
”Sesuai dengan perintahmu Tuan Ernest.” Tira berkata sambil memperet pelukn tangannya pada Ernest sambil berjalan menuju pintu keluar apartemen.
Ernest yang mendengar katap tuan sekaligus tindakan manis Tira padanya, langsung tersenyum lebar.
Ernest tahu kalau Tira sengaja menggodanya, tapi baginya, tindakan Tira yang menggodanya, justru membuat Tira terlihat semakin menarik bagi Ernest, dan dada Ernest berdebar karena hal itu.
Apa benar kata orang? Saaat jatuh cinta, pikiran kita benar-benar tumpul, logikaku jadi tidak berfungsi karena itu.
Ernest berkata dalam hati dan dengna sengaja mengikuti langkah-langkah Tira untuk keluar dari apartemen, untuk menghabiskan malam ini dengan kencan pertama mereka, setelah resmi menjadi pasangan kekasih tadi siang, setelah acara tarik ulur yang selama ini begitu menguras emosi baik bagi Tira maupun Ernest.
“Tuan Ernest….” Suara panggilan terhadap Ernest begitu Ernest membuka pintu apartemen Tira, langsung membuat Tira maupun Ernest terkejut, dan secara reflek, mereka berdua langsung saling menjauhkan diri, terutama Tira yang tadinya masih memeluk lengan Ernest dengan begitu erat.
Astaga! Edi! Kenapa dia bisa muncul secara tiba-tiba seperti itu? Apa dia melihat pelukanku pada lengan Ernest tadi? Semoga tidak….
Dengan wajah khawatir, Tira berkata dalam hati sambil menatap ke arah Ernest yang meskipun tadi cukup kaget karena panggilan dari Edi, dengan cepat berusaha untuk bisa mengendalikan diri maupun ekspresi wajahnya, sehingga Edi tidak curiga padanya.
“Ehem… ya Edi, ada masalah apa?” Ernest berdehem pelan sebelum menjawab sapaan Edi, agar suaranya yang kaget tidak terdengar aneh.
“Saya sudah berusaha menghubungi Tuan Ernest sedari tadi. Untung kita bertemu di tempat ini.” Suara ceria dari Edi, membuat Ernest langsung berdehem pelan kembali, dengan mata melirik ke arah Tira dengan tatapan mata yang terlihat lega.
__ADS_1
Dari cara Ernest menatapnya, Tira bisa membaca kode yang disiratkan Ernest melalui tatapan matanya, bahwa semuanya baik-baik saja, dan Tira tidak perlu merasa khawatir, karena Edi sepertinya tidak melihat kejadian dimana Tira yang sedang memeluk erat lengan Ernest ketika keluar dari apartemen.
Mereka berdua memang beruntung, karena ketika Edi menyapa Ernest, yang dilihatnya tadi memang masih hanya Ernest saja, yang kebetulan tampak keluar terlebih dahulu dan langsung terlihat oleh Edi yang menyapanya.
Edi memang tidak bisa melihat keberadaan Ernest dengan cukup jelas, karena saat keluar dari apartemen, masih setengah dari tubuh Ernest yang terlihat, dan Edi langsung menyapanya.
Melihat kode yang diberikan oleh Ernest, Tira langsung tersenyum dengan wajah sedikit memerah, karena hampir saja kemesraan mereka dilihat oleh ornag lain, sedang mereka masih ingin menyembunyikan tentang hubungan mereka untuk beberapa waktu ini.
“Ah, saya baru mendapatan info dari pihak kampus, terkait dengan rencana pertemuan pangeran Enzo dan putri Tira untuk mengucapakan terimaksih secara resmi kepada pak Luis.” Edi yang sudah berada tepat di hadapan Ernest, berkata setelah memberikan salam penghormatannya kepada Tira, begitu sosok putri cantik itu keluar dari balik pintu apartemennya.
“Ada berita apa tentang rencana pertemuan itu?” Ernest bertanya setelah sebelumnya sempat menahan nafasnya begitu mendengar Edi mengatakan hal yang sebenarnya tidak ingin didengarnya, rencana pertemuan Luis dengan Enzo maupun Tira di luar sana, untuk mengucapkan terimakasihnya secara resmi kepada Luis, karena dianggap berjasa sudah membantu menangkap seseorang yang dianggap sebagai peneror Tira selama ini.
Apalagi beberapa kali, seperti Luis yang berhasil menangkap basah saat Ernest dengna diam-diam menatap kagum ke arah Tira, Ernest pun sering memergoki Luis dengan diam-diam mengamati Tira, bahkan kadang menyungingkan senyum penuh misteri di bibirnya, saat Luis mengamati sosok Tira.
Sebagai sesama kaum adam, tanpa perlu bertanya kepada Luis secara langsung, Ernest yang terbiasa hidup dalam dunia militer, dan telah melakukan banyak penyelidikan saat Alvero memintanya, penyelidikan tentang hal apapun itu, membuat Ernest yakin 100 persen, bahwa Luis, menyimpan perasaan suka pada Tira, dan itu ternyata cukup untuk bisa membuat kecemburuan seorang Ernest terpantik.
Dan meskipun sampai saat ini Ernest tidak melihat ada sesuatu yang bisa membuat Luis bersikap mencurigakan, tapi Ernest merasa tidak suka jika Tira memiliki hubungan dengan dosen yang satu itu, apalagi sekarang status Tira adalah kekasihnya.
“Menurut info dari pak Romeo, pak Luis ingin mengajukan pertemuan itu untuk maju, menjadi besok.” Ernest sedikit mengernyitkan keningnya mendengar perkataan dari Edi barusan.
__ADS_1
“Besok? Kenapa mendadak sekali?” Ernest langsung mengungkapkan rasa kagetnya, sehingga tanpa sadar membuatnya menunjukkan secara langsung kepada Edi, bagaimana dia tidak suka dengan adanya perubahan rencana yang mendadak itu.
Eh, kenapa tuan Ernest tiba-tiba terlihat begitu kesal karena berita barusan? Apa da hal buruk yang terjadi pada tuan Ernest hari ini? Sebagai pengawal pribadi yang mulia Alvero, dengna status dipinjamkan kepada putri Tira saat ini, sepertinya itu memang bukan hal mudah bagi tuan Ernest. Aku harus belajar banyak darinya, agar aku bisa mendapatkan pencapaian dan pengakuan seperti tuan Ernest.
Edi berkata dalam hati dengan penasaran, meskipun karena sopan santun, Edi tidak bertanya apapun pada Ernest yang selama ini menjadi knight yang begitu dikagumi dan dijadikan panutan oleh Edi.
“Saya kurang tahu Tuan Ernest, tadi pak Romeo mengatakan kalau beliau sudah beberapa kali berusaha menghubungi tuan Ernest untuk memberitahukan masalah itu, tapi handphone Tuan Ernest tidak bisa dihubungi, karena itu dia menitiokan pesan pada saya.” Perkataan Erdi mau tidak mau membuat Ernest menarik nafas secara diam-diam sambil melirik ke arah Tira yang pura-pura sedang fokus pada hal lainnya.
Karena Tira tahu bagaimana tadi sebenarnya Ernest mendapatkan panggilan telepon dari Romeo, tapi Ernest yang sedang melakukan pembicaraan serius dengan Tira tentang perasaan mereka langsung mengubah handphonenya dalam mode silent, karena tidak ingin diganggu.
“Setelah ini aku akan menghubungi sendiri pak Romeo, terimakasih untuk infonya Edi….”
“Sama-sama Tuan Ernest. Apa sekarang Tuan Ernest dan Putri akan segera kembali ke mansion kleuarga Shaw?”
“Ya.”
“Tidak.”
Baik Tira maupun Ernest buru-buru menjawab pertanyaan Edi secara bersamaan.
__ADS_1
Akan tetapi jawaban cepat dari mereka berdua yang tidak sama akhirnya justru membuat dahi Edi mengernyit dengan wajah keheranan.