
“Untung saja tadi Anna sudah kita antar pulang Edi. Aku akan memberikan pesan kepada yang lain kalau aku akan datang terlambat. Kita tidak perlu kembali ke apatemen seeperti rencana semula. Kita langsung saja ke kampus untuk menghemat waktu. Dengan begitu aku tidak akan terlambat banyak.” Tira berkata sambil emraih handphonenya.
“Baik Putri….” Dengan cepat Edi berkata sambil melongokkan ekpalanya keluar jendela untuk melihat adanya kemungkinan kemacetan apakah sudah mulai terurai.
Maaf, sepertinya aku akan datang terlambat, karena aku masih di jalan. Jalanan yang sedang aku lewati sangat macet hari ini, karena ada truk besar mogok di tengah jalan. Semoga aku tidak terlambat banyak teman-teman.
Dengan terpaksa, Tira menuliskan pesan di kelompoknya karena sudah lebih dari satu jam kendaraan yang dia tumpangi terjebak kemacetan.
Oke Tira, semoga kemacetan segera bisa teratasi. Untuk yang lain, kita tetap bertemu sesuai jadwal yang sudah kita tetapkan, nanti Tira bisa menyusul.
Beberapa saat kemudian terlihat pesan balasan dari Bram yang disambut dengan pesan lain dari yang lain.
# # # # # #
“Huft… untung saja kemacetannya segera teratasi.” Tira berkata kepada Edi sambil tersenyum, setelah mereka berhasil melewati kemacetan itu.
“Tapi sepertinya Putri akan tetap datang terlambat ke kampus.” Edi menyahuti perkataan Tira sambil menambah kecepatan mobil yang dikendarainya.
“Tidak masalah Edi, paling tidak kita sudah memotong waktu karena tidak kembali ke apartemen tapi langsung ke kampus. Meskipun aku terlamabt, tidak akan lebih dari 30 menit.” Dengan nada lega Tira kembali berkata dan menuliskan pesan di kelompoknya untuk memberitahukan bahwa dia sedang meluncur ke lokasi.
Begitu mobil yang ditumpanginya mulai memasuki area kampus, Tira yang awalnya fokus pada layar handphone langsung mendongakkan kepalanya, dan menatap ke arah Edi.
“Edi, setelah mengantarku, minta tolong sampaikan kepada Steven agar dia mengantarkan mobilku kemari, karena tidak enak kalau sampai orang lain tahu aku nanti pulang bersama Ernest dengan mobilnya. Nanti aku akan menyetir sendiri mobilku seperti biasanya. Aku membawa kunci cadangan, jadi minta Steven untuk meeninggalkan mobilku di parkiran saja langsung….”
“Baik Putri.” Perintah dari Tira segera disambut dengan tanggap oleh Edi.
“Kamu sendiri, segeralah memanggil taksi online setelah ini. Biar kunci mobil Ernest aku bawa.” Tira berkata sambil meelompat turun dari mobilnya, karena tidak mau Edi lupa perannya sebagai pengawal diketahui orang lain.
Dan tindakan Tira segera diikuti oleh Edi ayng segera turun dari mobil dan menyerahksn kunci mobil yang biasa dikendarai oleeh Ernest kepada Tira.
“Oke, kalau begitu aku pergi dulu. Terimakasih untuk hari ini Edi….” Dengan cepat Tira meninggalkan Edi karena tidak mau jika banyak orang yang menyaksikan dia datang bersama seeorang laki-laki dan mengeendarai mobil yang biasa digunakan oleh Ernest.
Tanpa menunggu jawaban dari Edi, dengan langkah lebar, Tira segera berjalan menuju salah satu gedung tempat dia dan yang lain melakukan janji temu.
Langkah-langkah lebar dan juga cepat dari Tira, tiba-tiba saja melambat begitu Tira sayup-sayup mendengar suara yang begitu merdu sedang bernyanyi, dan semakin lama suara itu terdengar semakin begitu jelas ketika Tira mulai membuka pintu tempat dimana yang lain sudah berkumpul.
__ADS_1
Dengan tatapan tidak percayanya, Tira memandang ke arah salah satu sudut ruangan dan berdiri terpaku menyaksikan bagaimana Bram yang sedang memainkan drum, Janetta memainkan gitarnya, dan Ernest…. Memainkan keyboard sambil bernyanyi dengan suaranya yang terdengar begitu merdu, membuat Tira seolah menjadi patung hidup yang tidak bisa bergerak dari tempatnya.
Ernest sendiri, meskipun melihat sosok Tira di ambang pintu sedang menatapnya tanpa berkedip, terus melanjutkan lagu yang sedang dinyanyikannya agar tidak meembuat yang lain merasa aneh, sebuah lagu bernada ceria, namun kata-katanya sungguh romantis di pendengaran telinga Tira.
Lagu dengan judul One Call Away dari Charlie Puth, yang benar-benar membuat dada Titra berdetak dengan begitu kencang tanpa bisa mengalihkan pandangan matanya dari Ernest.
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)
I'll be there to save the day (Aku akan berada di sisimu untuk mencarikan jalan keluar)
Superman got nothing on me (Superman tak ada apa-apanya dibandingkan denganku)
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)
Call me, baby, if you need a friend (Panggil aku sayang, bila kau membutuhkan seorang teman)
I just wanna give you love (Aku hanya ingin memberimu cinta)
C'mon, c'mon, c'mon (Ayo, ayo, ayo)
Reaching out to you, so take a chance (Menggapaimu, jadi ambil sebuah kesempatan)
No matter where you go (Tak peduli kemana kau pergi)
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)
I'll be there to save the day (Aku akan berada di sisimu untuk mencarikan jalan keluar)
Superman got nothing on me (Superman tak ada apa-apanya dibandingkan denganku)
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)
Come along with me and don't be scared (Datang bersamaku dan jangan takut)
I just wanna set you free (Aku hanya ingin membuat kau bebas)
__ADS_1
C'mon, c'mon, c'mon (Ayo, ayo, ayo)
You and me can make it anywhere (Kau dan aku bisa berhasil di manapun)
For now, we can stay here for a while (Untuk saat ini, kita bisa tinggal di sini untuk sementara waktu)
Cause you know, I just wanna see you smile (Karena kau tahu, aku hanya ingin melihat kau tersenyum)
No matter where you go (Tak peduli kemana kau pergi)
You know you're not alone (Kau tahu, kau tak sendirian)
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)
I'll be there to save the day (Aku akan berada di sisimu untuk mencarikan jalan keluar)
Superman got nothing on me (Manusia super bukanlah bandinganku)
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)
And when you're weak I'll be strong (Dan ketika kau lemah aku akan menjadi kuat)
I'm gonna keep holding on (Aku akan terus menjaga)
Now don't you worry, it won't be long (Sekarang jangan khawatir, itu tidak akan lama)
Darling, and when you feel like hope is gone (Sayang, jika kau merasa seperti hilang harapan)
Just run into my arms (Datanglah ke pelukanku)
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)
I'll be there to save the day (Aku akan berada di sisimu untuk mencarikan jalan keluar)
Superman got nothing on me (Manusia super bukanlah bandinganku)
__ADS_1
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)
I'm only one call away (Aku selalu dekat denganmu)