alvero adalah seorang raja Gracetian dimana setiap tindakan dan keputusannya dilihat dan dibuat panutan oleh seluruh rakyat Gracetian, sehingga dia juga harus memikirkan akibat dan resiko dari semua keputusannya.


Andai saja posisi Tira dan Ernest secara gender terbalik seperti Alvero dan Deanda, atau Evan dan Alaya maupun Enzo dan Melva, bahkan Erich dan Cleosa, dimana posisi status pria lebih tinggi daripada status pihak wanita, itu bukanlah masalah besar di Gracetian.


Jika seperti itu, tidak akan orang yang mempertanyakan atau menentang kisah cinta yang seperti itu.


Tapi di sini, jelas sekali bahwa status Ernest sebagai pria dengan status knight berada jauh di bawah Tira yang berstatus putri, yang pastinya akan menimbulkan banyak pertentangan di keluarganya, apalagi seperti yang dikatakan Deanda tadi, dia adalah salah satu putri Gracetian dengan darah Adalvino yang mengalir di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Diantara keturunan para bangsawan yang ada di Gracetian, posisi tertinggi memang dimiliki oleh keluarga Adalvino yang memang sejak ratusan tahun lalu selalu menjadi keluarga yang menempati posisi raja di Gracetian.


“Kak Deanda… please… please… benar-benar tolong.... jangan katakan apapun pada kak Alvero tentang hal ini. Aku tidak mau ada masalah denganku atau laki-laki itu kalau sampai kak Alvero tahu. Paling tidak sampai aku siap menceritakannya pada kak Alvero sendiri.” Dengan sikap panik Tira yang berkata dengan sikap memohonnya, membuat Deanda meskipun tersenyum di depan Tira, tapi pikirannya langsung mencoba untuk menerka apa yang sedang terjadi pada Tira yang terliahta begitu gugup dan mencoba menebak siapa pria yang sudah membuat hati Tira terlihat gundah gulana seperti itu.


__ADS_2