
“Maaf Yang Mulia, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa tiba-tiba putri Tira membutuhkan pengawal pribadi di Amerika?” Erich yang masih merasa berat membiarkan Ernest menjadi pegnawal pribadi bagi Tira, bertanya kepada Alvero yang tampak sedikit menahan nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Erich.
“Beberapa waktu ini, ada seseorang yang berusaha meneror Tira di Amerika. Orang tidak dikenal itu seringkali meengirimkan hadiah dengan kartu yang bertuliskan pernyataan cintanya, tapi diikuti dengan sebuah ancaman. Dia juga sering mendapatkan pesan dari nomer tidak dikenal yang terus berganti-ganti sehingga cukup mengganggu.” Penjelasan Alvero membuat Erich di satu sisi paham betul kenapa Alvero merelakan Ernest yang memang terbiasa menghadapi situasi genting, untuk menjadi pengawal Tira untuk sementara waktu, tapi di satu sisi, Erich masih saja merasa berat membiarkan Ernest akan secara intens berada di dekat Tira untuk waktu yang tidak sebentar.
Alvero mengatakan sampai orang gila yang menjadi peneror itu diketemukan, tapi entah kapan orang itu benar-benar bisa ditemukan. Dan Erich tahu, mungkin itu bisa memakan waktu mingguan, atau bahkan bulanan.
Waktu yang cukup lama dan membuat Erich betul-betul khawatir dengan perasaan Ernest.
“Memang untuk saat ini peneror itu tidak melakukan apa-a pada Tira. Tidak mengganggunya secara fisik, hanya melalui pesan-pesan dan hadiah…. Tapi, aku tidak mau emgnambil resiko dan menyesal di kemudian hari. Sebelum orang itu berbuat semakin nekat, kita harus menjaga Tira dengan baik.” Kata-kata Alvero membuat yang lain langsung menganggukkan kepalanya, kecuali Ernest yang tampak kaget mendengar penjelasan Alvero, dan melirik ke arah Tira.
Gadis yang sangat cantik seperti putri Tira, ternyata sudah memebuat seseorang gelap mata dan bertindak kurang ajar padanya. Siapapun orang itu, dia benar-benar tidak tahu diri.
__ADS_1
Ernest berkata dalam hati dengan pikirannya yang langsung khawatir, begitu membayangkan sosok seorang psikopat yang bisa saja berbuat nekat terhadap Tira.
Dan yang pasti, bukan hanya perasaan khawatir, tapi ada rasa tidak rela yang dirasakan oleh Ernest jika sampai terjadi sesuatu pada putri cantik yang sejak dulu dikaguminya dalam diam itu.
Penjelasan Alvero membuat Erich tidak berani mempertanyakan kembali apa yang terjadi pada Tira, karena sebagai kakak sepupu Tira, Erich yakin, junjungannya itu akan melakukan yang terbaik untuk Tira, karena untuk dia yang hanya seorang pengawal saja, waktu itu Alvero bahkan rela untuk ikut datang melamar Cleosa, membuat semua kakak Cleosa yang awalnya memandang rendah Erich, dibuat tidak berkutik.
“Kak… bukannya aku tidak setuju dengan keputusan Kakak. Tapi bagaimana dengan Kakak dan kak Deanda. Bukannya biasanya Erich dan Ernest selalu mendampingi kalian?” Tira berkata dengan nada terdengar sedikit ragu, karena Tira tahu posisi Ernest bagi Alvero sebagai pengawal pribadinya tidak mudah digantikan oleh orang lain.
Dengan kepribadian Ernest yang menyenangkan dan baik hati, bagi Tira dia akan merasa nyaman jika pengawal pribadinya betul-betul Ernest, tapi dia sadar dia tidak boleh bersikap egois seperti itu, karena keberadaan Ernest sangat penting untuk Alvero dan Deanda.
“Aku hanya akan meminjamkan Ernest padamu sampai orang gila itu ditemukan atau ditangkap. Lagipula, masih ada Erich, dan juga papa Alexis di sekitar kami. Belum lagi uncle Marcello dan tuan Red. Jika mereka bertiga dikumpulkan, rasanya tidak akan ada orang yang bisa melawan mereka bertiga.” Alvero langsung menanggapi perkataan Tira dengan sikap datar.
__ADS_1
“Kami setuju kalau Ernest yang menjadi pengawal pribadimu Tira. Dia pasti akan melindungimu dengan baik. Kemampuan Ernest tidak perlu diragukan lagi.” Victor tiba-tiba ikut angkat bicara, membuat Alvero langsung menganggukkan kepalanya ke arah Tira, sehingga gadis itu tidak lagi berusaha untuk menentang keputusan Alvero.
Toh bagi Tira, keputusan Alvero tidak membuatnya rugi karena Ernest yang akan menjadi pengawal pribadinya untuk sementara waktu, bukan orang yang sok mengatur dan sok tahu seperti beberapa pengawal istana yang dikenal Tira.
“Kalau memang begitu, secepatnya Ernest harus mempersiapkan diri untuk berangkat ke Amerika bersamamu. Sebelum kamu pergi, pastikan dua pengawal lain yang kamu ajak masuk dalam kategori pengawal terbaik dan terlatih yang kita miliki. Dan pastikan semua tugas-tugasmu yang belum selesai, kamu serah terimakan kepada Erich dengan baik, sehingga semuanya tetap berjalan lancar.” Alvero berkata sambil memandang Ernest dengan wajah tenangnya, meskipun sebenarnya di dalam dadanya, hatinya sungguh sedang bergejolak hebat, dan membuat pikirannya sempat tidak fokus.
“Ya… ya… Yang Mulia.” Sebelum Alvero dan yang lain menyadari kegugupannya, Ernest segera menanggapi perintah dari Alvero, meskipun Ernest sadar betul bahwa Erich mungkin adalah satu-satunya orang yang tahu tentang apa yang dialaminya sekarang, dan menjadi satu-satunya orang yang menentang rencana Alvero untuk menjadikannya peggawal pribadi Tira.
“Tira… Aku akan mengaturkan agar Ernest bisa mengawasimu dengan baik, dan kamu bisa memanggilnya kapanpun saat kamu membutuhkan bantuan, dua puluh empat jam. Karena itu, apartemen yang letaknya tepat di sebelah apartemenmu… Ernest akan tinggal disana bersama dengan dua pengawal yang lain sehingga bisa bergantian selama 24 jam membantu mengawasi sekelilingmu, dan akan langsung tahu kalau sampai terjadi sesuatu yang mencurigakan.” Mata Erich langsung terbeliak mendengar perkataan Alvero, hanya saja, Erich sadar untuk saat ini dia tidak memiliki kuasa untuk menghentikan rencana Alvero.
Sedangkan Ernest, dia hanya bisa terdiam dan merasakan bagaimana detakan jantungnya yang semakin keras karena kata-kata Alvero.
__ADS_1