
Kehadiran Tira yang berjalan masuk ke dalam ruang kelas membuat Ernest mau tidak mau tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari sosok cantik yang beberapa hari ini selelu memenuhi hati dan pikirannya.
Meskipun Ernest tahu tidak ada harapan bagi rasa cintanya di masa depan, tapi bagi Ernest yang begitu mencintai Tira, begitu sulit untuk menghapuskan dan menekan rasa cinta yang dirasanya semakin hari semakin terasa besar dan menggila di dalam sana, sehingga antara hati, pikiran dan respon tubuhnya tidak bisa lagi bisa sejalan saat berhubungan dengan Tira.
Sosok ramah Ernest yang selama ini begitu taat dengan semua aturan yang ada, dan selalu tenang dan mengalir dengan lembut seperti aliran air di sungai yang jernih, setelah dia berada begitu dekat dengan Tira hatinya mulai tidak bisa lagi dia kendalikan dengan baik sehingga seringkali bergejolak bahkan hanya dengan membayangkan sosok Tira.
Apalagi sebuah peristiwa dimana meski tanpa sengaja sudah membuat Ernest sempat merasakan begitu lembut sekaligus hangatnya bibir Tira waktu itu, benar-benar membuat hati dan sikapnya tidak bisa lagi untuk tetap tenang seperti biasanya. .
Sekeras apapun usahanya untuk menekan rasa cintanya pada Tira, rasa itu justru semakin lama semakin besar dan membuat Ernest tersadar sepenuhnya, bahwa di masa depan, tidak akan adalagi rasa cinta yang bsia dia berikan kepada gadis lain selain Tira seorang.
Pandangan mata Ernest akhirnya harus terpaksa berhenti setelah sosok Tira tenggelam diantara para mahasiswa lainnya yang sudah mendapatkan posisi duduk mereka.
Kondisi kelas yang hari ini terlihat sangat penuh karena mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang memiliki pengaruh besar pada pencapaian nilai para mahasiswa, apalagi kedatangan Tira boleh dibilang terlalu berdekatan dengan jam dimulainya kelas, dimana dosen pengajar juga sudah terlihat berjalan tepat di belakang Tira.
Hal itu membuat bangku yang tersisa hanyalah bangku di deretan paling belakang, sehingga mau tidak mau Tira hanya bisa mendapatkan bangku di belakang sana, dan posisinya bangku itu terletak di bagian paling barat, bagian paling jauh dari posisi Ernest yang duduk di bagian paling timur ruang kelas dan juga di posisi agak depan, sehingga membuatnya sulit untuk bisa mengamati posisi duduk Tira.
Ah... dengan posisi duduk kami, akan sulit bagiku untuk menagamati posisi putri...
__ADS_1
Ernest hanya bisa melenguh dalam hati begitu menyadari posisi duduknya yang tidak menguntungkan sehingga sulit untuk melihat ke arah Tira tanpa tertutup oleh tubuh mahasiswa yang lain, dan rasanya pasti aneh jika selama pelajaran berlangsung dia harus terus menoleh ke belakang.
Jika Ernest berani melakukan itu, bisa jadi dosen pengajarnya akan menegur keras tindakannya, apalagi... dosen pengajar saat ini adalah Luis Anston....
Luis, yang sedari awal tidak pernah bersikap ramah dan selalu memandang tajam ke arahnya, Ernest yakin, dosen muda itu tidak akan membiarkannya dia dngan bebas terus mengamati sosok Tira yang duduk terpisah begitu jauh darinya itu.
Meskipun itu hanya pemikiran Ernest, Ernest merasakan sejak Luis masuk ke dalam kelas dimana dia berjalan tepat di belakang Tira, Luis tidak berhenti mengamati sosok Tira, bahkan hingga Tira mengambil posisi duduk di tempatnya.
Sekilas Ernest bisa melihat pandangan mata Luis yang melirik ke arahnya, dan ada sebuah senyum tipis yang terlihat di wajah Luis saat melihat bagaimana saat ini posisi duduk antara Ernest dan Tira tampak begitu jauh, dan itu membuat Ernest sulit untuk bisa memandang ke arah Tira dengan bebas.
Aku harap waktu pertukaran mahasiswa yang harusnya berjalan minimal selama 1 tahun ke depan bisa aku ubah hanya sebulan sehingga Ernest bisa dengan segera kembali ke Gracetian dan tidak bertindak seperti serangga pengganggu yang terlihat begitu menempel pada Tira.
Luis berkata dalam hati sambil membuka buku tebal di depannya yang berisi materi kuliahnya hari ini.
Apa ini hanya perasaanku saja? Sepertinya pak Luis terlihat begitu senang hari ini. Apa karena aku dan putri duduk dengan posisi yang begitu jauh. Meskipun aku bisa melihat jelas bagaimana sukanya pak Luis pada putri, tapi sikapnya benar-benar mencurigakan. Apa mungkin ini hanya sekedar rasa cemburuku pada pak Luis sehingga aku berpikir kalau pak Luis terlihat senang melihat kami tidak bisa saling berdekatan seperti biasanya?
Ernest berkata dalam hati sambil mencoba untuk melirik ke arah Tira berada, tapi karena posisi duduknya yang cukup jauh dan di depan, membuat Ernest memang sulit untuk melihat sosok Tira dari tempatnya duduk.
__ADS_1
Antara rasa lega, puas, dan juga meremehkan bagi Ernest terlihat saat sebuah senyum tersungging di bibir tipis Luis, yang terlihat tidak ingin menunda waktunya langsung memulai mata kuliah yang harus diajarkannya pagi ini.
Lain lagi dengan posisi Tira yang di bangku paling belakang yang berupa tribun itu, justru membuatnya dengan bebas mengamati sosok Ernest dari tempatnya duduk.
Awalnya, begitu duduk di tempatnya Tira yang tadi sedikit terburu-buru karena kelas sudah hampir dimulai tidak sempat melihat dimana posisi duduk Ernest.
Selain itu penuhnya kelas pagi ini membuat Tira sedikit mengalami kesulitan untuk dengan mengetahui posisi duduk Ernest yang dia yakin sudah terlebih dahulu ada di dalam kelas saat ini.
Setelah Tira mendapatkan tempat duduknya, tanpa sadar matanya secara otomatis mencari dimana posisi duduk Ernest.
Dia ada di sana... belum ada seminggu berpisah dan aku sudah begitu merindukan kehadirannya.
Tira berkata dalam hati dengan dada yang berdetak kencang begitu matanya menangkap sosok Ernest yang duduk cukup jauh darinya.
Besok saat dia menjemputku, aku harus bisa membuatnya mengatakan dengan jujur tentang perasaannya padaku. Sabar Tira.... tunggu sampai besok tiba... dan aku akan mendapatkan jawaban atas rasa cintaku pada Ernest. Dengan sikap Ernest padaku selama ini, aku yakin dia juga memiliki rasa suka padaku, dan aku harus membuatnya mengakui itu di depanku.
Tira berkata dalam hati sambil menatap ke arah Ernest yang tampak fokus pada penjelasan Luis di depan, karena baginya tidak adalagi yang bisa dia lakukan untuk bisa mencuri pandang ke arah Tira, setelah dia mengalami kesulitan untuk mengamati keberadaan Tira.
__ADS_1