MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
TERPAKSA MENEMANI MEREKA MENGOBROL


__ADS_3

Tidak ada salahnya aku berada di sini sebentar, setelah itu, aku akan berusaha mencari alasan untuk pergi meninggalkan mereka berdua di sini. Kalau aku langsung pergi, memang terlihat jelas sekali dan terlalu mencolok kalau aku merasa tidak nyaman dengan situasi ini.


Erich berkata dalam hati sambil menautkan kedua tangannya di antara kedua lututnya.


Setelah itu, Erich yang duduk bersebelahan dengan Tira, memilih untuk duduk dengan sikap diam, dengan mata memandang lurus ke arah depan, membuat Evelyn yang baru saja melirik ke arahnya hampir saja tertawa melihat bagaimana Tira yang canggung, dan Erich yang diam seperti patung, menunjukkan dengan begitu jelas, bahwa mereka berdua sedang dalam suasana yang canggung saat ini.


Kalau begini terus, mana mungkin Tira bisa memiliki hubungan baik dengan Erich? Padahal sebagai orang yang menyukai Ernest, dia harus melakukan pendekatan kepada Erich yang merupakan satu-satunya saudara yang saat ini dimiliki oleh Ernest. Untuk mendapatkan hati seseorang, tidak ada salahnya dengan menjadi orang yang disukai oleh keluarga dan orang-orang terdekatnya.


Evelyn berkata dalam hati sambil menghela nafasnya dan menggaruk-geruk alisnya, segera berusaha memikirkan cara untuk bisa memulai pembicaraan diantara mereka, agar suasana saat ini tidak terasa dingin dan suram.


Sebelum Evelyn menjadi kekasih Leo, kedua orang tua  Leo adalah orang yang cukup dekat dengan Evelyn dan sayang dengan gadis cantik itu, begitu juga sebaliknya, Leo juga memiliki hubungan dekat dengan keluarga Dave dan Evelyn, bahkan ada sebuah kamar khusus di rumah besar (rumah utama yang menjadi rumah dari keluarga besar Dave) mereka dimana itu disediakan untuk Leo, seolah dari awal mereka sudah tahu kalau di masa depan Leo akan menjadi salah seorang penghuni rumah besar itu.


Karena itu begitu mama Leo mendengar kabar tentang hubungan cinta serius antara Leo dan Evelyn, mama Leo merasa seperti mendapatkan durian runtuh, dan dia menjadi semakin sayang dan memanjakan Evelyn sebagai calon menantunya.


"Erich... kapan kamu akan menikah dengan Cleosa?" Pertanyaan Evelyn yang tiba-tiba diucapkannya untuk membuka pembicaraan dengan Erich, setelah melihat beberapa waktu mereka tetap saling berdiam diri, langsung membuat Erich menoleh ke arah Evelyn.


Menyebutkan nama Cleosa di depan Erich, adalah hal yang paling bisa membuat mood Erich berubah seratus delapan puuh derajat.

__ADS_1


Sosok Erich yang dingin, dengan tatapan matanya yang selelu terlihat tajam dan penuh selidik terhadap semua hal yang ada di sekitarnya, akan dengan mudah terlihat lebih hangat dan tenang, saat nama gadis yang begitu dicintai oleh Erich itu disebutkan di depannya.


Ah... ternyata menyebutkan nama Cleosa memang benar bisa menjadi hal yang paling bisa dilakukan untuk memancing Erich.


Tira yang ikut melihat perubahan pada wajah Erich, jadi ikut berkomentar dalam hatinya.


"Ah, sekitar 3 bulan lagi Nona Evelyn."


"Cukup cepat... sebentar lagi, hanya tinggal menunggu waktunya." Evelyn langsung mengeluarkan komentarnya.


"Aku harap aku bisa hadir di sana, dan berharap tanggal pernikahanmu tidak berbenturan dengan jadwal kuliahku di sini." Kata-kata Tira membuat Erich langsung memberanikan diri untuk menatap lurus ke arah Tira karena cukup kaget dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Tira.


"Putri... tidak perlu repot-repot memikirkan semua itu. Hanya doa dari Putri saja, rasanya saya sudah begitu beruntung bisa mendapatkan hal seperti itu, tanpa harus Putri bersusah payah mengatur waktu untuk datang saat pernikahan saya dengan Cleosa." Ucapan Erich disambut dengan sebuah pelototan dari mata Evelyn.


"Apa maksudnya dengan itu Erich? Apa kamu berniat melewatkan nama Tira dan tidak memberikan undangan kepadanya? Tega sekali.... padahal kalian lama tinggal bersama di istana dan saling mengenal satu sama lain...." Kata-kata bernada protes yang diucapkan oleh Evelyn, sukses membuat wajah Erich jadi terlihat tegang, antara bingung dan kaget bercampur jadi satu.


Sedang Tira sendiri justru tampak tenang dengan senyum manis tersungging di wajahnya karena melihat apa yang terjadi antara Erich dan Evelyn.

__ADS_1


Di kelompok para kakak-kakak, Evelyn ini adalah kak Laurelnya, dimana orang biasa akan sulit menghadapi perkataannya yang terdengar tajam dan selalu tepat sasaran. Orang yang selalu membuat suasana terlihat ceria dan hangat, dengan bahan pembicaraan yang tidak pernah ada habisnya, dan selalu membuat hidup suasana. Hanya saja... Erich memiliki sifat yang begitu kaku dan dingin seperti kulkas, tidak bisa dibandingkan dengan sikap para pria lain di kelompok kami.


Tira berkata dalam hati sambil tersenyum.


Aku harus menolong Erich agar tidak perlu merasa begitu kaku dengan kami, terutama denganku, karena di masa depan, aku dan dia pasti akan sering bertemu karena hubungan dekatku dengan Ernest.


Tira kembali berkata dalam hati dan berdehem pelan sebelum mengeluarkan suaranya.


"Aku tidak perlu menerima undangan resmi dari Erich. Siapapun yang dekat dengan kak Alvero pasti tahu kalau Erich adalah orang yang sudah dianggap seperti saudara sendiri oleh kak Alvero. Jadi aku pasti akan datang jika tidak ada halangan." Ucapan Tira yang menenangkan, yang diucapkan dengan suara lembut dan sikap anggunnya, membuat tanpa sadar membuat hati Erich merasa lebih tenang.


"Wah... benar-benar manis sekali ucapanmu Tira. Tapi mendengar kata-kata Tira, kamu sepertinya memang sangat dekat dengan kak Alvero ya Erich. Setiap kali aku bertemu kak Alvero dimanapun, dia selalu mengajak kalian berdua, kamu dan Ernest, menunjukkan kalau kak Alvero merasa begitu nyaman dengan kalian berdua sebagai pengawal pribadinya." Evelyn berkata dengan mata menatap dengan tatapan penasaran ke arah Erich.


"Bukan hanya dekat, tapi seperti yang aku katakan tadi, kak Alvero sudah menganggap Ernest dan Erich seperti keluarganya sendiri. Bahkan ketika Erich berniat menemui keluarga Cleosa dan melamarnya, aku dengar dari kak Deanda, kak Alvero sendiri yang datang mewakili almarhum orangtua Erich untuk melamar Cleosa." Mata indah milik Evelyn langsung melotot mendengar cerita dari Tira, yang baru dia dengar untuk pertama kalinya itu.


"Wah... apa benar ada cerita seperti itu?" Evelyn berkata sambil bertepuk tangan dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Keren sekali, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kagetnya keluarga Cleosa. Dan pastinya... mana bisa keluarga Cleosa menolak lamaran yang dilakukan sendiri oleh raja Gracetian. Keren... dan juga pasti mengharukan sekali kejadian waktu itu." Evelyn terus mengucapkan keheranan dan juga rasa kagumnya mendengar bagaimana seorang raja besar seperti Alvero, ternyata begitu perhatian dan perduli dengan pengawal pribadinya sampai sejauh itu.

__ADS_1


Kata-kata dari bibir Evelyn dengan wajah tidak percayanya, meski hanya sebentar saja, berhasil membuat wajah Erich terlihat sedikit memerah karena rasa haru sekaligus bangga, karena pada kenyataannya acara lamaran hari itu memang menjadi begitu heboh, karena kedatangan Alvero di tengah-tengah keluarga Cleosa untuk mewakili Erich, meminta Cleosa sebagai calon istrinya.


Erich masih ingat bagaimana wajah malu-malu Cleosa saat itu, yang beberapa kali berusaha mencuri pandang ke arahnya, sambil menahan senyum bahagianya, yang tidak bisa dia tutupi, karena begitu jelas terlihat di raut wajah cantiknya, yang bagi Erich saat itu membuat dadanya begitu bergejolak hebat, dan perutnya terasa geli karena rasa bahagia yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


__ADS_2