
Siapa yang tidak akan suka, memiliki anggota tim yang begitu tinggi loyalitas maupun begitu hebat dan tangguh seperti Erich dan Ernest. Dalam hal ini, Alvero memang sangat beruntung. Bisa-bisanya mendapatkan dua orang hebat sekaligus di sisinya. Keberuntungan yang sangat besar. Belum lagi dia bisa memiliki Deanda di sisinya sebagai permaisuri Gracetian.
Enzo berkata dalam hati dengan menahan tawa gelinya mengingat sosok sepupunya Alvero.
“Maaf Pangeran Enzo, jika boleh saya tahu, apakah ada hasil lain yang diceritakan oleh pihak kepolisian terhadap hasil penyelidikan terhadap Robin?” Ernest bertanya kepada Enzo dengan sikap penasaran karena baginya, dia ingin mendengar secara detail tentang apa yang sudah dilakukan Robin, yang mungkin itu adalah temuan baru yang belum pernah dia dengar sebelumnya.
“Banyak sih, tapi menurutku, intinya hanya satu, karena seorang Robin yang begitu tergila-gila pada Tira, tidak bisa mengendalikan diri dan emosinya dengan baik, sehingga dia bertindak berlebihan seperti itu. Dia sungguh tidak bisa membedakan mana yang pantas untuk dilakukan dan tidak boleh dilakukan terhadap orang lain.” Suara desass… aahan tampak terdengar di akhir kata-kata Enzo.
“Justru aku menemukan banyak info dari salah satu pengawal istana yang ditugaskan oleh Alvero untuk menyelidiki kehidupan Robin selama ini, menemukan bahwa sebenarnya, dia adalah orang yang hidup sendiri tanpa ada keluarganya yang perduli padanya.” Enzo berkata sambil menggaruk salah satu alis tebalnya.
“Apa maksudnya itu Pangeran Enzo?” Dengan cepat, Ernest langsung bertanya dengan wajah terlihat begitu penasaran.
“Sebelum tertangkap, Robin sebenarnya bermaksud untuk menculik Tira, dan mengurungnya dalam apartemen yang sudah dia sewa dua hari sebelum terjadinya penangkapan pada dirinya.” Penjelasan dari Enzo membuat Ernest sedikit tersentak kaget dan secara spontan melirik ke arah Tira yang tampak sedang mengamati kondisi jalanan dengan posisi setengah berbaring dan terlihat santai, dan tampak baru saja menguap dengan lebar, menunjukan rasa kantuk yang mulai menyerangnya.
Melihat itu rasanya Ernest ingin memeluk tubuh gadis itu, setelah mendengar ternyata Robin memiliki niat begitu jahat dan mesum pada gadis yang dicintainya itu.
__ADS_1
Untuk saat ini, Ernest bersyukur bahwa Tira tidak mendengar pembicaraannya dengan Enzo, karena Ernest yakin itu akan membuat Tira jadi semakin ketakutan dan merasa tidak nyaman.
Gadis yang lembut dan anggun seperti Tira, sungguh Ernest tidak menyangka ada orang-orang yang berniat melakukan hak sejahat itu padanya.
“Motivasinya kenapa Robin melakukan hal seperti itu, karena selama ini di keluarganya Robin selalu menjadi orang yang ditinggalkan keluarganya, sehingga Robin ingin mengurung Tira agar Tira tidak bisa pergi dan lari meninggalkannya seperti apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya.” Enzo menghentikan perkataannya sebentar karena terlihat James yang sedang melewatinya bersama dengan Elenora dan menyapanya, membuat Enzo harus membalas sapaan mereka meskipun hanya dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar sambil melambaikan tangan.
Siapa orang-orang yang pernah meninggalkan Robin sehingga meninggalkan trauma begitu dalam?
Rasanya Ernest ingin sekali bertanya kepada Enzo, tapi dia begitu menahan bibirnya, karena kalau dia bertanya, pasti Tira akan menoleh ke arahnya, dan menjadi penasaran dengan isi pembicaraannya dengan Enzo, sedangkan saat ini bagi Ernest bukanlah saat yang tepat, karena kasus Luis sudah cukup menguras pikiran Tira, sehingga Ernest tidak ingin bebad pikiran dari Tira bertambah.
“Tanpa perduli dan memikirkan hati dan kehidupan apalagi masa depan anak-anaknya, kedua orangtua Robin berpisah setelah setiap harinya mereka sibuk bertengkar dan mencari kesenangannya sendiri-sendiri dan membuat Robin harus tinggal dengan neneknya ketika itu.” Enzo langsung memulai ceritanya tentang apa yang menyebabkan Robin menjadi orang seperti itu.
“Sebelum bercerai, baik ibu atau ayah dari Robin, mereka seringkali berganti-ganti pasangan, dan tanpa ragu membawa selingkuhan mereka ke rumah dan bermesraan di depan anak-anaknya, sehingga membuat suasana di rumah mereka seperti di sebuah neraka.” Enzo kembali melanjutkan ceritanya tentnag Robin.
“Mungkin setelah kedua orangtuanya bercerai, Robin berharap bisa hidup tenang dengan neneknya, tapi sayangnya selain neneknya, di rumah itu tinggal paman Robin yang ternyata tidak menyukai Robin, sehingga dia selalu berusaha agar Robin diusir dari rumah itu.” Penjelasan Enzo selanjutnya membuat Ernest sedikit mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
“Pada akhinya, nenek Robin yang terpengaruh dengan bujukan paman Robin, justru menitipkan Robin ke salah satu anaknya yang lain dan disanapun kehidupan Robin tidak kalah menderitanya, karena diperlakukan seperti pembantu di rumahnya dengan alasan bahwa Robin harus menggantikan semua biaya makan minum Robin selama tinggal di sana.” Enzo mengakhiri ceritanya dengan sebuah tarikan nafas yang cukup panjang.
“Mendengar itu semuanya, sebenarnya Robin hanyalah orang yang tumbuh dewasa tanpa kasih sayang, dan dia ingin mendapatkan kasih sayang dari orang yang dia pilih, dalam kasus ini adalah Tira.” Ernest berani sedikit berkomentar setelah diliriknya, Tira yang tampak tertidur, denga nafasnya yang terdengar teratur, dengan dadanya yang tampak naik turun dengan gerakan pelan dan juga teratur.
Hari memang masih siang, tapi Ernest tidak heran melihat bagaimana Tira yang akhirnya tertidur karena semalaman gadis itu memaksa dirinya untuk tetap terjaga, karena menunggu kabar dari Ernest dan Erich.
“Jika dilihat dengan baik, kata-katamu itu memang benar, tapi sayangnya, tindakan terornya kepada Tira dan keinginannya untuk memaksa Tira tinggal dengannya, sangat tidak bisa diterima.” Enzo dengan cepat menjawab perkataan dari Ernest yang langsung terdiam, karena diapun tidak rela dan tidak akan membiarkan Robin melakukan hal buruk seperti itu pada gadis kesayangannya.
“Apa itu berarti benar, bahwa orang jahat adalah orang baik yang pernah tersakikti?” Komentar dari Enzo membuat Ernest mengernyitkan dahinya dan menyipitkan matanya.
“Maaf Pangeran Enzo… tapi sepertinya saya tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran tentang orang jahat yang dulunya orang baik yang tersakiti. Bagi saya, orang baik akan tetap menjadi orang baik meskipun dia disakiti, dan orang jahat akan tetap menjadi jahat meskipun mereka tidak pernah disakiti. Semua itu adalah pilihan mereka dalam menjalani hidup mereka. Mau menjadi orang baik atau jahat semua di tangan masing-masing orang” Ernest maengeluarkan apa yang ada di pikirannya tentang orang baik dan orang jahat.
Jawaban bijaksana dari Ernest, membuat Enzo tertawa kecil.
Pantas saja Alvero begitu perduli kepada kedua pengawal kembarnya itu. Aku tidak merasa heran setelah melihat bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah dan bagaimana bijaknya mereka dalam berpikir.
__ADS_1
Ewnzo berkata dalam hati sambil menghela nafasnya.