MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PERMOHONAN TIRA


__ADS_3

“Aku akan berusaha melakukannya Kak.” Tira berkata pelan, karena dia sendiri ragu bahwa dia akan bisa bersikap tenang di depan orangtuanya, yang jelas-jelas saat ini menjadi penghalang terbesar terhadap hubungannya dengan Ernest.


“Kamu adalah gadis yang lembut dan baik hati, aku yakin kamu juga tidak akan bisa bersikap sembarangan terhadap orang lain, apalagi orangtuamu sendiri.” Deanda kembali memberikan semangat kepada Tira, sebelum akhirnya dia bangkit dari duduknya.


“Kalau kamu masih butuh waktu untuk menenangkan diri, kamu bisa tetap di kamarmu. Tapi aku harap, besok pagi kamu harus tetap membiarkan dirimu sendiri bertemu dengan kedua orangtuamu. Aku yakin mereka yang sudah datang dari jauh ke tempat ini untuk menemuimu karena rindu dan juga mengkhawatirkan dirimu karena kasus teror itu.” Deanda yang sudah berdiri dari duduknya, berkata kepada Tira yang terlihat mendongakkan kepalanya ke arah Deanda.


“Apa Kakak akan pergi sekarang?” Dengan suara berharap kalau Deanda akan bisa lebih lama tinggal dengannya, Tira bertanya kepada Deanda yang langsung menyungingkan senyum manisnya.


“Sayangnya iya Tira. Kamu tahu kakakmu Alvero pasti tidak mau jika disuruh menginap di sini, karena di mansion kelaurga Shaw ada Ornado dan Dave, juga Evan. Apalagi acara perayaan ulang tahun unle Augistin Shaw akan diadakan besok di sana. Kalau aku pribadi tidak keberatan jika menginap di temapt ini, karena di sana aku juga dilarang keras membantu persiapan pesta. Hanya saja… kakakmu Alvero pasti akan protes keras kalau aku tidak berada di dekatnya.” Tira sedikit menyungingkan senyumnya mendengar kata-kata dari Deanda tentang Alvero.


Apa yang dikatakan oleh Deanda memang adalah hal yang sudah emnajdi rahasia umum di kalangan penghuni istana, bahwa Alvero dikenal begitu posesif terhadap permaisurinya, sehingga sejak menikah, Alvero tidak pernah membiarkan Deanda berada jauh darinya lebih setengah hari. Meskipun Alvero pun tampak tidak pernah menghadiri acara apapun tanpa adanya Deanda di sampingnya.


Di setiap waktu dan kesempatan, orang yang mengenal raja dan permaisuri Gracetian itu akan melihat, dimana ada Alvero, pasti ada Deanda, dan begitu juga sebaliknya.


Sehingga beberapa orang bahkan menjuluki pasangan itu seperti mur dan baut yang tidak bisa dipisahkan keberadaannya, saling terhubung satu dengan yang lainnya.

__ADS_1


“Kak… kalau begitu… bisakah aku meminta tolong pada Kakak?” Suara Tira yang terdengar memohon membuat Deanda memandang dalam-dalam ke arah Tira.


“Apa yang bisa aku bantu untukmu sekarang?” Dengan tatapan mata lembutnya, Deanda berkata kepada Tira.


“Aku… minta tolong… sampaikan pesanku pada Ernest.... Katakan padanya bahwa aku baik-baik saja, dan berharap agar dia jangan terlalu bersedih tentang aku, karena kami berdua pasti bisa melalui ujian cinta kami ini, dan akan tetap bersama di masa depan, meskipun saat ini terlihat tidak mungkin.” Kata-kata Tira membuat Deanda sedikit menahan nafasnya, merasa ikut sedih melihat bagaimana Tira menyampaikan akta-kata seperti itu.


Sebelum pergi menemui Tira, ketika bertemu dengan Victor yang langsung menyatakan emosinya kepada Alvero, Deanda melihat di atas meja yang ada di dekat kaki Victor tadi tampak dua buah handphone tergeletak di sana.


Salah satu handphone itu, Deanda tidak mengenalnya, sehingga membuat Deanda menebak-nebak bahwa itu adalah handphone milik Victor atau Ava.


Kasihan sekali Tira, karena saat ini, dia pasti tidak bisa menghubungi Ernest sama sekali. Pasti itu sangat menyakitkan hatinya, apalagi aku sempat mendengar bagaimana uncle Victor sudah menampar wajah Ernest di depan Tira. Dia pasti sedih tidak bisa menghibur Ernest. Tapi aku tidak boleh memperlihatkan wajah prihatin di depan Tira, atau Tira akan semakin terpuruk dalam kesedihannya.


Deanda berkata dalam hati sambil tersenyum tipis ke arah Tira.


“Aku akan memberitahukan Ernest pesan darimu. Aku juga akan memberikan semangat untuknya, agar dia tidak merasa sendiri, meskipun sampai saat ini, aku belum bisa membantunya sama sekali.” Deanda berkata dengan tulus, karena dia sendiri sejak bertemu dengan Ernest, sudah menganggap Ernest sebagai bagian dari keluarga, karena dalam banyak hal, Ernest juga sudah membantunya dengan tulus.

__ADS_1


“Terimakasih Kak Deanda….”


“Kamu juga diundang kan di acara pesta ulang tahun uncle Augistin besok. Meskipun papamu sedang sangat marah kepada Ernest, dia tidak bisa mencegah kamu untuk hadir ke acara penting seperti itu, walaupun dia tahu resikonya, kamu mungkin akan bertemu Ernest meskipun kalian tidak mungkin diijinkan untuk saling berbicara.” Kata-kata Deanda membuat dada Tira berdegup sedikit kencang.


Kenapa aku tidak berpikir sampai kesana? Dengan menghadiri pesta besok, aku akan mendapatkan sedikit kesempatan untuk bertemu dengan Ernest, dan melihat keadaannya. Apa dia baik-baik saja.


Tanpa sadar, dengan semangat Tira berkata dalam hati, seolah mendapatkan kesempatan emas.


“Aku akan sangat bahagia meski hanya bisa memandangnya dari jauh. Tapi Kak… apa mungkin papa akan membiarkan Ernest… datang ke pesta itu? Aku yakin dengan sikap keras papa, dia akan meminta kak Alvero untuk mengusir Ernest jika sampai papa melihat wajah Ernest ada di sana.” Tira yang tiba-tiba seperti tersadar kembali melihat kenyataan, langsung berkata dengan sikap putus asa.


“Aku akan mencari cara dan berusaha membicarakan masalah ini dengan kakakmu Alvero. Semoga dia bisa mengerti kondisimu dan Ernest.” Deanda berkata kepada Tira, dengan otak cerdasnya langsung berpikir tentang apa yang harus dia katakan kepada Alvero agar mau memberikan sedikit kesempatan kepada Tira dan Ernest untuk bisa saling menatap, apling tidak agar mereka bisa saling memastikan kondisi satu sama lain baik-baik saja.


# # # # # # #


“Bagaimana pembicaraanmu dengan uncle Victor?” Setelah Deanda kembali bersama Alvero duduk di dalam mobil menuju kediaman keluarga Shaw, Deanda segera bertanya kepada Alvero tentang hasil pembicaraannya dengan Victor, sekaligus mencoba mencari kesempatan agar bisa mendapatkan ijin agar Tira bisa bertemu dengan Ernest meskipun hanya bisa saling memandang saja dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2