
Ist.... bisa-bisanya orang menunjukkan kemarahan dengan merusak barang milik orang lain seperti ini.
Sedikit omelan dalam hati dilakukan oleh Ernest yang menggaruk-garuk alisnya sambil melihat ke arah saxsofon miliknya.
Hah… sepertinya peneror itu sudah mulai beraksi dan menunjukkan bahwa ide putri untuk menarik perhatiannya sungguh berhasil.
Ernest yang menyempatkan mampir ke loker miliknya tampak menghela nafas sambil berkata dalam hati begitu melihat bagaimana saxsofon miliknya yang tadi dia simpan sebelum dia mengikuti mata kuliah berikutnya tampak keyguardnya patah dan terlihat jelas bahwa ada orang yang dengan sengaja merusak kerguard itu.
(Keyguard ini adalah bagian dari saxsofon yang menutup klep/key di bell dan cekungan bawah bel. Bentuknya sangat variatif. Kesannya cuma sebagai pemanis padahal ini salah satu bagian pada saxophone yang penting.
Fungsinya bukan hanya sebagai penjaga key/klep supaya tidak berbenturan dengan benda keras tetapi sebagai penjaga pitch saxophone juga.
Pitch saxophone diluar desain saxsofonnya, dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu: yang pertama, seberapa masuk mouthpiece ke dalam cork neck saxophone, sedang yang kedua jarak antara key dengan tonehole.
Untuk nomor 1 sebagian besar pemain sax pasti sangat aware tapi sayangnya kurang banyak yang mengetahui nomer 2. Cara sederhana untuk tes adalah dengan membunyikan not G pada sax dan tutup setengah key 3 jari kanan. Nadanya akan meninggi. Ilmu untuk tuning ini disebutnya Key Adjustment.
Salah satu bagian dalam key adjustment terdapat pada keyguard. Bagian Keyguard ada bagian yang berbentuk tabung terbuat dari bahan kain disebut felt. Nah felt ini fungsinya untuk mengatur tinggi rendah jarak antar key dengan tonehole ketika keadaan terbuka. Artinya ini akan mengatur pitch dalam saxsofon).
__ADS_1
Semoga peneror itu tidak bertindak lebih bodoh lagi dan hanya berani melakukan tindakan seperti ini kepadaku. Kalau sampai dia berani menyentuh putri Tira, aku benar-benar akan menghabisinya.
Ernest kembali berkata dalam hati dengan sikap ogah-ogahan, memasukkan kembali saxsofon miliknya ke dalam tasnya dan membawanya untuk dia masukkan ke dalam mobilnya.
Meskipun saxsofon yang rusak itu bukan saxsofon kesayangannya, tapi sebagai pecinta saxsofon, Ernest tentu saja merasa tidak rela juga melihat saxsofonnya dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab seperti itu.
Namun begitu Ernest mengingat semua yang terjadi karena demi Tira, sebuah senyum manis tersungging di wajah tampannya.
Aku bisa melakukan dan merelakan apapun untuk putri Tira. Asal dia bahagia dan bisa hidup dengan aman. Hanya sebuah saxsofon... tidak ada artinya dibandingkan dengan putri Tira yang jauh lebih berharga. Jika itu bisa membuat peneror itu berhenti meneror putri, bahkan ratusan saxsofon, bahkan saxsofon kesayanganku, aku akan rela membiarkan peneror itu merusaknya.
Ernest kembali berkata dalam hati sambil melirik jamnya, dan segera menutup lagi lokernya begitu melihat jam yang menunjukkan sudah waktunya dia pergi ke cafe, untuk menyusul Tira dan yang lain menikmati makan siang bersama.
"Lalu bagaimana Tuan Ernest? Apa yang terjadi selanjutnya?" Edi yang melakukan panggilan telepon dengan Ernest, terlihat begitu penasaran dengan apa yang terjadi setelah Ernest melakukan pernyataan cintanya pada Tira di depan banyak orang.
"Sesuai dengan perkiraan putri, sepertinya tindakanku tadi berhasil memancing emosi peneror itu." Ernest berkata sambil melirik ke arah tas berisi saxsofon miliknya yang dirusak oleh seseorang, meskipun belum pasti siapa orangnya, Ernest yakin itu adalah perbuatan orang yang selama ini meneror Tira.
"Seseorang sudah merusak saxsofon yang aku gunakan untuk mendekati Tira tadi pagi." Ernest berkata pelan.
__ADS_1
"Hah? Benarkah? Secepat itu reaksinya? Dia pasti sangat marah pada Tuan Ernest." Edi berkata dengan mata terbeliak kaget.
Walaupun Edi sudah mengira kalau ide Tira yang diceritakan oleh Steven padanya tadi malam pasti memancing kemarahan peneror itu, tapi dia tidak menyangka kalau reaksinya akan secepat itu.
"Berarti apa yang dilakukan oleh Tuan Ernest hari ini, benar-benar membuat orang percaya kalau Tuan Ernest sungguh sudah jatuh cinta pada tuan putri. Tidak sia-sia usaha keras Tuan Ernest sampai harus berlatih semalaman sudah membawakan lagu romantis itu." Kata-kata Edi membuat sebuah senyum yang terlihat dipaksakan di wajah Ernest.
Penampilan sempurna dari Ernest tadi untuk Tira, memang tidak dilakukan Ernest tanpa persiapan, justru dengan persiapan yang begitu matang.
Setelah kembali dari mengantar Tira ke apartemennya, Ernest langsunng memikirkan cara untuk menjalankan ide Tira, dan begitu menemukan ide, Ernest langsung mencari lagu yang baginya terasa paling pas untuk menyampaikan perasaannya, dan dia berlatih hingga lewat dini hari.
Bahkan untuk menyempurnakan penampilannya, Ernest sengaja hanya mengambil waktu tidur kurang dari 4 jam, dan memaksa dirinya untuk kembali berlatih di sela-sela waktunya bersiap untuk menghadiri kuliah pagi tadi.
Walaupun Ernest memiliki kemampuan untuk memainkan saxsofon, tapi pekerjaannya di Gracetian menyita cukup banyak waktu dan tenaganya, apalagi boleh dikata, dia baru saja pulih dari luka-luka akibat pertempurannya dengan kelompok pemberontak, sehingga dia sadar diri untuk berlatih dengan baik jika tidak ingin tampil memalukan di depan banyak orang, terutama Tira.
Untung saja sebagai pengawal pribadi Alvero yang memang terlatih secara fisik, yang kadang mengharusnya harus berjaga dan siap dalam kurun waktu lebih dari 24 jam, waktu istirahat kurang dari 4 jam, bagi Ernest lebih dari cukup.
Pura-pura jatuh cinta pada putri? Mungkin Edi dan Steven, maupun putri sendiri menganggap aku seperti itu, padahal aku sungguh mencintainya dengan tulus, meskipun bagiku putri Tira terlalu jauh intuk aku gapai. Hanya saja, aku tidak boleh membuat orang yang mengenal kami berdua tahu kalau aku benar-benar mencintainya, dan yang aku lakukan untuknya bukanlah sebuah kepura-puraan apalagi karena sekedar sebuah tugas saja, karena itu pasti akan membuat masalah dalam hubungan kami. Dan mungkin, putri akan membenciku dan menganggapku kurang ajar, jika putri sampai tahu aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya.
__ADS_1
Ernest berkata dalam hati sambil menahan nafasnya, dengan mata yang tetap fokus pada jalanan, karena saat ini dia sedang menyetir ke arah cafe X untuk bertemu Tira dan yang lainnya.