
Kenapa pak Luis tiba-tiba saja ada di toserba yang sama denganku? Bukankah tempat tinggal pak Luis tidak berada di sekitar tempat ini? Apa pak Luis sengaja sedang mengikuti dan mengamatiku?
Dengan dada yang berdetak semakin kencang, Janeta berkata dalam hati dengan tubuh bergetar dan bulu kuduk merinding, bahkan keringat dingin yang tadi berusaha ditahannya dengan susah payah, pada akhirnya berjatuhan juga membasahi kening dan punggungnya saat ini, tanpa bisa dia kendalikan lagi.
Meskipun Janeta berusaha sebisa mungkin untuk tetap kuat di hadapan Luis, tapi ternyata setelah benar-benar menjauh dari sosok Luis, rasa takut itu langsung menyergapnya.
“Apa gadis itu jujur dengan apa yang dia katakan tadi? Sepertinya ada yang aneh dengan gerak-gerik gadis itu.” Luis bergumam pelan sambil berjalan menuju pintu keluar toserba, meskipun dia tampak berjalan dengan santai, bukan seperti orang yang berusaha untuk mengejar Janeta.
Luis memang sengaja setelah pulang dari kampus berkeliaran di sekitar toserba yang letaknya cukup dekat dengan area rumah Janeta, setelah dia melihat di tempat parkir tampak mobil Janeta ada di sana.
Melihat itu, dengan berpura-pura mencari barangnya yang dia lupa dimana dia meletakkan, apakah masih di mobil atau dia bawa, Luis meminta bagian keamanan kampus untuk mengecek rekaman cctv di area parkiran, sehingga Luis akhirnya bisa melihat bagaimana sosok Janeta yang ikut dalam mobil yang dikendarai Ernest, dengan Tira yang duduk di sampingnya.
Luis juga dengan sengaja mendekati Janeta ketika dia hendak mengembalikan keranjang dorong yang tidak jadi digunakannya tadi, untuk memastikan apakah Janeta benar-benar melaksanakan perintahnya tadi pagi, untuk berusaha memisahkan Ernest dan Tira.
Laki-laki itu memang meminta Janeta untuk memisahkan Ernest dan Tira, dan berpura-pura mengajak Ernest keluar ke suatu tempat, dimana Luis sudah berencana untuk menculik Ernest, tanpa disadari oleh siapapun termasuk Janeta.
Apa gadis itu sudah pergi dari tempat ini? Kenapa larinya kencang sekali seperti seekor kelinci yang bertemu serigala? Sungguh aneh.
Luis berkata dalam hati sambil terus melangkah ke arah pintu keluar toserba, dan ingin memastikan ke arah mana Janeta pergi, karena entah kenapa, Luis merasa hatinya tidak tenang saat melihat cara Janeta berbicara dengannya tadi, seperti orang yang sudah mengenal siapa dirinya sebenarnya, dan tahu tentang beberapa kejahatan yang sudah dilakukannya.
__ADS_1
Dan itu sungguh membuat Luis merasa penasaran dengan itu.
Janeta yang tadi lebih dahulu keluar dari toserba, dengan buru-buru langsung mencegat taksi yang lewat dan masuk ke posisi penumpang secepat yang dia bisa.
“Tolong segera jalan Pak.” Dengan sikap panik, dan suara bergetar Janeta berkata sambil menoleh ke arah belakang, dimana tampak Luis yang berjalan keluar dari pintu toserba.
Meskipun Janeta tidak tahu apakah Luis memang sudah selesai dengan urusannya di toserba dan keluar dari sana, atau Luis memang sedang mengejarnya, tapi bagi Janeta, sosok Luis sungguh mengerikan baginya, setelah dia membayangkan yang tidak-tidak tentang Luis, yang ada hubungannya dengan beberapa kejadian aneh dan cukup ganjil disebut untuk disebut sebagai hanya sebuah kebetulan atau kecelakaan tanpa disengaja.
“Tujuan kemana Nona?” Sopir taksi itu bertanya sambil sedikit menoleh ke belakang, dan langsung mengernyitkan dahinya melihat bagaimana wajah pucat Janeta yang terlihat ketakutan, dan tampak berkeringat sedangkan sore ini cuaca tidaklah panas.
“Lurus saja pak. Yang penting cepat pergi dari tempat ini.” Janeta berkata sambil langsung menyembunyikan dirinya dengan tubuh membaringkan tubuhnya di kursi, begitu melihat Luis yang sedang menoleh ke arah taksi yang ditumpangi Janeta, agar Luis tidak mengira kalau dia sudah berada di dalam taksi, tanpa Janeta sadari, bahwa sebenarnya, rumah Janeta pun, Luis sudah tahu dan dalam pengintaiannya selama ini, untuk berjaga-jaga agar dia bisa segera menyingkirkan Janeta, jika mulai ada sesuatu yang mencurigakan terjadi pada Janeta, yang bisa membuat posisinya dalam bahaya.
Sopir taksi yang melihat apa yang dilakukan oleh Janeta, berkata dalam hati dan langsung menginjak gas taksinya, meluncur dengan cepat di jalanan yang tampak ramai itu.
Begitu Janeta merasa sudah aman, dia segera menggerakkan tubuhnya, bangun dari berbaringnya dan duduk kembali dalam posisi tegak sambil menghembuskan nafas panjang untuk mengurangi ketegangan yang dia rasakan.
“Pak, maaf… bisakah Bapak memutar balik mobil Bapak ke jalan xx?”
“Eh?” Permintaan Janeta membuat sopir taksi itu mengernyitkand ahinya dengan wajah heran, karena sebenarnya jalan yang disebutkan Janeta berada di daerah dekat toserba tadi, dan untuk menuju kesana, melewati toserba itu adalah satu-satunya jalan yang harus dilewati.
__ADS_1
“Ah… baiklah Nona, di depan saya akan memutar ke arah jalan xx.” Sopir taksi itu langsung mengiyakan permintaan Janeta tanpa berpikir panjang, karena dia sendiri sedang merasa iba melihat kondisi Janeta yang sepertinya tidak sedang baik-baik saja.
Saat taksi semakin mendekat kembali ke arah toserba tadi, mata Janeta tampak menatap lurus dengan sikap awas ke arah depan, untuk melihat apakah masih ada Luis disana atau tidak.
Begitu melihat tidak adalagi Luis disana, Janeta langsung menghela nafasnya leganya kembali, tanpa menyadari bahwa Luis yang tadi kembali ke dalam toserba setelah tidak melihat sosok Janeta, masih berdiri di dekat pintu masuk, dengan tubuh tertutupi oleh sebuah patung yang memegang ucapan selamat datang di toserba itu, dan langsung menoleh ke arah taksi itu, sehingga tanpa sengaja Luis melihat sosok Janeta di dalam taksi itu.
Janeta? Apa benar di dalam taksi barusan ada Janeta? Kenapa dia mengendarai taksi dari arah sana? Benar-benar seperti orang bingung, dan itu sungguh terlihat aneh.
Luis berkata dalam hati sambil menatap taksi yang terus malaju, menjauh dari tempatnya berdiri.
# # # # # #
“Semoga Janeta bisa memegang janjinya untuk membantu kita menghadapi Luis.” Tira berkata sambil menarik nafas panjang.
“Dia tidak memiliki pilihan lain Tira. Dan kalaupun dia tidak bersedia membantu kita, dengan apa yang sudah ditemukan oleh Evan, kita pasti bisa bekerja sama dengan aparat setempat untuk menangkap Luis.
“Baguslah… aku merasa sedikit lebih tenang setelah mendengar itu.” Tira berkata sambil menoleh ke arah Ernest, yang sudah mulai memasuki parkiran apartemen tempat tinggal Tira, sebelum dia nanti harus mengantarkan kembali Tira ke mansion.
“Aku akan mengambil beberapa pakaian ganti karena besok masih ada kuliah, dan lusa, aku harus mengikuti pesta ulang tahun uncle Augistin di kediaman keluarga Shaw.” Tira berkata, seolah-olah dia memang harus mampir ke apartemen untuk mengambil sesuatu, padahal sebenarnya, dia hanya ingin memiliki sedikit waktu bersama Ernest, untuk mengobrol berdua, menikmati kebersamaan mereka, setelah beberapa waktu ini, pikitan mereka terus tegang karena apa yang sudah terjadi di sekitar mereka berdua.
__ADS_1
Padahal untuk pakaian ganti, pakaian yang dibawanya waktu it uke mansion masih cukup jika dia harus beberapa hari lagi tinggal disana. Dan untuk gaun, sebenarnya ada sebuah gaun yang dibawa oleh Cladia untuknya sebagai oleh-oleh dimana Deanda dan Alaya, tidak ketinggalan dibawakan oleh-oleh berupa gaun rancangan dari tim desainer dari Grup Xanderson, yang sudah merancang dan membuatkan gaun pertunangan dan pernikahan untuk Deanda dulu.