
Rasanya ingin sekali Tira mengatakan kalau dia bisa memainkan biola atau alat musik yang lain yang sebenarnya cukup dikuasai Tira meskipun tidak sebaik piao, dan membiarkan Ernest memainkan piano, yang pastinya tidak perlu waktu lama untuk Ernest bisa menguasainya jika dia belum bisa karena Tira bisa melihat kalau Ernest menguasai permainan keyboard dengan baik tadi.
Akan tetapi Tira kembali menahan dirinya karena dia tidak mau orang melihat bagaimana saat ini dia sungguh kesulitan mengendalikan dirinya untuk tidak perduli pada Ernest.
"Bagaimana denganmu Ernest? Karena Tira sudah memegang piano, apakah ada alat musik lain yang kamu kuasai dengan baik selain keyboard?" Bram bertanya sambil menatap ke arah Ernest yang langsung tersenyum manis, seolah peertanyaan Bram tidak menjadi beban sedikitpun baginya.
"Aku akan memainkan saxsofon, karena sebenarnya aku lebih suka memainkan saxsofon daripada keyboard." Jawaban Ernest membuat mata Tira dan Janetta langsung fokus ke arah Ernest.
(Saksofon atau seksofon atau saksopon adalah alat musik tiup kayu yang terbuat dari kuningan, berbentuk seperti cangklong rokok, dan memiliki mulut tiup buluh tunggal. Meski dibuat dari logam kuningan, alat musik ini tergolong alat musik tiup kayu karena suaranya dihasilkan dari mulut tiup yang dibuat dari kayu, bukan logam. Bersama dengan alat musik tiup kayu lainnya, nada-nada yang dibuat oleh saksofon diatur dengan menutup lubang pada tabung saksofon. Lubang-lubangnya ditutup menggunakan klep pada bagian luar saksofon.
Banyak digunakan dalam musik klasik, drumben, jazz, dan musik kontemporer. Saksofon juga bisa tampil solo dan sering kali dimasukkan dalam horn section pada musik rock and roll dan musik populer lainnya. Pemain saksofon disebut saksofonis.
Alat musik saksofon biasanya kita temukan di berbagai acara dan tempat, mulai dari konser, pertunjukan musik, kafe, pernikahan, hingga rumah makan dan restoran. Saksofon atau dalam bahasa Inggris saxophone adalah alat musik yang bentuknya seperti huruf "J" dengan karakter suara syahdu, merdu, dan romantis.
__ADS_1
Saksofon diciptakan oleh Adolphe Sax pada awal 1840-an, dan terus berkembang dengan berbagai model bergantung transpose nada dan setemannya. Adolphe Sax mematenkannya pada 28 Juni 1846).
Eeh… Ernest tidak sedang bercanda kan? Apa benar dia benar-benar bisa memainkan saxsofon? Tapi Ernest tidak pernah bercanda saat mengatakan hal-hal penting seperti itu. Dia pasti bisa melakukannya.
Tira bertanya-tanya dalam hati dengan tatapan mata ragu, tapi melihat bagaimana Ernest tadi tampil meemukau sampai dia kehilangan kata-kata akibat terlalu terpesona pada sosok Ernest dengan suara merdu dan tangannya yang bergerak lincah di atas tuts keyboard, tidak ada alasan lagi bagi Tira untuk meragukan perkataan Ernest barusan.
Bagi Janetta dan Tira, memang alat musik seperti gitar dan piano, drum, bass adalah alat musik yang biasa dikuasai oleh banyak orang, meskipun mungkin mereka tidak begitu mahir, hanya sekedar bisa.
Tapi saxsofone, tidak banyak orang bisa memainkan alat musik itu jika dibandingkan dengan alat musik umum seperti kerboard atau gitar.
Tira berkata dalam hati sambil tersenyum tipis, menunjukkan perasaan lega setelah mendengar bahwa Ernest bisa memainkan alat musik yang bahkan dia sendiri tidak bisa memainkannya, saxsofone.
"Oh, ternyata selain keyboard kamu bisa memainkan alat musik saxsofone?" Bram bertanya dengan wajah puas, karena dia yakin di kelompok mahasiswa yang lain, belum tentu anggotanya ada yang bisa memainkan saxsofone.
__ADS_1
"Kalau begitu untuk gitar bisa dimainkan oleh Janetta, aku sendiri akan memegang biola. Tira piano dan Ernest saxsofone. Dengan formasi seperti itu sepertinya kita akan bisa memainkan sebuah lagu instrumental dengan baik." Bram berkata dengan sikap percaya diri.
Tira sendiri diam-diam menundukkan kepalanya berpura-pura melihat ke layar handphone sambil menarik nafas lega, dan sebuah senyuman tersungging di bibirnya.
Hari ini bagi Tira adalah hari spesial, dimana dia sadar sepenuhnya tentang apa yang sedang dirasakannya terhadap Ernest, dan juga bagaimana dia ingat penampilan Ernest dalam nyanyian dan permainan keyboardnya sudah membuatnya semakin yakin kalau dia sudah jatuh cinta pada Ernest, dan sepeenuhnya terpesona pada sosok laki-laki tampan yang ramah dan baik hati itu.
“Bagaimana menurut pedapat kalian? Apa kalian setuju dengan itu?” Pertanyaan dari Bram membuat disambut dengan acungan tangan dari Janetta.
“Bram, kalau memang boleh, bisakah aku menggantikan posisimu untuk memegang biola, sedang kamu memegang gitar?” Janetta berkata sambil tersenyum.
Janetta tahu kalau dengan keberadaan Tira, kemungkinan sosok mereka yang lain akan terlihat tidak berarti dan tenggelam, sehingga paling tidak, Janetta ingin tampil dengan gaun yang cantik untuk bisa membuat dirinya menonjol saat tampil nanti.
Dalam angan-angan Janetta, dia bisa berpenampilan anggun dan cantik saat memegang biola, karena jika dia memegang gitar, dia harus berpenampilan leebih energik dan simpel, yang pastinya akan seedikit banyak menenggelamkan sisi feminimnya, dan Janetta tidak mau hal seperti itu terjadi.
__ADS_1
Apalagi dengan masuknya Ernest dalam grup band yang menjadi kelompoknya, dia ingin membuktikan bahwa dia juga bisa terliaht cantik dan menarik seperti Tira ataupun Angel yang merupakan idola kampus karena kecantikannya,
Meskipun sebenarnya banyak orang menganggap sosok Tira lebih menarik dan cantik dibandingkan dengan Angel, tapi sebagai senior yang memang lebih dahulu menjadi idola kampus dan sifat centilnya kepada pria, membuat Angel masih memiliki banyak fans di kampus itu.