
"O, begitu ya? Setahuku kedua orangtuanya sudah meninggal." Jawaban Tira membuat Angel dengan cepat menoleh ke arah Tira dengan wajah kaget.
"Sudah meninggal? Lalu siapa yang membiayai kuliahnya sekarang? Di sini juga bukan termasuk universitas yang murah biayanya, kamu tahu itu." Pertanyaan Angel membuat Tira sedikit menahan nafasnya, mencoba berpikir cepat untuk bisa mendapatkan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaa Angel.
“Apa mungkin… Ernest sebenarnya adalah anak seorang milyuner? Atau seorang pengusaha muda sukses dan kaya raya, yang sedang menyamar menjadi orang biasa-biasa saja untuk menemukan gadis impiannya?” Pertanyaan Angel selanjutnya cukup membuat Tira melongo karena kaget.
Eh, kenapa pikiran Angel ini jadi seperti penulis skenario film fiksi romantis ya?
Tira berkata dalam hati sambil menahan tawa geli yang hampir keluar karena perkataan Angel yang baginya tingkat khayalnya cukup tinggi bagi Tira, meskipun tidak seratus persen angan-angan Angel salah, karena memang Ernest sedang menyamar.
"Ah, sebenarnya, aku tidak terlalu tahu tentang keluarga Ernest." Tira berkata tentang apa yang ada di pikirannya, karena meskipun dia tahu status Ernest sebagai seorang knight yang menjadi pengawal pribadi Alvero, pasti memiliki banyak harta, akan tetapi sejujurnya Tira memang tidak begitu mengenal kehidupan Ernest secara pribadi selama ini.
"O begitukah? Kalau begitu, karena kamu juga berasal dari Gracetian, kamu pasti bisa mengorek info lebih banyak tentang Ernest, dan kamu bisa memberitahukannya kepadaku." Dengan kembali berbisik, Angel berkata kepada Tira yang hanya bisa menganggukkan kepalanya asal-asalan.
"Maaf kalau lama menunggu kami memilih menu yang cocok." Angel berkata sambil duduk kembali di samping Ernest, sedang Tira duduk tepat di depan Ernest yang masih belum menyentuh makan siangnya karena menunggu Tira.
__ADS_1
"Tidak masalah, aku sebenarnya juga belum terlalu lapar, hanya saja setelah ini ada jam kuliah lagi. Kalau tidak makan sekarang pasti aku tidak akan sempat menikmati makan siangku hari ini." Ernest berkata sambil tersenyum, sebelum tangannya meraih sendok dan mulai menikmati makan siangnya, setelah Tira lebih dahulu memulai makan siangnya.
Meskipun saat ini Ernest menyamar sebagai teman kuliah Tira, sebagai seorang knight yang tahu betul tentang tata cara hidup di Gracetian sebagai negara monarki absolut, membuat Ernest tatap memegang teguh tentang bagaimana dia harus menghormati bangsawan dengan level di atasnya, sehingga dia dengan sengaja membiarkan Tira makan terlebih dahulu sebelum dia sendiri.
“Ernest, apa kamu memiliki saudara di Amerika?” Angel langsung mencoba membuka pembicaraan dengan Ernest sambil menikmati makan siangnya.
“Tidak ada sama sekali.” Dengan suara yang terdengar sopan, Ernest menjawab pertanyaan Angel yang membuat gadis itu semakin terpukau karena sikap sopan Ernest, dan juga suara Ernest yang bagi Angel terdengar sangat merdu.
“Eh Ernest, akhir pekan ini aku dan beberapa teman ada acara barbeque di villa keluargaku. Bagaimana kalau kamu ikut bergabung bersama kami, agar kamu bisa lebih kenal dan memiliki lebih banyak teman di kampus ini.” Sebelum menjawab pertanyaan Angel, Ernest sedikit melirik ke arah Tira yang sedang menikmati makanan di depannya, seolah tidak perduli dengan pembicaraan Ernest dan Angel.
“Maaf, aku sudah ada acara bersama seseorang akhir pekan ini.” Dengan senyum manis di wajahnya, Ernest langsung menolak ajakan Angel yang menunjukkan wajah kecewanya.
“Apa acaramu tidak bisa di jadwalkan ulang?” Angel bertanya dengan wajah berharapnya.
“Maaf, aku tidak bisa menjadwalkan ulang, karena acaraku sudah dijadwalkan sejak lama.” Dengan wajah ramahnya, tapi suara dan sikap tegas, Ernest menjawab pertanyaan Angel tanpa ada keraguan sedikitpun di dalamnya.
__ADS_1
Anna yang mendengar penolakan Ernest atas ajakan Angel langsung menyungingkan senyum puas, meski kepalanya tertunduk, berpura-pura fokus pada makanan di depannya.
# # # # # # #
“Hah?” Baik Angel dan beberapa mahasiswi lainnya, menunjukkan wajah kecewanya begitu melihat di layar monitor yang berisikan pengumuman kampus tentang kelompok yang dittugaskan Romeo untuk menampilkan musik instrumental sebagai tugas mereka.
Mereka yang tampak kecewa adalah mereka yang nama-namanya ternyata tidak tertulis satu kelompok dengan Ernest, sosok yang sedang naik daun dan menjadi idola baru di kampus itu.
“Eh, Tira, ternyata kamu beruntung sekali bisa satu kelompok dengan Ernest, meskipun aku tidak bisa satu kelompok dengan kalian berdua.” Anna yang melihat nama-nama di kelompok-kelompok yang sudah dibagi itu, berbisik pelan kepada Tira, dimana beberapa orang memandang dengan wajah iri ke arah Tira yang dianggap beruntung karena bisa satu kelompok dengan Ernest.
Beruntung sekali Ernest bisa satu kelompok denganku. Aku sudah takut dia akan ketahuan tidak bisa bermain musik sama sekali jika dia satu kelompok dengan yang lain. Sepertinya, aku harus segera menghubungi kak Alvero, agar kak Alvero bisa memikirkan cara supaya Ernest bisa lolos dalam ujian ini tanpa harus bermain musik di depan yang lain.
Tira berkata dalam hati dengan rasa sedikit khawatir, karena menyadari kalau Ernest memang orang yang hebat dalam bidangnya sebagai pengawal pribadi Alvero, tapi dalam hal musik, dia benar-benar tidak ahli dalam hal itu.
Bahkan Tira curiga, jangankan bermain musik, hanya sekedar bernyanyi saja, Ernest belum tentu bisa melakukan hal itu, membuat Tira merasa harus segera menghubungi Alvero dan meminta bantuannya agar penyamaran Ernest tidak terbongkar.
__ADS_1