
“Mmm… sebenarnya memang tidak ada. Tapi kalau melihat bagaimana tadi pak Luis tidak menyinggung kita sama sekali setelah kejadian yang biasanya pasti akan menyulut kemarahan pak Luis jika itu orang lain, aku mulai berpikir bahwa pemikiran beberapa teman kita mungkin ada benarnya….” Anna berkata dengan nada suara semanin lama semakin lirih dan bahkan hampir tidak terdengar.
“Apa maksudmu? Memang apa yang dipikirkan oleh teman-teman kita tentang pak Luis?” Tira kembali bertanya kepada Anna dengan wajah penasaran.
“Beberapa teman sekelas kita tadi, bahkan termasuk aku… kami merasa curiga kalau pak Luis sebenarnya menyimpan perasaan suka padamu….” Anna berkata sambil meringis, karena kata-katanya pasti akan membuat Tira kaget.
“Apa?” Perkataan Anna sukses membuat Tira terpekik kaget tanpa menyadari bahwa saat ini mereka berdua sedang berada di ruang perpustakaan yang sebelum pintu masuk sudah tertulis peringatan untuk menjaga sikap dan ketenangan selama berada di ruang perpustakaan itu.
"Hust…!” Beberapa orang yang merasa tergangganggu dengan suara yang ditimbulkan oleh Tira langsung bereaksi, membuat dengan spontan Tira langsung menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.
“Maaf… maaf….” Tira yang melihat beberapa mata menatap ke arahnya dengan wajah kesal, akhirnya langsung membisikkan kata-kata maafnya sambil mengatupkan kedua tangannya di depan wajahnya yang mengangguk-anggukkan kepalanya sambil menatap ke arah orang-orang yang akhirnya kembali fokus pada apa yang dikerjakannya setelah melihat Tira meminta maaf.
“Kenapa kamu bisa berpikir aneh seperti itu tentang aku dan pak Luis?”
__ADS_1
“Bukan hanya aku, tapi beberapa orang memang berpikir seperti itu. Dan kalau kamu tanya alasannya kenapa? Ya simple saja… dari kejadian tadi. Pak Luis yang biasanya tidak bisa mentolerir kesalahan sekecil apapun yang dilakukan orang lain kepadanya, hari ini justru terlihat biasa-biasa saja padahal kamu sudah menabraknya, dan datang lebih lambat dari dia.” Anna mencoba menjelaskan kenapa dia sempat berpikir bahwa Luis menyukai Tira.
“Pemikiran kalian sungguh aneh. Mungkin saja pak Luis hari ini moodnya sedang bagus, karena itu dia tidak memarahi kita tadi.” Alaya mencoba mencari alibi tentang apa yang membuat Luis tidak memarahi dia dan Anna sedikitpun tadi, bahkan terkesan membiarkan mereka seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
“Masa begitu? Rasanya tidak mungkin….” Anna berkata sambil mengernyitkan dahinya, memikirkan apakah yang dikatakan oleh Tira itu masuk akal atau tidak.
“Daripada fokus padaku, kenapa kalian tidak berpikir bahwa pak Luis bisa saja menyukaimu, bukan aku. Bukankah tadi kita berdua yang melakukan kesalahan? Bukan hanya aku?”
“Hah?” Anna langsung melongo mendengar pertanyaan balik dari Tira yang jelas saja tidak bisa disangkalnya, karena memang begitu kenyataannya tadi.
“Tidak mungkin, itu sama sekali tidak masuk akal. Aku sudah memiliki kekasih.” Anna langsung menyanggah perkataan Tira.
“Memang kenapa? Diantara begitu banyak siswanya, memang pak Luis tahu kalau kamu punya kekasih yang berkuliah di tempat lain? Kalau sama-sama di kampus ini mungkin akan banyak orang tabu tentang hubungan kalian, tapi kekasihmu bahkan tidak ada di negeri ini, sedang kuliah nun jauh di negara asing.” Tira berkata sambil tersenyum melihat wajah Anna yang merasa bingung begitu mendengar kata-kata Tira.
__ADS_1
“Pokoknya tidak mungkin pak Luis tertarik padaku, kalau kamu, aku jamin siapapun bisa jatuh cinta padamu karena kecantikan dan kehebatanmu dalam bermain musik.” Anna tetap bersikeras sambil menggeleng-gelengkan kepalanya di hadapan Tira.
“Sudah, jangan diteruskan. Yang pasti jika kamu menganggap pak Luis tertarik padaku, aku juga bisa menganggap pak Luis tertarik padamu.” Tira berkata sambil menutup buku yang sedari tadi tidak sempat dibacanya karena sibuk mengobrol dengan Anna, meskipun harus dengan suara berbisik agar tidak dianggap mengganggu yang lain dan berakhir dengan mereka berdua akhirnya diusir dari ruangan itu oleh petugas perpustakaan yang dikenal galak dan disiplin.
“Sebaiknya kita pergi sekarang. Kelas selanjutnya akan segera dimulai, jangan sampai kedatangan kita di kelas waktunya terlalu mepet seperti kelas pak Luis tadi.” Tira berkata pelan sambil bangkit dari duduknya,bersiap untuk pergi.
Tindakan Tira segera diikuti oleh Anna yang mengekor di belakang Tira saat mengembalikan buku yang sedari tadi nasibnya sama dengan buku yang dipegang Tira, tidak terbaca sama sekali meskipun hanya satu kalimat saja.
“Tira… sebenarnya seperti apa tipe laki-laki yang kamu suka?” Tiba-tiba Anna bertanya begitu mereka keluar dari ruang perpustakaan itu.
“Aku?”
“Ya tentu saja kamu. Kalau aku sih jelas-jelas tipe laki-laki seperti kekasihku. Sedikit acuh tak acuh, tapi sebenarnya cinta mati padaku. Tidak banyak bicara tapi perhatian dan tahu semua tentang apa yang aku sukai dan aku benci.” Tanpa diminta, Anna langsung memberikan penjelasan kepada Tira tentang sosok pira idamannya.
__ADS_1
“Bagaimana denganmu? Pasti kriteriamu sangat tinggi karena kamu adalah seorang putri dari kerajaan besar dan kaya seperti Gracetian.” Tira langsung tersenyum kecil mendengar bagaimana asumsi Anna terhadap dirinya.
“Aku suka dengan laki-laki yang baik hati dan ringan tangan, ramah, perhatian dan sayang pada orang-orang di sekitarnya…. Kalau masalah tampan, aku tidak akan pernah khawatir karena di Gracetian adalah gudangnya para pria tampan berada.” Tira mejawab pertanyaan Anna sebelum membelok ke arah kanan, dimana kelas yang akan diikutinya berada di ujung lorong itu.