MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEINGINAN DEANDA


__ADS_3

“Setahuku Ernest memang tidak pernah menunjukkan kemampuannya bermain musik di depanku, tapi aku yakin dengan pelatihan yang pernah dia ikuti, paling tidak, untuk memainkan salah satu alat musik dia pasti bisa. Kamu tidak perlu khawatir tentang itu. Meskipun dia bukan ahlinya di musik, tapi sekedar memainkan, dia pasti mampu. Kamu tinggal mengarahkannya agar kemmapuannya tidak terlalu berbeda jauh dengan kalian yang pandai dalam hal itu.” Penjelasan Alvero benar-benar membuat Tira menarik nafas lega, dan senyum lebar tersungging di bibirnya.


"Terimakasih Kak untuk infonya. Ternyata Kakak sudah memikirkan dengan baik tentang semuanya." Dengan cepat Tira mengucapkan terimakasihnya, membuat Deanda ikut tersenyum lega.


"Aku harap Ernest bisa membantumu juga kali ini dalam hal pelajaranmu. Apa adalagi bantuan yang kamu butuhkan?"


"Tidak Kak, aku rasa itu saja. Apa semuanya baik-baik saja di sana Kak? Salam untuk Kak Deanda, tai aku belum sempat menyapanya dengan benar, karena langsung sibuk dengan masalahku sendiri. Apa kak Deanda sehat-sehat saja? Kapan perkiraan kak Deanda melahirkan ya?" Pertanyaan Tira membuat Alvero melirik ke arah Deanda yang masih terlihat serius mendengarkan pembicaraan mereka, membuat Alvero yang dengan tiba-tiba mengecup bibir Deanda sekilas, namun sudah cukup untuk membuat wajah Deanda memerah dan tubuhnya tersentak kaget karena keisengan yang dilakukan Alvero padanya.


Yang Mulia... sempat-sempatnya mencuri-curi kesempatan seperti itu.


Deanda berkata dalam hati sambil berusaha keras untuk tidak menimbulkan suara apapun yang bisa di dengar oleh Tira.


Alvero yang baru saja mencuri ciuman manis dari bibir Deanda setelah menjauhkan handphone di tangannya, karena khawatir Deanda sedikit terpekik karena perbuatan isengnya tadi.

__ADS_1


Melihat reaksi Deanda, Alvero langsung tersenyum sambil mengedipkan matanya, setelah itu kembali mendekatkan handphone ke telinganya.


"Kalau kamu begitu merindukan kakakmu Deanda, kenapa tidak berbicara langsung dengannya? Kamu ini ada-ada saja." Alvero langsung menyerahkan handphone di tangannya ke arah Deanda yang dengan cepat langsung menerimanya dengan senyum di wajahnya.


"Bagaimana Tira? Apa yang ingin kamu katakan padaku?" Deanda langsung menyambut Tira dengan pertanyaan bernada ramahnya.


"Ah Kak, maaf karena tadi terlalu panik, aku jadi lupa menanyakan kabar Kakak. Di kepulanganku beberapa hari lalu Kakak tahu kalau kita tidak bisa banyak berbicara karena waktu yang terbatas, dan juga banyaknya urusan yang harus aku selesaikan." Tira langsung mengucapkan kalimat panjang menyapa Deanda, tanpa menyadari bahwa jauh di seberang sana, Deanda sibuk menerima panggilan telepon dari Tira, sekaligus sibuk menggerakkan tangannya ke sana kemari karena Alvero yang terus menggodanya.


Sampai pada akhirnya Alvero yang tidak tega melihat bagaimana merahnya wajah Deanda dan bagaimana susahnya dia untuk menahan dirinya agar bisa berbicara dengan nada senormal mungkin, membuat Alvero menghentikan kegiatan nakalnya, dan berusaha duduk dengan tenang di samping Deanda, sambil menunggu istrinya selesai berbicara dengan Tira.


"O ya? Benarkah? Sebenarnya awal bulan depan ada libur yang cukup panjang dari kampusku. Aku akan banyak waktu untuk menemani Kakak di sini. Kita bisa menghabiskan waktu berlibur bersama di sini kalau Kak Deanda mau." Dengan suara terdengar bersemangat, Tira langsung mengajak Deanda untuk benar-benar pergi ke Amerika menemuinya.


"Ah... untuk itu aku akan membicarakannya dengan kakakmu Alvero." Deanda berkata dengan senyum geli melihat Alvero yang wajahnya tampak tidak tenang dan terlihat begitu ingin menanyakan kenapa tiba-tiba Deanda ingin ke Amerika.

__ADS_1


"Apa kamu serius ingin pergi ke Amerika?" Begitu Deanda menyelesaikan panggilan teleponnya dengan Tira, Alvero langsung bertanya dengan nada suara terdengar begitu penasaran.


"Kalau diperbolehkan sih, karena kebetulan Cladia akan pergi ke Amerika juga, untuk menghadiri acara fashion show yang diadakan oleh grup Xanderson milik Ornado." Dengan mata berbinar, Deanda berkata kepada Alvero.


"Hah...." Alvero langsung mendeee...ssah pelan mendengar perkataan Deanda.


Beberapa hari lalu Alvero memang sempat mendapat pesan singkat dari Ornado tentang rencana kedatangannya ke Amerika, dan mengatakan dia tidak akan sempat mampir ke Gracetian, karena kebetulan, setelah menghadiri acara fashion show untuk mempromosikan desain-desain gaun pesta dan gaun pengantin terbaru milik perusahaannya, dia harus segera kembali ke Indonesia untuk menghadiri pembukaan cabang baru perusahaan miliknya yang sementara akan berada di bawah kendali James dan Elenora.


Dan Alvero sengaja tidak memberitahukan kedatangan Cladia dan Ornado ke Amerika, karena dia tidak ingin ada apapun yang terjadi kepada Deanda yang beberapa waktu ini dilihatnya sering mengelus-elus pinggangnya, sehingga Alvero berpikir akan berbahaya kalau Deanda melakukan perjalanan udara untuk saat ini.


Tapi ternyata Cladia yang memang hubungannya sudah begitu dekat dengan Deanda sudah memberitahukan sendiri kepada Deanda tentang rencana kedatangannya ke Amerika.


"Sweety, bukannya beberapa waktu ini pinggangmu seringkali terasa tidak nyaman dan membuatmu terganggu?" Pertanyaan Alvero membuat Deanda menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Siapa yang bilang seperti hal seperti itu padamu my Al?"


"Aku lihat beberapa hari ini kamu diam-diam sering mengelus-elus pinggangmu. Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu dan bayimu. Lebih baik kamu tidak melakukan perjalanan udara untuk sementara waktu." Kata-kata Alvero membuat Deanda tersenyum sambil mengelus paha Alvero, lalu menepuk-nepuknya dengan gerakan lembut, karena tahu Alvero diam-diam sedang mengkhawatirkannya karena rasa cintanya yang besar untuknya.


__ADS_2