
Aku harap kamu bisa mengatur waktu dan tempat pertemuan antara kak Enzo dan pak Luis. Berikan jadwalnya, dan aku akan datang bersama kak Enzo dan mengucapkan terimakasihku kepada pak Luis secara langsung. Aku harap tidak dalam beberapa hari ini, karena saat ini aku sedang sibuk di sini untuk persiapan ulang tahun uncle Augistin Shaw. Kamu bisa mengaturkannya dalam waktu 2-3 hari dari sekarang.
Pesan dari Tira membuat Ernest justru berpikir bahwa pertemuan mereka nantinya akan seperti pertemuan dalam acara perjodohan, dan itu semakin membuat hati Ernest merasa galau.
Untuk saat ini, hanya itu yang perlu aku sampaikan padamu. Maaf, untuk beberapa waktu ini aku akan sangat sibuk, karena selagi bertemu dengan kak Laurel, kak Deanda dan juga kak Cladia, aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka. Jadi jika kamu butuh apa-apa denganku mungkin kamu bisa menghubungi Erich langsung supaya dia menyampaikannya padaku.
“Gila! Jika aku berani meminta Erich untuk menghubungkan pesanku untuk putri melalui dia, Erich pasti akan dengan cepat menyeretku dan akan bertanya apa yang sudah terjadi antara aku dan putri, kenapa harus mengirimkan pesan lewat dia."
Ernest berkata dengan sikap frustasi karena bagaimana cara Tira yang terlihat dengan sengaja menghindarinya justru membuat hatinya semakin yakin kalau dia sangat mencintai gadis cantik itu.
Ernest yang sejak awal sudah bertekad untuk tidak akan pernah membiarkan orang lain tahu tentang bagaimana dia yang sangat mencintai Tira, mencoba menenangkan hatinya.
“Kalau begini terus, aku akan terlarut dalam emosiku orang akan melihat apa yang selama ini sudah berhasil aku sembunyikan dengan baik rasa cintaku yang begitu besar pada putri. Aku harus bisa mengendalikan diriku sendiri seperti di masa lalu. Aku harus bisa….” Erenst berkata pelan sambil menahan nafasnya sebentar sebelum dia memutuskan untuk kembali ke apartemennya.
__ADS_1
# # # # # #
“Kenapa Tuan Ernest tidak percaya dan masih merasa ada orang lain yang sudah meneror putri Tira?” Pertanyaan Edi membuat Ernest menghela nafasnya.
“Tuan Ernest, padahal pihak kepolisian sudah memeriksa kamar di rumahnya, dan di sana ditemukan rautsan bukti lainnya tentang bagaimana dia yang terlihat begitu terobsesi pada putri dan bisa melakukan apapapun demi mendapatkan perhatian dan cinta dari putri.” Edi melanjutkan kata-katanya bahkan sebelum Ernest sempat mengucapkan apapun.
Pihak kepolisian memang tidak hanya berhenti ketika berhasil menangkap Robin yang waktu itu berusaha untuk memberontak dan melawan selama proses penangkapan itu.
Setelah mereka berhasil menangkap Robin, polisi juga segera melakukan penyelidikan tentang Robin sehingga mereka juga sempat menggeledah kamar Robin, dimana di sana ditemukan hal-hal yang memang menunjukkan dengan jelas tentang bagaimana selama ini, begitu banyak hal yang sudah direncakan oleh Robin untuk meneror Tira.
“Ada apa denganmu Edi? Kenapa kamu tiba-tiba tertawa, padahal kita sedang membicarkan hal yang sangat serius.” Ernest langsung menegur Edi yang langsung memaksakan agar bibirnya menghentikan tawa gelinya.
“Maaf Tuan Ernest. Jangan marah… saya baru saja terpikirkan apa mungkin Tuan Ernest bersikap seperti itu karena takut setelah ini semuanya selesai kita harus segera kembali ke Gracetian, sedangkan hati Tuan Ernest sepertinya ada yang gertinggal di negara ini. Mungkin ada seseorang di kampus yang sudah mencuri hati Tuan Ernest kita.” Perkataan berani dari Edi membuat Ernest maupun Steven tersentak, meskipun apa yang dialami mereka sungguh berbeda,
__ADS_1
Steven tersentak karena memikirkan bagaimana beraninya Edi mengatakan hal seperti itu pada Ernest sebagai pemimpin mereka, meskipun Ernest selalu memperlakukan mereka dengan sangat baik seperti seorang teman.
Sedangkan Ernest merasa kaget karena khawatir kalau-kalau seorang Edi bisa mengetahui apa yang sedang ada dalam pikirannya sekarang, dan bagaimana dia yang begitu jatuh cinta pada Tira selama ini.
“Sepertinya pikiranmu terlalu jauh Edi. Aku mengatakan hal sebelumnya karena aku merasa ada yang aneh karena dari semua data yang kita kumpulkan, ada beberapa hal yang sudah kita temukan sebagai bukti yang tidak menunjukkan sosok peneror itu tidak seperti seperti Robin, seperti bentuk tubuh dan ukuran Robin. Tapi sudahlah… kalau kalian begitu yakin dengan temuan itu, aku hanya bisa mendukung kalian sebagai orang satu tim dan sudah melakukan banyak hal dalam penyelidikan itu.” Ernest akhirnya berrusaha untuk membuat jalan tengah agar dia tidak lagi dicerca oleh lebih banyak pertanyaan dari Edi.
“O ya Tuan Ernest… tadi sebelum Tuan Ernest datang, putri Tira menelponku.” Ernest langsung memandang ke arah Edi tatapan heran, karena biasanya justru dialah yang menjadi penghubung antara Tira dan timnya yang lain.
Akan tetapi, siang ini Tira justru menghubungi Edi, bukan dia, membuat Ernest merasa tidak nyaman, tapi Ernest berusaha tetap bersikap tenang agar Edi tidak mnyadari perubahan wajah dan emosinya.
“Putri mengatakan kalau putri sudah menuliskan pesan untuk Tuan Ernest, tapi Tuan tidak membalasnya. Mungkin karena itu putri jadi menghubungi saya, bahkan mengatakan agar ke depannya putri akan lebih sering menghubungi saya daripada Tuan Ernest yang sulit untuk dihubungi.” Edi berkata dengan sikap bangga karena mersa dipercaya oleh Tira.
“Aku memang tadi belum sempat membalas pesan-pesan dari putrI, dan kalau itu keputusan putri, kita ikuti saja.” Ernest berkata sambil tersenyum meskipun di dalam sana dada Ernest sedang bergemuruh.
__ADS_1
“Putri juga mengatakan kalau 3 hari lagi putri minta Tuan Ernest untuk menyusulnya ke mansion keluarga Shaw untuk menjemputnya.” Perkataan Edi selanjutnya hampir saja membuat mata Ernest melotot seperti mata ikan koi, bahkan mungkin dia akan bersorak kegirangan jika dia tidak ingat ada Edi dan Steven ada di sana yang pasti akan curiga jika dia tidak bisa mengendalikan diri atas berita yang baginya adalah berita yang sangat bagus dan membahagiakan untuknya.
Bisa bertemu dengan Tira lagi meskipun mungkin seperti sebelum-sebelumnya dia harus mebyimpan rasa cintanya dalam diam membuat dada Ernest berdegup kencang dan sungguh berharap waktu 3 hari bisa dia percepat jika saja mungkin.