MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
RASA CINTA YANG SUDAH TERLALU DALAM


__ADS_3

Putri Tira, meskipun masih kecil, tapi sikapnya sudah seperti orang dewasa. Di usianya itu, sudah bisa merasakan empati kepada orang lain, termasuk kepada putra mahkota Alvero yang sejak kecil tampak menjaga jarak dengan orang lain. Sepertinya putri sangat perduli dan sayang dengan putra mahkota Alvero. Kepribadian putri Tira sungguh sangat baik. Semoga terus seperti itu hingga putri dewasa.


Ernest berkata dalam hati dengan tatapan penuh kekaguman ke arah Tira.


Meskipun setelah resmi menjadi pengawal pribadi Alvero, Ernest menjadi sangat sibuk, dan boleh dibilang tidak pernah mengobrol dengan Tira, akan tetapi sejak saat itu setiap kali mereka berpapasan atau bertemu meski hanya sekilas, mata Ernest tidak akan pernah bisa untuk tidak diam-diam mengamati Tira meski dari jauh.


Bagi Ernest melihat Tira yang terus bertumbuh menjadi gadis remaja, dan saat ini sudah hampir dewasa dan terus hidup dengan penuh senyum, disayang dan dikagumi oleh banyak orang membuat Ernest merasa ikut bahagia.


“Tira… cepat kemari! Uncle Victor mencarimu.” Suara panggilan dari Enzo membuat pembicaraan antara Tira dan Ernest terhenti, pembicaraan yang membuat sejak saat itu, mata bahkan hati Ernest tidsk bisa lepas dari sosok Tira.


“Sepertinya sudah waktunya Putri pergi dariku….” Ernest berkata sambil tersenyum melihat Tira yang tersenyum lebar padanya.

__ADS_1


“Jangan khawatir Ernest. Selamanya… aku tidak akan pernah melupakanmu, meskipun kelak mungkin kita akan jarang bertemu. Bagaimanapun Ernest adalah pengawal pribadi kak Alvero yang harus selalu berada di dekatnya. Jaga kakakku baik-baik ya.” Tira berkata sambil melirik ke arah Enzo yang tampak melambaikan tangan ke arahnya, memanggilnya.


“Aku harus pergi sekarang Ernest. Jangan pernah melupakan pembicaraan kita hari ini ya? Kalau ada yang berani membuatmu kesulitan, katakan saja padaku, dan aku akan membuatnya jera sudah berani menyulitkanmu.” Tira berkata sambil menepuk-nepuk bahu kiri Ernest seolah mencoba memberikan keyakinan pada Ernest bahwa dia bisa diandalkan dan akan menjadi pelindung untuk Ernest, sebelum akhirnya Tira berjalan kea rah Enzo yang memanggilnya.


Meski saat itu usia Tira masih begitu kecil, tapi tindakan Tira itu berhasil membuat dada Ernest bergetar hebat, sama dengan saat ini, dimana setiap kali dia berada dekat Tira, atau hanya sekedar membayangkan sosok Tira, dan berbagai momen yang sudah terjadi diantara mereka.


Aku pasti sudah gila… bagaimana hatiku bisa berdetak begitu kencang karena seorang anak kecil? Apa ada yang tidak normal pada otakku?


Meskipun pada akhirnya sejak saat itu sampai sekarang dia tidak pernah sedikitpun bisa melupakan rasa itu, yang bahkan semakin lama rasa cinta itu semakin besar dan mengikat hatinya sehingga tidak ada seorang gadispun selain Tira yang bisa membuat hati dan tubuhnya bereaksi.


Sejak awal sampai sekarang, hanya Tira yang bisa membuat dadanya bergetar hebat dan membuatnya seperti orang yang kehilangan akal sehatnya.

__ADS_1


Sejak awal… ternyata aku terus saja memandang ke arahmu. Selain kedua orangtuamu, mungkin aku adalah orang yang paling tahu bagaimana prosesmu hari demi hari putri bertumbuh dari seorang gadis cilik menjadi dewasa seperti sekarang ini.


Ernest yang baru mengingat semua kejadian di masa lalu itu berkata dalam hati dengan mata yang terasa panas, karena saat ini hatinya benear-benar merasakan rasa sesak dan sakit saat dia menyadari bagaimana telah begitu lama dia sudah sangat mencintai Tira seperti itu.


Meski tidak banyak yang bisa aku lakukan untukmu selama bertahun-tahun ini, tapi paling tidak… aku melihatmu tumbuh dewasa dan memastikan bahwa putri hidup dengan baik dan selalu bahagia, meskipun di masa depan…. Mungkin tidak akan ada aku di sisi putri lagi setelah aku menyelesaikan semua tugasku di sini. Setelah begitu lama bertahan dengan rasa itu, sepertinya aku harus bersiap untuk melepaskan putri dari genggaman hatiku, meskipun aku tidak yakin apakah aku akan sanggup menjalani hidup dengan baik setelah itu.


Ernest berkata dalam hati dengan hati yang terasa begitu sakit, membuatnya hampir saja membuatnya meneteskan airmatanya, jika saja dia tidak dengan sengaja mendongakkan kepalanya untuk mencegah airmata itu turun.


Semua bayangan yang dia ingat bagaimana sejak pertemuan dengan Tira malam itu, Ernest sudah banyak melihat bagaimana sosok Tira yang seringkali berpapasan atau dilihatnya dari jauh dimana perlahan-lahan tapi Ernest terus melihat bagaimana Tira tumbuh menjadi gadis yang semakin hari semakin cantik dan tetap menunjukkan pesonanya yang memiliki sisi lembut dan anggunnya, juga sifat baik hatinya yang menjadi pembicaraan umum para pengawal maupun pelayan istana.


Suara panggilan telepon membuat Ernest yang awalnya masih begitu enggan menggerakkan tubuhnya yang bersandar seperti orang tanpa tenaga di mobilnya mau tidak mau meraih kembali handphonenya dan menganggkat panggilan telepon dari yang ternyata berasal dari Edi.

__ADS_1


“Hallo Edi….” Ernest menjawab panggilan telepon dari Edi sambil menggerakkan mobil yang dikendarainya keluar dari area parkir kampus, setelah lama berdiam diri dan melamun serta membayangkan kembali setiap kejadian yang pernah dialaminya di masa lalu bersama Tira.


__ADS_2