
"Edi, katakan pada Steven untuk segera mencari info siapa saja orang yang mengikuti kelas kami, karena aku yakin peneror itu adalah salah satu orang yang hadir bersama kami di kelas itu, karena waktu yang dimiliki oleh orang itu untuk merusak saxsofonku tidak banyak." Ernest menghentikan kata-katanya sejenak.
"Setelah kelas tadi, aku menyimpan saxsofonku, aku mengkuti satu kelas lagi yang hanya berlangsung sebentar karena tiba-tiba dosen yang mengajar mendapat pesan kalau putrinya mengalami kecelakaan, dan berita tentang apa yang aku lakukan baru saja menyebar siang ini. Karena itu, aku yakin kalau orang itu tadi ada bersama kami di kelas yang sama...."
"Baik Tuan Ernest." Dengan cepat Edi menjawab perintah Ernest.
"Dan satu lagi, cek semua cctv yang mengarah ke loker selama aku pergi meninggalkan loker setelah aku meyimpan saxsofonku dalam loker. Cari orang yang sudah merusak saxsofonku dengan segera, karena dia kemungkinan adalah peneror itu." Ernest kembali mengeluarkan perintahnya kepada Edi.
“Baik Tuan Ernest, setelah Steven kembali dari mengawal tuan putri, kami akan segera mencari cara untuk mendapatkan rekaman itu.” Edi berkata sambil melirik ke arah layar komputer di depannya.
Untuk tidak terlalu menarik perhatian dan membuat orang lain curiga, Ernest memang meminta Steven yang mengawal Tira secara diam-diam ke cafe X, sedang dia sendiri sedikit mengulur waktu untuk kemudian menyusul Tira.
Dan setelah Ernest dipastikan sudah berada di dekat Tira kembali nanti, Steven berencana untuk langsung kembali ke apartemen, dan menyelesaikan tugas-tugasnya dari Ernest bersama dengan Edi.
Meskipun saat ini banyak orang yang tahu tentang status Ernest yang sedang mengejar-ngejar Tira, tapi Ernest tidak mau terlalu mencurigakan dengan terus menempel di dekat Tira. Bagaimanapun Ernest ingin bertindak senormal mungkin.
“Baik kalau begitu. Aku sudah hampir sampai di café X. Semoga penyelidikan kalian hari ini mendapat hasil yang memuaskan dan ada titik terang tentang siapa pelaku teror yang sesungguhnya….”
“Baik Tuan Ernest, selamat siang.” Begitu mendengar salam dari Edi, Ernest segera menutup panggilan teleponnya.
“Eh….” Sesaat setelah memutus hubungan teleponnya dengan Edi, Ernest yang awalnya ingin langsung meluncur ke café, sedikit memperlambat laju mobilnya, karena sedang melewati sebuah toko bunga segar yang menarik perhatiannya.
# # # # # #
__ADS_1
“Selamat siang Tira….” Suara lembut Ernest yang sengaja menyebutkan hanya nama Tira, meskipun ada Anna dan Janetta disana membuat Tira yang sedang bercanda dengan teman-temannya langsung menoleh kea rah pemilik sumber suara.
Dan mata Tira langsung terbeliak karena Ernest yang datang sambil membawa rangkain bunga mawar bewarna merah di tangannya, yang langsung disodorkannya ke arah Tira dengan senyum manis di wajahnya.
“Cieee……” Baik Anna maupun Janetta langsung menggoda Tira yang wajahnya langsung memerah begitu melihat sodoran bunga mawar dari Ernest.
(Dari macam-macam bunga yang ada di muka bumi, bunga mawar merah merupakan bunga spesialis dalam percintaan. Bunga mawar merah melambangkan cinta romantis. Warna merah cerah melambangkan hasrat.
Warna merah pada bunga mawar secara umum merujuk pada kasih sayang, cinta, dan kekaguman. Sementara mawar dengan warna merah yang lebih cerah melambangkan romansa. Lalu bunga mawar merah burgundy dan merah tua berarti cinta abadi. Mawar merah yang masih kuncup memiliki arti cinta yang masih berbunga atau sedang berada pada tahap awal.
Jumlah bunga mawar merah dalam karangan bunga atau buket juga dapat melambangkan makna khusus, yaitu:
• 1 tangkai: Melambangkan cinta pada pandangan pertama. Untuk pasangan kekasih yang tetap mencintai selama bertahun-tahun, satu tangkai mawar mekar berarti "Kamu masih menajdi yang paling aku cintai."
• 3 tangkai: Paling cocok diberikan sebagai hadiah perayaan satu bulan bersama
• 6 tangkai: Memiliki arti hasrat yang menggebu
• 10 tangkai: Memiliki makna cinta dan romansa yang sempurna
• 11 tangkai: Menandakan cinta sejati yang mendalam
• 12 tangkai: Memiliki arti "Jadilah milikku"
__ADS_1
• 15 tangkai: Menunjukan pesan permintaan maaf, terutama ketika Anda tidak dapat menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkannya..
• 24 tangkai: Menyampaikan arti "Aku milikmu."
• 36 tangkai: Menandakan Anda tergila-gila pada orang yang Anda berikan bunga mawar merah tersebut.
• 50 tangkai: Melambangkan cinta tanpa batas
• 100 tangkai: Melambangkan pengabdian
Dan terus terang, bagi Tira, melihat bunga mawar di tangan Ernest, dengan jenis dan warna bunga yang sama seperti yang pernah diletakkan oleh peneror itu di kap mobilnya, perasaan dalam hati Tira sungguh jauh berbeda.
Detak jantungnya sama-sama terasa cepat, hatinya sama-sama gelisah, akan tetapi saat itu jantungnya berdetak keras karena rasa takut, namun klai ini, jantungnya berdetak karena perasaan bahagia yang membuncah di dadanya.
Kenapa… Ernest jago sekali dalam mendalami perannya untuk melaksanakan rencanaku? Padahal ini sudah di luar lingkungan kampus, meskipun masih ada Janetta di sini. Jika boleh… aku sungguh berharap Ernest benar-benar menyukaiku, bukan sekedar melakukan hal ini karena tuntutan tugas yang harus diselesaikannya.
Tira berkata dalam hati, berharap apa yang dilakukan Ernest, menunjukkan isi hati Ernest yang sebenarnya kepadanya.
Pikiran Tira masih saja terbayang-bayang dengan tindakan manis dan romantis Ernest di kelas tadi, dan hatinya masih saya berdebar setiap kali teringat tentang itu, dan sekarang…. Ernest kembali menghujaninya dengan tindakan manis dan romantis lainnya, membuat hati Tira semakin berdebar dan berbunga-bunga karenanya.
Apalagi Tira sebagai putri Gracetian yang mendapatkan pelajaran merangkai bunga dan familiar dengan arti dari bunga-bunga yang ada, baru saja menghitung jumlah bunga yang diberikan Ernest padanya adalah sejumlah 36 tangkai.
Hal itu membuat hati Tira semakin bergejolak, karena Tira tahu Ernest sebagai pengawal pribadi Alvero juga banyak mendapatkan pendidikan seperti para putri dan pangeran Gracetian, yang pasti tahu tentang apa yang sedang dilakukannya, sehingga saat ini perasaan cinta di hati Tira kepada Ernest semakin meluap-luap di hatinya.
__ADS_1