MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MENGHALANGI RENCANA ANNA


__ADS_3

Aku sungguh tidak bisa bersikap dan bertindak lebih dari yagn sekarang ini putri… karena aku tahu batasan dimana aku harus berhenti dan tidak lagi melangkah maju. Dan meskipun itu sungguh menyakitkan bagiku, asala putri bahagia, tidak masalah bagiku jika hanya aku yang mengalami rasa sakit itu. Aku akan menyimpannya sendiri untukku. Itu akan menjadi rahasia terbesarku, yang akan kusimpan baik-baik hanya dalam hati dan pikiranku.


Ernest berbisik dalam hatinya, tanpa sadar bahwa Tira sempat memperhatikan bahwa wajahnya sudah menunjukkan apa yang sedang dia pikirkan, sehingga membuat auranya terlihat menyedihkan dan seperti orang yang putus asa.


Tapi dengan cepat, Ernest segera kembali tersenyum dengan senyum manis seperti biasanya, sehingga Anna yang memang belum terlalu mengenal Ernest tidak bisa melihat itu dengan baik.


“Sebagai warga negara Gracetian yang baik, apalagi statusku sebagai seorang knight dan juga pengawal yang bertugas di istana, aku harus mentaati seluruh aturan yang ada di Gracetian.” Ernest berkata dengan sikap tenang, meskipun kata-katanya itu membuat dadanya bergemuruh hebat, begitu bergejolak, karena baginya, kata-kata itu seperti pisau tajam yang menusuk dadanya, terasa begitu menyakitkan baginya.


Bahkan jika saja bisa, bagi Ernest rasanya saat ini dia ingin pergi sebentar untuk menenangkan gejolak hatinya, akan tetapi dia tahu bahwa dia justru harus bisa menguasai dirinya dengan baik sekarang ini, di depan Anna apalagi Tira, dimana dia tidak ingin gadis tercintanya itu tahu tentang isi hatinya.


“Ah, memang ternyata, negara dengan sistem kerajaan seperti Gracetian, memiliki begitu banyak aturan, dan sepertinya semua aturan itu cukup rumit, terutama dalam aturan yang berkaitan dengan kehidupan para bangsawan seperti kalian. Sungguh rumit… kenapa begitu banyak aturan yang mengikat dan mengatur perasaan orang sampai serumit itu.” Anna berkata pelan, setelah mendess… ssah dan menarik nafas panjang.


Sleama ini, unfuk Anna, cerita Tira tentang segala aturan yang harus dia jalani, terutama semua aturan yang ada di istana selama ini meemang membuatnya cukup pusing.

__ADS_1


Sebelum mengenal Tira, bagi Anna kehidupan dengan sistem kerajaan seperti di Inggris, membuatnya kadang berangan-angan ingin menjadi warga negara Inggris, dan bisa hidup dalam negara yang merupakan sebuah kerajaan.


Akan tetapi begitu medengar cerita dari Tira, sejak itu Anna tidak lagi memiliki keinginan seperti itu.


“Tapi itu adalah negara tempat kelahiran kami. Aku tidak pernah merasa kecewa lahir dan dibesarkan di Gracetian, menjadi warga Gracetian. Seumur hidupku aku ingin emngadikan hidupku di tanah kelahiranku itu.” Ernest menanggapi kata-kata Anna dengan pikiran yang berusaha dia alihkan kepada kecintaannya pada Gracetian, sehingga itu membuat senyum Ernest tidak lagi terlihat dipaksakan.


Mendengar perkataan Ernest, membuat Anna menjadi begitu penasaran dan jadi berentanya-tanya kepada Ernest tentang Gracetian yang membuatnya menjadi begitu tertarik dan semakin penasaran dengan Gracetian, begitu melihat sikap Ernest yang menunjukkan bagaimana dia begitu mencintai negara asalnya itu.


Jika perasaanku benar... Aku harus bisa membuat Ernest bersikap jujur padaku. karena dengan menunggu Ernest yang selalu menjaga statusnya sebagai knighat dengan baik rasanya penantianku akan sia-sia saja.  Aku akan memastikan, apakah benar bahwa dia sebenarnya juga mencintaiku.


Sepanjang Ernest bercerita, Anna hanya bisa melongo dengan mata yang sesekali terbeliak karena kaget maupun heran, juga takut mendengar bagaimana nekatnya peneror yang berencana mencelakai Tira tersebut.


“Kalau begitu, aku akan berusaha mengatur agar aku bisa menemani Tira mulai malam ini. Aku harus memastikan kalau Tira akan baik-baik saja sebelum peneror itu ditemukan….”

__ADS_1


“Tidak! Tidak perlu sampai seperti itu Anna.” Tira yang awalnya masih fokus pada pikirannya tentang bagaimana sebenarnya perasaan Ernest, secara spontan langsung menolak rencana Anna yang berniat untuk tinggal bersamanya sementara waktu ini.


Celaka kalau Anna benar-benar tinggal di apartemenku. Selain aku tidak bisa lagi memaksa Ernest untuk menjagaku di sana, dibandingkan dengan Anna, tentu saja aku lebih percaya dengan kemampuan Ernest untuk menjagaku.


Tira berkata dalam hati dengan senyum canggungnya di depan Anna.


“Ehem….” Ernest yang memang tidak menceritakan bagian dimana sejak semalam dia tinggal di apartemen Tira, hanya bisa berdehem pelan, untuk mengusir rasa canggung yang terjadi pasanya saat ini.


“Anna, kami bertiga sepertinya sudah lebih dari cukup untuk menjaga Tira, karena diantara kami bertiga, kami memiliki jadwal ketat, dimana selama dua puluh empat jam penuh, salah satu diantara kami tidak diijinkan untuk tidur, dan mengawasi adanya pergerakan yang mencurigakan di sekitar apartemen yang kami tinggali.” Ernest yang bisa menangkap adanya penolakan dari Tira atas keinginan Anna menemaninya, langsung memberikan penjelasan kepada Anna yang hanya bisa menangguk-anggukan kepalanya.


“Apalagi, peneror itu tidak bisa kita anggap remeh. Dia sepertinya orang yang cukup professional dalam melakukan kejahatannya. Tentu akan sangat berbahaya kalau kamu terlibat di dalamnya. Aku rasa, tempat itu terlalu berbahaya untuk gadis yang tidak berpengalaman terhadap kejahatan sepertimu.” Ernest kembali menambahkan penjelasan tentang situasi yang ada sekarang ini.


“Nanti kamu justru membuat Ernest dan yang lain jadi menjagamu juga, bukan hanya aku. Pasti merepotkan.” Tira langsung menyambung perkataan Ernest untuk memastikan bahwa Anna mundur dengan idenya tadi.

__ADS_1


“Benar juga, di sana sudah ada kalian bertiga… apalagi aku pasti tidak akan bisa banyak membantu kalau tiba-tiba peneror itu datang dan berusahan untuk menyerang kami.” Anna akhirnya berkata dengan sikap pasrah.


“Lagipul… kalian bertiga kan tinggal bersebelahan dengan Tira, jadi pasti kalian bisa benar-benar mengawasi Tira dengan baik. Paling tidak… jarak dekat diantara kalian akan sangat memudahkan dan menguntungkan jika Tira butuh bantuan secara tiba-tiba.” Anna berkata seolah berkata pada dirinya sendiri.


__ADS_2