MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEMBALI MENGANTAR TIRA


__ADS_3

"Ah... maaf Tira, untuk hari ini... sebaiknya, kamu tetap berada di mansion kelaurga Shaw...." Ernest yang tiba-tiba memintanya untuk tetap tinggal di mansion, padahal saat-saat ini baginya adalah saat dimana dia masih begitu ingin terus berada berduaan dengan Ernest sebagai sepasang kekasih, membuat Tira langsung menghentikan makannya, dan meletakkan sendok yang dipegangnya ke atas piring di depannya.


“Kenapa?” Satu kata singkat yang menjadi pertanyaan Tira membuat Ernest terdiam sesaat, mencoba memikirkan dengan cepat jawaban paing tepat yang tidak akan membuat Tira tersinggung, dan juga khawatir tentang hubungan mereka.


“Karena orang pasti curiga kalau tiba-tiba saja, kamu baru sampai di sana, dan merencanakan pertemuan dengan Luis, lalu setelah itu tanpa menemui yang lain langsung kembali ke apartemenmu.” Jawaban dari Ernest membuat Tira menghela nafasnya.


“Benar juga… kakak-kakakku palsti akan curiga, termasuk mungkin juga Erich… bukannya dia selalu bersikap waspada terhadap apapun yang terjadi di sekitarnya? Sedikit kesalahan akan membuat Erich curiga pada kita berdua.” Tira membenarkan perkatan Ernest.


“Kalau begitu, aku akan tetap tinggal di sana sampai acara ulang tahun papa kak Dave selesai. Hanya tinggal beberapa hari lagi. Tapi, aku juga memiliki alasan kuliah untuk bisa tetap bersamamu. Jadi, setiap hari, biarkan kamu yang menjemputmu, bukan Edi atau Steven.” Perkataan Tira membuat Ernest tersenyum.


“Tentu saja. Aku akan melakukan itu untukmu….”


Lagipula, siapa yang rela kalau sampai kamu harus dijemput oleh Edi dan Steven? Aku akan menjemputmu setiap hari, dan menikmati kebersamaan kita waktu demi waktu, hingga ditungan detik. Mulai sekarang, aku tidak akan dengan mudah emmbiarkan laki-laki lain berada terlalu dekat denganmu.


Ernest melanjutkan kata-katanya dalam hati sebelum akhirnya meletakkan sendok dan garpunya di atas piring dalam konsiddi terbalik, menunjukkan kalau dia sudah berniat menyelesaikan makannya.


Tira sendiri, justru lebih awal meletakkan sendok dan garpunya, dan lebih awal daripada Ernest dalam menyelesaikan makan paginya.


“Aku sudah selesai, sebaiknya kita segera pergi sekarang.” Setelah menyelesaikan kata-katanya, Tira bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekat ke arah Ernest yang juga segera menyusul tindakan Tira.


“Ayo kita pergi….” Dengan suara lembut Tira berkata sambil meraih lengan Ernest dan mengajaknya untuk keluar dari apartemennya.

__ADS_1


Tindakan Tira, membuat Ernest tersenyum bahagia dengan dada yang lagi-lagi lansung berdebar-debar karena kedekatan fisiknya dengan Tira.


Begitu mendekat ke arah pintu keluar apartemen, Tira menghentikan langkahnya sejenak, melepaskan pelukannya pada lengan Ernest, dan membuka pintu, melongok ke kanan ke kiri untuk memastikan tidak ada orang yang sedang terlihat di sekitar situ.


Setelah memastikan kalau semuanya aman-aman saja, dan tidak ada orang yang akan melihat keberadaan mereka berdua, dengan gerakan cepat dan tiba-tiba, Tira berjinjit dan langsung mencium pipi Ernest dengan lembut, membuat mata Ernest langsung melotot karena kaget.


“Maaf… aku lupa untuk memberikan ciuman selamat pagi untukmu…” Dengan senyum malu-malu dan wajah sedikit memerah, Tira berkata sambil berjalan dengan bergegas mendahului Ernest meninggalkan pintu apartemennya., meninggalkan Ernest yang tampak masih diam di tempatnya.


“Eh… tunggu aku….” Tidak lebih dari beberapa detik, begitu sadar, Ernest segera berlari-lari kecil menyusul Tira yang berjalan ke arah lift, untuk menuju tempat parkir mobilnya.


 


Sepanjang jalan, Tira yang duduk di samping Ernest terus saja menggenggam tangan Ernest, atau memeluk lengan Ernest tanpa henti, membuat Ernest sepanjang waktu saat mengendarai mobil itu juga terus tersenyum tanpa henti-hentinya.


Begitu hampir sampai di mansion keluarga Shaw, Ernest sengaja menghentikan mobilnya atas permintaan Tira, agar Tira bisa merubah posisi duduknya jadi di belakang, di posisi kursi penumpang,


Setelah turun dari mobil, Ernest berusaha untuk bersikap seperti biasanya, membukakan pintu mobil untuk Tira dan masuk ke area mansion keluarga Shaw.


“Ah… kamu sudah datang ya.” Evelyn yang sengaja menunggu-nunggu kedatangan Tira karena merasa begitu penasaran dengan perkembangan hubungan antara Tira dan Ernest, langsung menyapa Tira dengan senyum lebar menghias bibirnya.


“Selamat pagi Nona Evelyn….” Dengan sikap sopan, Ernest segera menyapa Evelyn yang memandang bergantian ke wajah Ernest dan Tira yang tampak tersenyum malu-malu, karena Tira sadar sepenuhnya kenapa Evelyn terus memanadangi mereka tanpa henti seperti itu.

__ADS_1


“Tira… bagaimana dengan rencana kita kemar….”


“Eh…” Dengan cepat Tira menutup bibir Evelyn dengan telapak tangannya, sebelum bibir itu mengucapkan kata-kata yang pastinya akan membuatnya malu di depan Ernest, kalau sampai Ernest tahu tentang bagaimana dia dan Evelyn yang sengaja berpura-pura membicarakan masalah perjodohannya di depan Ernest kemarin, untuk membuat Ernest terpancing dan cemburu.


Dengan buru-buru, bahkan Tira langsung menyeret Evelyn untuk masuk ke dalam mansion, sengaja meninggalkan Ernest sendirian, begitu Tira melihat sosok Erich sedang berjalan ke arah mereka dari arah utara.


“Mmphhh…” Dengan cepat, Evelyn segera membuka telapak tangan Tira yang menutupi bibirnya setelah mereka berdua sudah cukup jauh dari Ernest, karena Tira tidak juga melepaskan telapak tangannya dari mulutnya.


“Hah… kamu ini Tira… kenapa membekapmu sampai seperti itu?” Evelyn langsung menyatakan protesnya begitu bibirnya sudah terbebas dari bekapan tangan Tira.


“Maaf… apa kamu tidak melihat ada Erich sedang berjalan ke arah Ernest tadi? Kamu tahu kan, sampai saat ini aku merasa tidak nyaman meluhat sosok Erich yang dinginnya seperti kulkas itu. Lagipula… aku tidak mau kalau sampai perkataanmu tadi membuat malu Ernestku….” Kata-kata terakhir di kalimat Tira, membuat Evelyn sedikit terbeliak kaget.


“Cie… cie… Ernestku? Barusan aku sedang tidak salah dengar kan? Jadi sekarang Ernest sudah resmi menjadi milikmu?” Pertanyaan Evelyn hanya sanggup dijawab dengan sebuah anggukan dengan sikap malu-malu oleh Tira, membuat Evelyn tertawa senang.


“Ah… akhirnya. Jadi, bagaimana ceritanya? Kapan kalian memutuskan untuk saling mengucapkan kata cinta? Lalu….” Dengan wajah tidak sabar Evelyn terus bertanya kepada Tira yang langsung menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri, untuk memberi tanda kepada Evelyn untuk menurunkan volume suaranya, agar tidak didengar oleh orang lain.


“Kita bicarakan nanti saja, sekarang aku harus segera menemui kak Enzo dan duke Evan….” Tira segera memutus perkataan Evelyn yang wajahnya terlihat begitu penasaran.


“Ayolah… ceritakan sedikit padaku… sedikittt saja….” Evelyn berkata dengan nada suara memohonnya, karena dia benar-benar penasaran.


Bahkan sebenarnya sejak tadi pagi Evelyn sudah mengirimkan beberapa pesan kepada Tira untuk menanyakan perihal rencananya untuk membuat Ernest melakukan pernyataan cinta padanya.

__ADS_1


Akan tetapi Tira yang sejak pagi sudah sibuk memasak dan dilanjutkan dengan menghabiskan waktunya pagi ini bersama Ernest, tentu saja tidak sempat membalas pesan-pesan dari Evelyn, bahkan Anna yang tadi sempat menanyakan kapan mereka bisa berlatih musik kembali untuk persiapan tugas menampilan grup band di kampus, tidak diperdulikan oleh Tira yang sejak pagi terlalu fokus pada Ernest.


__ADS_2