MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEKHAWATIRAN TIRA


__ADS_3

“Kita belum tahu siapa peneror itu, jadi aku tidak mau mengambil resiko dengan menyeret keluargamu dalam masalahku. Di rumahmu tidak ada pria dewasa satupun, jika ada apa-apa dengan kelaurgamu, aku akan merada bersalah.” Tira kembali mempertegas keputusannya untuk tidak mau melibatkan kaluarga Anna dalam masalah yang sedang dihadapinya sekarang ini.


“Tapi aku tidak tega jika harus membiarkanmu tinggal sendiri, sedang kita sama-sama tahu kalau ada seorang psikopat yang sedang mengincarmu. Aku sendiri tidak mungkin tinggal bersama denganmu di apartemen karena kesehatan mamaku yang tidak begitu baik.” Anna kembali berkata kepada Tira, sambil memikirkan apa yang mungkin bisa dia lalukan untuk membantu Tira.


“Rencana kepergianku ke Gracetian, sudah aku aturkan untuk auntie Debora menemani mama di rumah. Tapi untuk sekarang dia belum bisa karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan terlebih dahulu.” Anna melanjutkan kata-katanya dengan wajah bimbang.


Bagi Anna, Tira merupakan sahabat paling dekat dengannya, dan jika saja dia bisa, dia ingin sekali membantu Tira, sayangnya sampai saat ini dia belum menemukan cara terbaik untuk bisa membantu Tira.


“Tenang saja, pengamanan di apartemenku cukup bagus, kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu.” Tira berkata sambil tersenyum, mencoba menenangkan Anna yang wajahnya masih terlihat tidak tenang.


“Sebagus-bagusnya pengamanan di apartemenmu, kita tidak mengenal siapa peneror itu, dan kita harus selelu waspada dan berjaga-jaga.” Anna langsung menyela perkataan Tira.


“Tira, ke depannya, kamu harus menceritakan masalahmu pada keluargamu. Aku rasa itu pilihan terbaik jika kamu tidak mau melaporkannya kepada pihak kampus.” Kata-kata Anna membuat Tira terdiam.


Aku akan pikirkan nasehat Anna. Kalaupun aku menceritakan masalah ini, tidak mungkin kepada kedua orangtuaku yang pastinya akan langsung menarikku kembali ke Gracetian. Lebih baik aku menceritakannya kepada kak Alvero dan kak Deanda. Mereka pasti akan menemukan jalan yang terbaik untukku dibandingkan yang lain.


Tira berkata dalam hati dengan beberapa kali tarikan nafas panjang terlihat dilakukannya.

__ADS_1


Baik, setelah aku pulang ke Gracetian, aku akan menceritakan semuanya kepada kak Alvero. Aku harap dia memiliki ide yang baik untuk mengatasi masalahku ini, asal tidak memnyuruhku untuk keluar dari kampus ini, dan kembali ke Gracetian.


Tiran kembali berkata dalam hati dengan tetap terdiam.


“Jangan melamun….” Anna berkata kepada Tira sambil menepuk punggung telapak tangan Tira yang ada di atas meja.


“Ah…. Tidak… aku hanya sedang memikirkan kata-katamu Anna….”


“Kata-kata yang mana? Dengan cepat Anna menjawab perkataan Tira.


“Bagus! Bagus itu! Aku setuju.” Dengan nada suara teerdengar bersemangat, Anna menanggapi apa yang baru saja dikatakan oleh Tira.


“Kakak sepupumu yang hebat itu, pasti memiliki jalan keluar terbaik untukmu….” Kata-kata Anna membuat Tira menghela nafasnya.


“Semoga begitu…. Yang aku takutkan sekarang adalah bagaimana kalau penyelesaian yang dipikirkan oleh kak Alvero adalah membawaku pulang untuk seterusnya ke Gracetian, karena kamu tahu sendiri, 3 bulan lagi aku akan tampil di sebuah konser musik jazz untuk membuktikan kemampuanku bermain piano.” Tira berkata dengan pandangan mata menerawang ke depan, membuat Anna terdiam sesaat.


Bisa tampil dalam sebuah konser musik jazz bersama dengan sebuah grup musik jazz yang terkenal, merupakan impian banyak orang yang kuliah di universitas jurusan musik, apalagi yang memang mengambil aliran musuk jazz.

__ADS_1


Dan Tira merupakan satu dari ribuan mahasiswa di tempat itu yang terpilih untuk ikut tampil berasama mereka di dalam konser musik amal yang diadakan pihak universitas dengan mengundang grup band musik jazz yang popularitasnya tidak perlu diragukan lagi.


Meskipun Tira lebih menguasai dan menyukai musik klasik, akan tetapi karena bakat dan keahliannya dalam memainkan piano dan alat musik lainnya, membuat Tira mendapatkan kesempatan untuk tampil bersama mereka.


“Ah ya… benar sekali. Penampilanmu kali ini, pasti akan membuat namamu melambung. Di universitas ini juga baru pertama kalinya membiarkan mahasiswa di semester pertama untuk ikut bergabung dengan grup band dari luar yang terkenal. Itu artinya, bakatmu sungguh diakui oleh pihak kampus.” Anna berkata sambil memandang Tira dengan tatapan mata bangga.


“Dan kesempatan ini adala waktu untuk membuktikan kepada kedua orangtuaku bahwa aku memang berbakat dalam bidang musik, sehingga mereka akhirnya benar-benar memberikan restunya untuk aku terjun ke dunia musik seutuhnya. Kalau aku sampai tidak bisa membuktikannya, mereka akan segera menarikku kembali ke Gracetian.” Sambil menghela nafas panjang, Tira berkata.


“Katamu, kakakmu Alvero adalah salah satu orang yang sangat mendukung bakatmu di musik dan berusaha untuk ikut merayu orangtuamu agar memberikan kesempatan padamu untuk membuktikan bakatmu. Aku rasa, kali ini dia juga pasti akan mendukungmu….”


“Aku harap begitu….” Tira dan Anna langsung menutup pembicaraan mereka begitu mereka masuk ke dalam kelas dan memilih posisi temapt duduk.


“Boleh aku duduk di sini?” Suara khas seorang pria yang terdengar di dekat mereka membuat Tira dan Anna langsung menoleh.


Wajah ramah Robin langsung terlihat begitu Anna dan Tira menatap sosok laki-laki yang menjadi teman satu angkatan mereka itu.


Bentuk tempat duduk seperti tribun, membuat orang bisa duduk berjaja-jajar lebih dari 2 orang, dan kebetulan bagian samping Anna terlihat masih begitu longgar dan kosong, sehingga tidak ada alasan untuk menolak keinginan Robin untuk duduk bersama mereka, toh selama ini Robin dikenal sebagai mahasiswa teladan yang terlibat aktif di kampus, bahkan di berbagai kegiatan, dia sering dipilih sebagai perwakilan dari mahasiswa baru angkatannya.

__ADS_1


__ADS_2