
Evan yang sedari tadi memang sedang menunggu kesempatan untuk bisa menguji bagaimana perasaan Luis kepada Tira melalui tindakan yang akan ditunjukkannya, memang langsung bergerak cepat untuk memanfaatkan kesempatan itu agar bisa memancing Luis.
Sedari awal kedatangannya, dan Enzo memperkenalkan Evan sebagai sepupunya, Evan bisa melihat adanya pandangan mata curiga dan tidak percaya dari Luis saat menatap ke arahnya.
Evan sangat maklum dengan kecurigaan Luis, karena dibandingkan dengan Enzo, Evan sadar bahwa secara wajah dia sangat jauh berbeda dengan Tira yang memang otomatis statusanya menjadi sepupu Tira karena dia menikahi Alaya, yang merupakan sepupu asli dari Tira, sedang Enzo memang memiliki kemiripan dengan Tira, sehingga orang akan percaya kalaupun mereka mengaku sebagai kakak dan adik kandung.
"Terimakasih Evan...." Sambil menatap ke arah Evan dengan sikap malu-malu, Tira sengaja berkata pelan setelah menerima memegang saputangan milik Evan untuk melap wajah, bibir dan tangannya.
Enzo yang melihat apa yang dilakukan oleh Evan, sedikit mengernyitkan wajahnya, karena merasa aneh dengan tindakan Tira maupun Evan saat ini, tapi untung saja, Enzo justru ikut membantu akting mereka, setelah dia melihat tanda yang diberikan Evan melalui mataa dan gerakan tangannya yang ada di balik punggung Tira, yang tentu saja tidak disadari oleh Luis yang saat ini terlalu fokus pada sosok Tira yang sedang sibuk mengeringkan bekas teh dengan saputangan milik Evan.
"Hah... kalian ini, kenapa sih selalu bersikap semanis itu satu dengan yang lain. Kalian sudah seperti sepasang kekasih saja kalau kalian bersikap seperti itu. Orang lain bisa salah paham lho." Enzo berkata dengan nada menggodanya, dan itu membuat Evan tersenyum sambil melirik ke arah Luis, yang meskipun sekilas, Evan bisa melihat adanya kilatan kemarahan di matanya, dan salah satu tangannya yang ada di sisi tubuhnya, sedang terkepal dengan cukup erat walaupun setelah itu dengan cepat Luis membuka kepalan tangannya kembali, Evan bisa melihat bagaimana Luis yang mencoba untuk kembali bersikap biasa itu baru saja terlihat begitu emosi.
Kata-kata Enzo berhasil membuat Luis menunjukkan wajah tidak senangnya dan menatap ke arah Evan dengan tatapan tajam dan juga sinis, seperti seseorang yang sedang menatap orang yang ingin dilenyapkannya dari dunia ini secepat mungkin yang dia bisa.
Akhirnyaa… keluar juga aslinya… Terimakasih untuk kerjasamamu yang luar biasa Luis Anston…. Ke depannya sepertinya Ernest harus segera menemukan bukti untuk menghentikan dan menangkap laki-laki ini. Dari gelagat yang ditunjujkannya, sepertinya dia orang yang cukup berbahaya.
Evan yang melihat reaksi tidak biasa dari Luis justru tersenyum sambil berkata dalam hati dengan sikap tenangnya.
"Maaf Luis, kedua sepupuku ini memang memiliki hubungan cukup dekat, bahkan orang lain sering berpikir kalau mereka adalah sepasang kekasih." Enzo kembali fokus pada Luis, ketika diihatnya Tira baik-baik saja dan sudah mendapatkan bantuan dari Evan.
__ADS_1
"Sepertinya, itu adalah hal yang bagus dan sudah jarang kita temui di masa sekarang, dimana orang sudah terlalu sibuk dengan dirinya sendiri-sendiri. Bisa memiliki hubungan yang cukup bagus diantara saudara, itu akan membuat kondisi dalam keluarga jadi lebih tenang dan nyaman." Luis menanggapi perkataan Enzo sambil tersenyum, meskipun dalam hati, dia cukup merasa dongkol melihat bagaimana manisnya sikap Evan kepada Tira, begitu juga sebaliknya, dimana Tira terlihat membalas sikap manis Evan di depannya.
"Maaf Pak Luis, kakak sepupu saya Enzo memang suka asal bicara. Jangan terlalu diambil hati." Tira buru-buru berkata kepada Luis.
"Yang penting kamu baik-baik saja. Bukannya teh itu tadi cukup panas?" Luis bertanya kepada Tira sambil mengamati kulit pada telapak tangan Tira dan bibir Tira yang terlihat sedikit memerah karena terkena cairan panas dari teh yang diminumnya tadi, untung saja tadi Tira tidak terlalu banyak menyeruput teh panas itu.
"Saya baik-baik saja Pak Luis." Jawaban Tira membuat Luis menganggukkan kepalanya dan mengalihkan pandangan matanya dari Tira kepada Enzo, seolah mempersilahkan Enzo kembali melanjutkan pembicaraan mereka sebelumnya.
"Kalau begitu Luis, seperti yang mungkin sudah kamu dengar tentang niat kami melakukan pertemuan khusus denganmu. Kami, terutama aku dan Evan, mewakili keluarga Tira untuk mengucapkan terimakasih atas bantuannya, hingga Robin, orang yang selama ini selalu melakukan aksi teror pada Tira, akhirnya bisa tertangkap karena bantuan darimu." Enzo langsung mengatakan tujuannya kepada Luis.
"Ah, itu bukan masalah besar. Sudah seharusnya aku bertindak saat melihat ada orang lain sedang melakukan kejahatan di depanku, dan aku tahu tentang hal itu. Jangan dianggap sebagai sesuatu yang besar atau hebat." Jawaban dari Luis membuat Enzo tersenyum.
"Kalau begitu, mohon untuk menerima ungkapan terimakasih dari keluarga kami untukmu." Enzo menyodorkan sebuah amplop bewarna coklat ke arah Luis yang langsung mengernyitkan dahinya begitu melihat amplop itu.
Mendengar kata-kata Enzo dengan ragu Luis mengambil amplop itu dan membukanya dengan gerakan pelan dan kening yang masih terlihat sedikit berkerut.
Begitu melihat isi dari amplop itu, Luis terlihat tertegun, karena di dalam sana ada secarik kertas yang menunjukkan bukti untuk pengambilan gitar Reach Out to Asia Fender Stratcaster, yang merupakan gitar yang sebenarnya begitu lama diinginkan oleh Luis, tapi pemiliknya tidak pernah mau melepaskannya kepada orang lain meskipun ditawar dengan harga jauh lebih mahal daripada harga saat dia membelinya waktu itu dalam sebuah pelelangan.
(Gitar Reach Out to Asia Fender Stratocaster merupakan sebuah gitar dengan bodi berwarna putih. Meskipun gitar ini bukan milik seorang musisi legendaris, terdapat kisah menarik di baliknya. Pada tahun 2005, pemerintah Qatar telah membeli gitar dan meminta para legenda musik terkenal di dunia untuk membubuhkan tanda tangannya pada body gitar tersebut.
__ADS_1
Beberapa tokoh musik dunia yang turut serta antara lain: Mick Jagger, Keith Richards, David Gilmor, Eric Clapton, Pete Townsend, Sting, Def Leppard, Brian May, Ronnie Wood, Tony Iommi, Paul McCartney, Angus dan Malcolm Young, Ritchie Blackmore, dan Bryan Adams yang merupakan inisiatornya.
Setelah semua musisi dunia membubuhkan tanda tangannya, gitar itu pun dilelang untuk dana sumbangan ke korban bencana tsunami 2004 yang terjadi di kawasan Samudera Hindia, termasuk Aceh. Gitar yang diberi nama Fender ‘Reach out to Asia’ Stratocaster tersebut berhasil laku terjual seharga 2,7 juta dolar atau sekitar 40 miliar rupiah).
Melihat secarik kertas itu, mau tidak mau Luis menelan ludahnya dengan susah payah, karena benda yang tertulis disana dan akan diserahkan padanya itu sudah begitu lama memenuhi pikirannya.
Siapa sebenarnya Tira ini? Dia pasti bukan orang biasa di Gracetian, karena keluarganya bahkan dengan mudahnya memberikan barang seberharga ini kepadaku dengan cuma-cuma. Bukannya aku tidak mampu membeli gitar ini, tapi selama bertahun-tahun aku berusaha membujuk pemiliknya untuk menjualnya padaku, tapi selalu saja gagal dan mengalami penolakan. Tapi tiba-tiba keluarga Tira dengan mudahnya membeli gitar itu semudah membeli barang pasaran yang ada di toko pinggir jalan, dan membawa benda itu di hadapanku. Apa dia salah satu anak orang terkaya di Gracetian? Atau salah satu keturunan bangsawan terkenal di sana?
Luis berkata dalam hati dengan mata mengamati kertas di depannya yang menuliskan kata-kata Fender Reach Out to Asia Stratocaster, dan membacanya berkali-kali tanpa henti-hentinya dengan rasa tidak percaya, bagaimana seseorang tiba-tiba dengan mudahnya berniat memberikan itu padanya.
Sudah beberapa kali aku berusaha untuk menyelikdiki latar belakang Tira dan tentang kehidupannya di Gracetian, tapi semua akses untuk mendapatkan info itu tertutup rapat. Apa sebenarnya latar belakang keluarga Tira hingga bisa memiliki kekuatan untuk mendapatkan gitar ini? Dan… darimana mereka tahu kalau aku begitu menginginkan gitar ini? Apa mereka sudah melakukan penyelidikan terhadap kehidupan pribadiku? Apa niat mereka melakukan hal seperti itu padaku?
Luis kembali berkata dalam hati, merasa bimbang harus menerima atau menolak pemberian dari keluarga Tira itu.
“Maaf, sebenarnya apa maksud kalian memberikan barang semewah ini padaku?” Tiba-tiba saja Luis bertanya sambil menatap kea rah Enzo dan Evan secara bergantian dengan tatapan menyelidik.
“Tidak ada. Kami hanya ingin menunjukkan rasa terimakasih kami kepadamu karena sudah menjadi penyelamat Tira, yang bagi kami adalah gadis yang sangat berharga…. Jauh berharga dari sekedar gitar itu.” Evan segera menjawab pertanyaan dari Luis, sengaja memberikan nada suara yang cukup menekan dan mendominasi bagi Luis, meskipun orang yang mengucapkannya tampak tenang dan tidak menunjukkan emosinya sedikitpun.
Sebuah jawaban yang membuat wajah Luis sedikit memerah dan terlihat jelas bagaimana dia sekarang merasa tidak tenang setelah mendengar kata-kata Evan barusan.
__ADS_1
Apa maksud dari kata-kata Evan adalah agar aku tidak bertingkah sembarangan pada Tira yang bagi keluarganya sungguh berharga dan membuat keluarganya rela melakukan apapun untuknya?
Luis mencoba menebak-nebak apa yang sedang direncanakan oleh keluarga tira padanya dengan mengatakan hal seperti itu, yang bagi Luis seperti sebuah peringatan keras untuk tidak bertindak macam-macam terhadap Tira, karena di belakang Tira ada keluarganya yang hebat, yang akan selalu siap untuk selalu mendukung Tira.