MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
PESAN UNTUK ERNEST


__ADS_3

"Tira...." Suara sapaan dari Robin yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Tira, setelah berlari-lari kecil menyusulnya, membuat baik Tira maupun Anna sedikit menghentikan gerakan langkah kaki mereka berdua.


"Ah, kamu Robin? Kata Anna kamu satu kelompok dengan Anna ya?" Tira langsung membalas sapaan Robin padanya.


"Betul, tapi sayang sekali ya kita bertiga tidak bisa satu kelompok." Suara Robin yang terdengar mengandung nada penyesalan membuat Tira tersenyum sambil melirik ke Anna yang memandang mereka berdua dengan wajah serius.


Di belakang sana, Ernest yang awalnya ingin menyendiri terlebih dahulu setelah menerima pesan dari Erich, jadi ikut menghentikan matanya, dengan mata yang sedikit menyipit melihat siapa yang sedang berbincang dengan Tira, dan mulai kembali melakukan analisa terhadap orang itu, sama seperti yang sudah dia lakukan pada Luis dan Bram, termasuk Anna ketika pertama kali melihatnya selelu menempel di dekat Tira.


Robin Stone... salah satu mahasiswa jurusan musik, satu angkatan dengan putri TIra, dikenal ramah dan cukup dikenal di lingkungan kampus karena aktif mengikuti banyak kegiatan kampus yang melibatkan banyak orang. Berasal dari keluarga yang cukup mampu, tapi saudara satu sama lain, tidak pernah akur dan selalu ada perselisihan diantara mereka. Beberapa dari mereka bahkan dikabarkan pergi meninggalkan Amerika saat perselisihan diantara mereka semakin meruncing, dan sampai detik ini mereka tidak lagi saling berkomunikasi.


Ernest berkata dalam hati sambil menatap ke arah Robin sambil menghela nafas panjang, membayangkan bagaimana rumitnya kehidupan di keluarga Robin, yang tidak pernah akur satu sama lain.


Bahkan ayah Robin dan adik kandungnya, pernah terlibat sebuah pertikaian hebat sehingga mereka saling memukul di depan orang banyak tanpa perduli penilaian orang terhadap hubungan mereka yang semakin memburuk setelah kejadian itu. Tidak bertegur sapa, dan juga tidak mau tahu terhadap satu sama lain dalam keluarga mereka, sepertinya bukan menjadi hal yang aneh bagi keluarga besar Robin.


Ernest kembali berkata dalam hati dengan sikap heran, mengingat bagaimana saudara kandung bisa sampai bertikai separah itu.

__ADS_1


Diam-diam Ernest merasa bersyukur, karena hubungannya dengan Erich yang cukup baik, bahkan boleh dikata sangat harmonis, meskipun mereka tidak lagi banyak memiliki saudara karena pembantaian besar-besaran di tempat tinggal mereka waktu itu oleh pasukan pemberontak.


Meskipun secara sifat, tindakan dan cara berpikir kadang Ernest dan Erich memiliki perbedaan yang cukup jauh, tapi pada dasarnya mereka saling menyayangi dan mendukung satu dengan yang lain, sehingga mereka begitu menikmati hubungan persaudaraan mereka berdua.


Setelah mengingat-ingat hasil peenyelidikannya tentang Robin, Ernest kembali melirik kea rah handphone di tangannya, yang kembali menyuarakan notifikasi sebuah pesan masuk dari Erich.


“Tenang saja Robin, kamu sungguh beruntung bisa satu kelompok dengan Anna. Permainan gitarnya cukup bagus, dan tidak bisa dibilang sebagai pemula.” Pujian Tira kepada Anna membuat wajah Anna memerah, sedang Robin langsung tersenyum sambil melirik ke arah Anna.


“Kalau begitu, aku akan menantikan pertemuan di latihan pertama kita Anna. Dan aku juga tetap menantikan suatu ketika akan ada kesempatan untuk aku dan kami bisa satu kelompok Tira.” Robin berkata dengan senyum yang semakin lebar menghias bibirnya.


“Ayo… kita juga harus ikut kelas kita sendiri.” Tira berkata sambil menarik pergelangan tangan Anna, agar mereka mempercepat langkah kaki mereka.


"Eh, kemana ya Ernest? Rasanya tadi dia ada di belakang kita terus.”" Anna yang sudah masuk ke kelas bersama Tira menoleh kesana kemari mencari sosok Ernest yang tiba-tiba menghilang dari pandangan matanya, padahal kelas yang akan mereka ikuti sekarang Ernest juga ikut mengambilnya.


Dan kesempatan itu ingin digunakan oleh Anna untuk kembali mengerjai Tira dan Ernest, seperti yang sudah sempat dia lakukan di kelas Luis tadi.

__ADS_1


Sayangnya Ernest yang tadi langsung mencari tempat yang cukup sepi dan aman baginya setelah menerima pesan dari Erich, membuat Anna tidak bisa menemukan sosoknya.


Bagi Anna, rasanya senang sekali melihat Anna maupun Ernest yang tampak canggung dan wajah memerah karena dia yang dengan sengaja membuat tubuh Tira terjatuh dan terdorong ke arah tubuh Ernest, satu hal yang belum pernah dilihat Anna terjadi pada Tira yang biasanya tidak terlalu perduli dengan laki-laki di sekitarnya.


Dulu Tira pernah sempat dekat dengan seorang pria, tapi hanya beberapa saat Tira langsung menjauh, karena dia sadar waktu itu dia hanya terpesona dengan kebaikan laki-laki yang pernah dilihatnya menolong seorang wanita tua yang hampir tertabrak sepeda motor.


Akan tetapi Tira segera sadar kalau itu hanya sekedar rasa kagum, bukan cinta, sehingga dia tidak lagi melanjutkan hubungannya yang cukup dekat dengan laki-laki itu.


# # # # # #


Orang itu berasal dari Amerika. Aku sudah melaporkannya kepada yang mulia Alvero. Selagi kamu ada di Amerika, mungkin kamu bisa mencari kesempatan untuk menemukan keberadaan orang itu. Kamu harus menyelidiknya dengan baik, agar kita bisa mengungkapkan apa motif orang itu dan apa hubungannya dengan Eliana.


Pesan Erich untuknya, membuat Ernest menghela nafas panjang.


Meskipun Eliana saat ini tidak bisa dianggap membahayakan karena kondisi kejiwaannya yang terguncang setelah meninggalnya suami dan anaknya saat bertempur menghadapi tentara Gracetian, akan tetapi bagi Ernest dan Erich, keberadaan orang-orang yang masih mendukung Eliana secara diam-diam cukup membahayakan dan membuat tidak tenang.

__ADS_1


__ADS_2