MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MULAI BERAKSI (1)


__ADS_3

Baik Ernest dan Erich, beberapa waktu mata mereka tampak mengawasi kondisi sekitar yang tampak sepi, karena memang ini sudah lewat tengah malam, dan kawasan dimana Theo tinggal berada di pinggiran kota, sehingga tampak sepi saat malam tiba.


Mata Erich dan Ernest yang memang sudah terbiasa dan begitu terlatih untuk melakukan pengamatan di dalam kegelapan, berusaha untuk memindai dan mengamati dengan baik, kondisi yang ada di sekitar mereka, yang memang tampak begitu sepi, karena setelah lebih dari 5 menit berlalu, tidak ada satupun kendaraan atau orang yang tampak melewati tempat itu.


Bahkan deretan rumah yang berukuran besar di tempat itu, semua pintunya tampak sedang tertutup rapat, dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pergerakan orang keluar masuk dalam radius lebih dari dua kilometer.


(Menurut penelitian rentang penglihatan seseorang tidak terbatas alias kamu dapat melihat bermil-mil. Pada hari yang cerah, kamu dapat melihat hingga 3 mil ( atau sekitar 4 kilometer). Jika kamu melihat ke langit, kamu dapat melihat bintang-bintang di malam hari yang jaraknya jutaan mil.


Lebih mudah untuk melihat objek yang terang dan besar. Misalnya, bulan, matahari, bintang, dan lain-lain. Terjauh yang dapat dilihat di lautan tanpa adanya penghalang adalah sekitar 2,9 mil (atau sekitar 3 kilometer lebih).


Setelah melakukan pengamatan, Ernest mengeluarkan selembar kertas yang terlipat dari saku celananya, yang di dalamnya tergambar denah rumah Theo, berserta dengan titik-titik yang dianggap penting oleh mereka.

__ADS_1


“Erich, seperti rencana awal kita, kita akan masuk secara bersamaan dari sisi yang berbeda dari bangunan ini. Kamu akan mengamati dan mengamankan tempat di sayap kiri, sedangkan aku di sayap kanan.” Ernest berkata sambil menggerakkan ujung jarinya ke atas kertas yang dia letakkan di atas dashboard mobil.


“Oke.” Erich menanggapi perkataan Ernest sambil memasang topeng kain berwarna hitam ke kepalanya sendiri, sehingga pada bagian wajahnya hanya terlihat kedua matanya saja.


“Kita bergerak sekarang.” Ernest berkata sambil memasukkan kembali lipatan kertas yang tadi dipegangnya ke dalam saku celananya.


Sebelum Ernest dan Erich benar-benar keluar dari mobilnya, mereka berdua secara bersamaan membuka sedikit kaca jendela mobilnya yang dilapisi dengan kaca film di atas 75%, sehingga membuat kaca mobil itu terlihat begitu gelap.


Suara tembakan yang dilakukan oleh Erich maupun Ernest, menimbulkan suara yang minim sekali karena mereka menggunakan supressor pada ujung pistol yang mereka gunakan untuk menembak barusan walaupun tetap timbul suara saat pecahan dari bodi kamera itu terjatuh.


(Suppressor (silencer) adalah perlengkapan ekstra berbentuk silinder yang dipasangkan pada ujung barrel senjata untuk mengurangi efek suara tembakan dan muzzle flash (kilatan api pada ujung barrel) yang bekerja dengan cara menghambat keluarnya gas pembakaran mesiu.

__ADS_1


Dalam bahasa Indonesia, suppressor atau silencer disebut dengan peredam suara atau peredam bunyi  adalah sebuah alat yang dipasang pada atau bagian dari laras senjata api, biasanya berbentuk silinder dari bahan metal dengan sistem mekanisme internal yang berbeda-beda yang berfungsi untuk mengurangi suara tembakan dengan cara "melambatkan" pengeluaran gas propelan yang dihasilkan oleh tembakan dan kadang mengurangi kecepatan dari peluru yang dilontarkan senjata api.


Pada penggunaan alat tersebut sudah ditetapkan di bagian ujung laras yang memiliki fungsi serap suara, angin ataupun api yang nantinya akan keluar dari bagian laras tersebut.


Bahan yang biasanya dimanfaatkan untuk peredaman senapan api sangat bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya).


Karena adanya silencer yang digunakan oleh Erich dan Ernest, suara paling keras yang timbul adalah ketika kepingan dari bahan bodi kamera cctv itu pecah dan terjatuh, yang tentu saja membuat dua orang penjaga di rumah Theo yang awalnya saling mengobrol langsung saling berpandangan dengan wajah bertanya-tanya.


Dengan gerakan bergegas, dan juga wajah penasaran mereka berdua, kedua penjaga rumah Theo langsung berlarian ke arah pintu gerbang, bermaksud untuk mengecek apa yang sudah terjadi barusan.


Setelah beberapa kamera yang ada di sekitar lingkungan itu tertembak dan hancur, Erich dan Ernest dengan cepat membuka pintu mobil, dan dengan gerakan lincah langsung berlari ke arah pintu gerbang rumah Theo, bahkan sebelum kedua penjaga dari rumah milik Theo membuka pintu gerbang rumah Theo.

__ADS_1


Dengan jam tangan canggih yang diberikan Ornado padanya, Erich maupun Ernest bisa melihat apa yang ada di balik pintu gerbang rumah Theo dengan begitu jelas seolah tidak ada gerbang besi dan dinding tebal yang memisahkan Erich dan Ernest dengan kedua pengawal itu.


__ADS_2