
“Aku akan pergi dengan yang lain. Hari ini kamu sudah banyak urusan, termasuk melakukan penyelidikan di panti asuhan tempat Theo dulu dibesarkan. Jadi, lebih baik kamu ambil waktu istirahat untukmu.” Alvero berkata kepada Erich, sengaja mencegah Erich untuk menjadi pengawalnya kali ini, karena masalah yang akan dia hadapi bersama Victor berkaitan erat dengan Ernest, saudara kembar Erich, yang jelas-jelas sudah membuat Victor tersinggung berat.
Hingga saat ini, Alcero sengaja tidak mengatakan apapun tentang masalah Ernest di depan yang lain, karena dia ingin terlebih dahulu bertemu dengan Victor maupun Tira agar dia tahu dengan detail apa yang sebenarnya sudah terjadi, meskipun sebenarnya sedikit banyak Alvero sudah dapat menebaknya.
Ernest... seperti dugaanku selama ini, sepertinya kamu benar-benar menyukai Tira. Meskipun aku tahu kalau perasaan Ernest pasti tulus pada Tira, sayangnya aku tidak mungkin membiarkan dan menganggap angin lalu protes dari uncle Victor tentang masalah ini.
Alvero berkata dalam hati sambil berjalan pergi menjauh bersama Deanda, meninggalkan Erich yang hanya bisa patuh pada apa yang baru dikatakan oleh Alvero padanya.
"My Al, sebenarnya apa yang terjadi?" Begitu mereka sudah dalam perjalanan ke apartemen Tira, Deanda langsung bertanya kepada Alvero.
"Ernest dan Tira... uncle Victor sangat marah karena melihat mereka sedang berciuman di dalam apartemen." Alvero berkata sambil melirik Deanda yang langsung menahan nafasnya mendengar apa yang baru dikatakan Alvero.
__ADS_1
Saat itu, pikiran Deanda langsung melayang kemana-mana, terutama pada ingatan tentang bagaimana aturan yang ada di Gracetian tentang hukum dalam pernikahan para bangsawan.
Ah... kalau sudah berbicara tentang semua peraturan itu... tampaknya hubungan Tira dan Ernest akan nebjadi sulit.
Deanda berkata dalam hati sambil memandang ke arah Alvero.
"Tidak bisakah sebagai seorang raja Gracetiab kamu mengubah aturan itu?" Pertanyaan dari Deanda membuat Alvero menarik nafas panjang, karena dia langsung tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Deanda.
"Aku juga harus mempertimbangkan perasaan uncle Victor dalam hal ini." Meski bagaimanapun perkataan Alvero membuat Deanda bisa mengerti posisi sulit Alvero saat ini.
Dua orang yang sedang terlibat masalah itu merupakan dua orang yang sama-sama penting bagi Alvero.
__ADS_1
"Aku tidak tahu kenapa dulunya ada aturan seperti itu di Gracetian. Aku hanya berpikir bahwa jatuh cinta pada seseorang bukanlah suatu kesalahan apalagi dosa." Deanda berkata dengan wajah penuh simpati terhadap kasus Ernest dan Tira.
"Aku akan berusaha berbicara dengan uncel Victor. Kamu cobalah berbicara dengan Tira dan tanyakan apa yang sedang terjadi padanya dan Ernest. Mungkin untuk saat ini, itu yang bisa kita lakukan sekarang, sebelum kita membuat keputusan selanjutnya." Untuk sementara hanya itu yang bisa dikatakan oleh Alvero sebel dia memutuskan apapun tentang hal ini.
Apalagi Alvero tahu bahwa saat ini kondisi Victor yang sedang dalam kondisi emosi pastilah sulit untuk diajak bicara dan bertukar pendapat.
Pemikiran Alvero sungguh terbukti ketika mereka baru tiba di apartemen Tira, wajah Victor yang menyambut kedatangan merek masih begitu jelas menunjukkan kemarahan dan rasa kecewa yang tidak bisa dia sembunyikan, meskipun untuk menjaga sopan santunnya kepada Alvero dia sudah berusaha sebisa mungkin untuk menahannya.
Dan itu lebih terlihat jelas setelah Victor mengeluarkan suaranya yang penuh emosi.
"Maaf Alvero, aku sungguh tidak bisa memaafkan perilaku pengawalmu yang kurangajar itu! Sehingg membuatmu repot-repot datang ke tempat ini dengan mendadak." Itu adalah kata-kata yang langsung diucapkan oleh Victor begitu melihat sosok Alvero dan Deanda yang baru datang.
__ADS_1
"Aku tahu perasaan Uncle, tapi lebih baik Uncle tenangkan diri Uncle dulu, karena emosi tidak akan membuat kita berpikir jernih." Alvero berkata kepada Victor setelah memberi tanda kepada Deanda agar pergi mencari Tira ke kamarnya.