
“Ah… itu hanya perasaanmu saja Erich, memang kenapa denganku? Kalau sesuatu terjadi padaku, kamu pasti akan menjadi orang pertama yang tahu tentang itu.” Ernest bertanya sambil mengeluarkan suara tawa kecil dari bibirnya, membuat Erich yang ada di seberang sana mengernyitkan dahinya begitu mendengar suara Ernest saat ini.
Apa yang terjadi? Selama ini, jika ada sesuatu yang terjadi padanya, dan sedang berusaha untuk dia sembunyikan, Ernest akan mencoba tertawa meskipun kondisi sedang serius dan tidak ada kejadian lucu.
Erich berkata dalam hati dengan dahinya yang masih mengernyit.
Beberapa lama ini Erich yang tidak tahu apa yang sedang terjadi memang merasakan ada sesuatu pada Ernest yang membuatnya ingin menghubungi Ernest secepatnya.
Hanya saja, sama seperti Ernest, Erich juga sedang begitu sibuk sehingga dia tidak memiliki waktu untuk menghubungi Ernest beberapa lama ini, apalagi memang biasanya Ernest adalah orang yang pertama menghubungi Erich, dibandingkan Erich yang menghubungi Ernest.
“Apa ada yang lucu? Kenapa kamu tertawa? Katakan padaku, sebenarnya apa yang sedang kamu alami saat ini.” Tanpa basa-basi, Erich bertanya kepada Ernest yang langsung menggaruk alisnya begitu mendengar apa yang ditanyakan Erich padanya.
Sepertinya sulit sekali untuk aku berbohong pada Erich.
Ernest langsung berkata dalam hati sambil segera mencari alasan, agar Erich tidak terus mencercanya seperti sekarang ini.
“Hah… sulit sekali ya berbohong padamu. Memang ada banyak hal yang terjadi padaku akhir-akhir ini, tapi kamu tidak perlu khawatir, karena aku baik-baik saja….”
__ADS_1
“Apa menjadi pengawal pribadi putri Tira begitu sulit untukmu? Kalau kamu ingin mundur, aku akan mencoba membantumu dengan meminta yang mulia mencabut perintahnya kepadamu untuk tetap menjadi pengawal pribadi putri Tira. Toh peneror itu juga sudah tertangkap, tidak ada alasan untuk kamu tetap berada di tempat ini.” Kata-kata Erich membuat mata Ernest tebeliak saat itu juga dengan bibir yang terbuka karena tidak menyangka kalau Erich akan berkata seperti itu.
“Ap… apa maksudmu Erich? Kenapa aku harus merasa sulit untuk menjadi pengawal putri? Bukannya selama ini tugas sebagai pengawal pribadi yang mulia Alvero jauh lebih sulit dan berbahaya untuk kita? Tapi kita tetap melakukannnya dengan senang hati.” Ernest langsung menanggapi perkataan Erich sambil berusaha mengatur nada suaranya agar tidak menunjukkan emosinya saat ini sehingga Erich akan semakin curiga padanya.
“Aku tahu kamu adalah orang paling bisa menahan perasaan dan rasa sakit yang kamu alami. Dekat dengan gadis yang kamu cintai tanpa bisa menyatakan perasaanmu, bukankah itu sangat sulit untuk dijalani?” Kata-kata Erich membuat Ernest langsung terdiam seketika itu juga.
“Hah… sudah aku duga…. Aku tahu itu akan membuatmu dalam kesulitan dan menderita sejak kamu menerima perintah untuk mengawal putri saat itu….”
“Erich… kenapa kamu berkata seperti itu? Bagiku, ini tidaklah sesulit yang kamu bayangkan.” Ernest segera memotong peerkataan Erich.
Tidak biasanya Erich yang dingin akan mengucapkan kata-kata begitu panjang seperti saat ini, dan dari situ Ernest tahu kalau Erich begitu serius dengan perkataannya dan memang benar-benar sedang mengkhawatirkan dirinya.
“Aku tahu kamu khawatir padaku, tapi aku sungguh baik-baik saja. Mungkin tidak saat ini, tapi aku akan menceritakan semuanya padamu ke depannya, karena itu….”
“Ernest… kumohon jangan bertindak bodoh….” Erich kembali memotong perkataan Ernest yang langsung menghela nafasnya begitu melihat bahwa Erich sepertinya sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi antara dia dan Tira, hanya saja Erich yang selama ini selalu menghormati Ernest sebagai saudaranya, tidak ingin langsung menuduh tanpa adanya pengakuan resmi dari Ernest.
Ernest… sepertinya apa yang selama ini aku takutkan benar-benar terjadi.
__ADS_1
Erich berkata dalam hati begitu dia mengingat terakhir kalinya bagaimana sikap Tira saat Ernest menjemputnya tadi.
Meskipun saat itu Erich tidak berada dalam posisi yang cukup dekat dengan Tira maupun Ernest, Erich bisa melihat pertemuan mereka hari ini seperti pertemuan sepasang kekasih yang sedang melepas rasa rindu mereka.
Cara Tira menatap Ernest hari ini, Erich bisa memastikan bahwa tatapan itu dipenuhi dengan rasa rindu dan cinta yang begitu besar dari Tira, meskipun secara fisik, Tira maupun Ernest tidak menunjukkan sikap mesra diantara mereka seperti saling memeluk atau saling mencium layaknya pasangan lain ketika bertemu.
Dari apa yang dilihat Erich tadi di masion keluarga Shaw, Erich bisa melihat bagaimana antara Tira dan Ernest adalah dua anak manusia yang sebenarnya saling mencintai satu sama lain.
Dengan itu, bagi Erich jika dia tidak bertindak sekarang untuk menarik Ernest menjauh, mereka berdua bisa dia pastikan tidak akan lama lagi bisa menahan diri untuk mengikat diri mereka pada hubungan yang lebih serius, yang pastinya akan membuat heboh istana dan pertentangan besar akan terjadi dari keluarga istana, terutama kedua orangtua Tira.
“Ernest… cepatlah kembali ke Gracetian. Aku akan meminta yang mulia Alvero mengirimkan pengawal hebat lainnya untuk putri, kalau kamu masih merasa khawatir dengan keselamatan putri Tira setelah kamu kembali ke Gracetian.” Ernest langsung menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya begitu mendengar perkataan Erich yang sudah menyerupai sebuah perintah dan juga permintaan tolong baginya itu.
Permintaan dari Erich membuat dada Ernest terasa begitu sakit, dengan bayangan bagaimana sedih dan sakit hatinya Tira jika dia memutuskan untuk kembali ke Gracetian sekarang, seperti yang dikatakan oleh Erich padanya, membuat tanpa sadar mata Ernest terasa panas.
Meskipun sedari awal Ernest sudah memperkirakan akan datang hal seperti yang terjadi hari ini jika dia nekat untuk tetap menyatakan perasaan cintanya pada Tira, akan tetapi rasa sakit yang dirasakan Ernest saat ini sungguh membuatnya ingin berteriak keras untuk menyatakan protesnya, kenapa untuk saling mencintai begitu sulit untuknya.
“Ernest….” Dengan suara pelan Erich memanggil nama Ernest begitu dirasakannya Ernest cukup lama terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun setelah Erich mengucapkan kata-kata terakhirnya.
__ADS_1