
“Ernest….” Ernest yang berniat keluar dari mobil untuk bisa membukakan pintu untuk Tira dan sudah mengerakkan tubuhnya ke samping, menghentikan gerakan tubuhnya, begitu mendengar Tira memanggil namanya.
“Kenapa Tira?”
“Jangan lupa, hari ini di depan semua teman dan orang yang ada di kampus, kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Jadi… perlakukan aku seperti kekasihmu sungguhan, jangan menghindar untuk bersikap mesra padaku.” Kata-kata Tira yang berusaha untuk mengingatkan rencana mereka untuk memancing Luis itu, membuat Ernest tersenyum geli, karena Tira mengucapkannya seperti seorang guru mengingatkan tugas yang harus dikerjakan oleh muridnya yang biasanya bandel dan tidakmau mengerjakan tugasnya.
“Jangan kahwatir Tira, aku akan menjadi kesasih terbaik untukmu hari ini. Bahkan untuk seterusnya.” Ernest berkata sambil bergerak dengan cepat, membuka pintu mobil, lalu berlarian ke arah pintu di samping Tira, dan membukakan pintu untuk Tira yang langsung keluar dengan senyum lebarnya.
# # # # # # #
“Tira! Ernest!”
Baru saja Tira dan Ernest sedikit menjauh dari mobilnya, terdengar suara Anna yang memanggil nama mereka berdua, sehingga Ernest maupun Tira menghentikan langkah kaki mereka dan menoleh ke arah sumber suara.
Melihat sosok Anna berjalan dari arah lain menuju mereka, Tira sedikit menyenggolkan siku lengannya ke lengan Ernest, memberi kode untuk mereka berjalan ke arah Anna yang dari kejauhan tampak melambai-lambaikan tangannya ke arah Tira dan Ernest dengan senyum lebar di wajahnya.
“Eh, kalian hanya kebetulan ataau memang datang berdua?” Anna langsung bertanya tanpa basa basi begitu melihat bagaimana Tira dan Ernest yang berjalan berdampingan dari pertama Anna melihat sosok mereka di tempat parkir.
“Berdua.” Baik Ernest dan Tira menjawab pertanyaan Anna secara bersamaan, tanpa ragu, membuat Anna langsung menyipitkan matanya.
“Kalian membawa mobil sendiri-sendiri apa berdua dalam satu mobil:?” Lagi-lagi Anna mengeluarkan pertanyaannnya.
“Berdua.” Dan lagi-lagi, jawaban mereka yang kompak membuat Anna merasa heran.
Memang sebagai pengawal pribadi Tira, Ernest selalu tampak ada di sekitar Tira, tapi saat berada di kampus, mereka tidak pernah pergi menggunakan mobil secara bersamaan, karena sebelumnya, rencana awalnya, Ernest hanya berpura-pura menjadi anak kampus yang sedang mengejar-ngejar Tira.
“Kalian… jangan katakan kalau sekarang kalian sudah….”
__ADS_1
“Ya, sekarang kami resmi sebagai sepasang kekasih.” Dengan senyum lebar, Tira berkata sambil meraih tangan Ernest yang tergantung di sampingnya, dan menggenggamnya dengan erat.
“Hah?” Jawaban Tira yang cukup cepat itu, membuat Anna hanya bisa melongo dengan wajah kagetnya.
Anna memang tahu kalau Tira mulai menyukai Ernest, tapi Anna sempat berpikir bahwa itu hanya sekedar rasa suka yang sekilas saja sekedar mampir, karena memang saat ini, Tira sedang membutuhkan sosok yang bisa melindunginya, sehingga tanpa sadar dia merasa tertarik pada Ernest.
Sedang Ernest, setahu Anna memang sosok pria yang seringkali sikap ramah dan baik hatinya, membuat para gadis di sekitarnya terpesona dana terkagum-kagum padanya, sehingga Anna betul-betul tidak menyangka kalau Ernest memiliki perasaan khusus pada Tira yang tidak diketahuinya.
“Hanya sekedar sandiwara?” Dengan sikap ingin tahunya, Anna mengajukan pertanyaan berikutnya untuk Tira dan Ernest.
“Tidak… kami serius…” Tira menjawab pertanyaan Anna tanpa adanya keraguan sedikitpun, membuat Anna tersentak kaget, karena sungguh tidak menyangka hal itu bisa terjadi.
“Sudah… tutup mulutmu kalau tidak mau ada seekor lalat mampir dan masuk ke dalamnya.” Tira berkata sambil menutup sekilas mulut Anna yang melongo, lalu dengan tangannya yang lain yang masih menggenggam tangan Ernest, Tira mengajak Ernest untuk pergi dari tempat parkir.
Selain karena hari sudah beranjak siang dan tempat parkir itu terasa panas, jam kuliah yang diambil oleh Tira dan Ernest pagi ini memang sudah hampir dimulai.
“Tira! Ernest! Tunggu aku!” Dengan gerakan cepat, Anna segera menyusul Ernest dan juga Tira yang hanya bisa terkikik melihat wajah dan sikap konyol dari Anna akibat kaget mendengar berita kebersamaan Tira dan Ernest,.
Dan bukan hanya Anna, tapi beberapa teman mereka yang melihat bagaimana Tira yang terus menggenggam tangan Ernest sejak dari parkiran, merasa kaget dengan apa yang sudah terjadi.
“Eh… apa kalian lihat itu?”
“Bukannya itu Tira dan Ernest?”
“Sepertinya mereka datang bersama setelah kasus peneror Tira terungkap.”
“Akhirnya mereka bersama juga ya?”
__ADS_1
“Benar, aku pikir Tira akan menolak Ernest, seperti yang dia lakukan pada para mahasiswa yang pernah menyatakan cinta padanya.”
“Kali ini, ternyata Tira benar-benar menerima pernyataan cinta dari Ernest.”
“Ernest benar-benar hebat ya.”
“Tentu saja akan sulit untuk gadis normal menolak pesona dari Ernest.”
“Tira sungguh beruntung menjadi gadis yang disukai oleh Ernest.”
“Jangan begitu, Tira juga mahasiswa terpopuler dan tercantik di mahasiswa seangkatannya."
“Sepertinya, akan banyak yang patah hati terhadap Tira maupun Ernest.”
“Sepertinya kata-kata itu sangat tepat untukmu.”
Mereka yang melihat kehadiran Ernest dan Tira, yang tampak berjalan berdekatan sambil bergandengan tangan langsung sibuk membicarakan sosok Ernest dan Tira yang tampak mesra itu, dan itu membuat suasana di sekitar lorong kampus tampak sedikit ribut.
Hal itu justru membuat Tira semakin memnunjukkan kemesraannya bersama Ernest dengan cara berjalan sambil memeluk satu lengan Ernest dan terus melebarkan senyum di wajahnya.
Keributan itu tampak terus berlanjut dan berita menyebar dengan cepat diantara para mahasiswa yang hari itu kebetulan sedang ada di sekitar tempat itu,
Beberapa saat kemudiaan Tira dan Ernest yang sedang berjalan menuju ruang tempat mata kuliah mereka akan diadakan.
“Kenapa kalian ribut sekali?” Suara khas milik Luis, tampak terdengar dari arah belakang Tira dan Ernest.
Setelah mendengar suara itu, dengan reflek Tira langsung menghentikan langkahnya dengan tubuh tersentak, namun dengan cepat Ernest justru langsung memeluk pundaknya, untuk memberikan rasa tenang bagi Tira saat ini, sehingga dengan gerakan pelan, Tira segera melanjutkan langkah-langkah kakinya dengan posisi tubuh berada dalam rangkulan Ernest.
__ADS_1