MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
KEMBALI KE MANSION


__ADS_3

“Aku janji akan segera menceritakannya padamu, tapi tidak sekarang….” Tira yang berbisik lirih ke arah Evelyn langsung menghentikan bicaranya ketika dilihatnya sosok Laurel dan Dave sedang berjalan ke arah mereka.


“Lho, dimana Ernest, Tira?” Laurel yang tampak berjalan di dekat mereka bersama Dave tampak langsung mempertanyakan keberadaan Ernest pada Tira.


“Eh, Kak Laurel. Ernest sepertinya masih berada di depan bersama dengan Erich. Sepertinya mereka sedang membicarakan masalah penting.” Tira langsung menjawab pertanyaan Laurel sambil memberikan tanda kepada Evelyn agar tidak lagi mengungkit masalah hubungannya dengan Ernest di depan orang lain.


Evelyn yang sudah mendengar cerita dari Tira, bagaimana dalam keluarga kerajaan Gracetian, seorang gadis dengan tingkat status sosial lebih tinggi akan sulit untuk memiliki hubungan percintaan dengan pria yang status sosialnya ada di bawahnya langsung mengikuti keinginan Tira tanpa banyak bertanya.


"Kenapa mencari Ernest Kak Laurel? Apa perlu aku hubungi dia untuk menemui Kakak?"


"Eh, tidak perlu Tira. Aku hanya penasaran saja. Aku pikir sejak jadi pengawal pribadimu, dia akan selalu menempel padamu. Apa kamu sadar? Kalau bukan orang yang tahu bahwa Ernest adalah pengawal pribadimu, melihat sikap dan perhatiannya padamu, orang akan berpikir kalau dia adalah kekasihmu." Laurel berkata sambil terkikik geli, sedang Tira tanpa sadar tubuhnya sedikit tersentak, tapi dengan cepat dia langsung berusaha mengendalikan dirinya di depan Laurel dan Dave saat ini.


"Kalau bukan karena banyaknya aturan di negara Gracetian, keberadaan kalian sudah sangat serasi, dan cocok sekali menjadi sepasang kekasih. Sayangnya di negara kalian banyak aturan yang kadang menjadi penghalang." Laurel mengucapkan kata-katanya, tanpa sadar kalau saat ini dada Tira berdetak keras karenanya, apalagi Tira tidak menyangka kalau sampai Laurel tahu detail tentang masalah yang bisa timbul karena perbedaan status di Gracetian.


Apa mungkin... kak Laurel sudah melihat ada sesuatu yang mencurigakan antara aku dan Ernest? Padahal mereka hanya bertemu sekali ketika Ernest menjemputku kemarin, itupun kami hanya berpapasan sekilas, dan Ernest tidak sempat mengobrol dengan kak Laurel.


Tira yang berkata dalan hati, hampir saja menggigit bagian bawah bibirnya dengan panik, menunjukkan rasa khawatir, kalau hubungan mereka diketahui orang lain, sedangkan dia belum siap untuk itu, sekarang ini.


"Ah... jangan terlalu dianggap serius omonganku, aku hanya asal bicara...." Laurel berkata sambil menepuk pelan bahu Tira, merasa tidak enak karena wajah Tira yang berubah tegang setelah kata-katanya tadi.

__ADS_1


Walaupun sebenarnya... Laurel tidak asal bicara, karena dia bisa melihat dari cara Ernest menatap Tira, dia yakin pengawal tampan itu sudah jatuh cinta pada Tira bukan dalam waktu yang sebentar saja.


"Mo cuisle...." Bisikan pelan dari Dave di telinganya, membuat Laurel menganggukkan kepalanya dan tersenyum, mengerti bahwa Dave ingin dia menghentikan godaannya kepada Tira.


"Aku dan Dave harus pergi. Semoga rencanamu bertemu dosenmu pak Luis, dan rencana mampir ke kantor polisi berjalan lancar."


"Eh...." Tira dan Evelyn langsung saling memandang, lalu berganti memandang ke arah Laurel dengan wajah heran.


"O, sepertinya Enzo dan Evan belum memberitahumu. Barusan pihak kepolisian memberi info kalau mereka membutuhkan kesaksianmu sebagai korban teror dari teman kuliahmu Robin." Laurel langsung menjawab rasa penasaran Tira dan Evelyn.


"Kebetulan tadi aku ada bersama Alvero ketika Ernest menelponnya dan mengatakan tentang permintaan dari pihak kepolisian untuk kehadiranmu di sana." Penjelasan selanjutnya dari Laurel membuat Tira menghela nafasnya, karena itu artinya, bukan hanya acara pertemuannya dengan Luis, Ernest tidak bisa menemaninya, tapi kedatangannya ke kantor polisi untuk menerima panggilan sebagai saksi, Ernest juga tidak akan bisa ada bersamanya, dan memberinya support padanya.


"Barusan Kak Laurel?" Demi untuk mempertegas apa yang terjadi, Tira bertanya kepada Laurel.


"Ya.... Baru saja.... Aku tidak sengaja mendengarnya ketika dalam perjalanan kemari. Bahkan mungkin sekarang mereka belum selesai bicara." Laurel berkata sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah tempat dimana Alvero dan yang lain sedang berkumpul di sana, sedang Laurel dan Dave, bau saja mendapatkan panggila dari Augistin Shaw yang ingin menyampaikan sesuatu terkait dengan rencana pesta ulangtahunnya.


"Mungkin untuk lebih jelasnya, kamu bisa tanyakan langsung kepada Ernest atau Alvero. Atau kamu mau kami antar kesana?"


"Ah... tidak perlu Kak Laurel. Pastinya sebentar lagi Kaka Enzo juga akan memberitahuku, karena dia yang diakui sebagai waliku selama aku berada di Amerika." Tira segera menolak halus penawaran Laruel untuknya yang baginya lebih baik menunggu apa yang akan dikatakan Enzo dan Alvero padanya nanti.

__ADS_1


"Kalau begitu cepatlah ke sana agar kamu bisa lebih jelas. Aku dan Dave harus segera menemui papa Augistin." Laurel berkata sebelum akhirnya benar-benar pergi bersama Dave.


"Ayo kita segera kesana Tira." Dengan tidak sabar Evelyn langsung menarik tangan Tira begitu Laurel dan Dave sudah berlalu pergi.


# # # # # #


"Kalau begitu, kamu aturkan agar Edi dan Steve untuk ikut mengawal Enzo dan Evan dari kejauhan karena kamu dan Erich harus menyelidiki masalah pria yang akhir-akhir ini begitu aktif menjenguknya itu.


Tira yang baru saja sampai di tempat dimana Alvero dan yang lain sedang berkumpul di tempat itu, sedikit melirik ke arah Alvero yang seperti dikatakan oleh Laurel, sedang melakukan pembicaraan dengan Ernest di handphonenya.


"O... kamu berniat pergi sekarang dengan Erich. Baiklah. Jangan lupa untuk terus berhati-hati Ernest, sampaikan juga pada Erich. Kita tidak boleh menganggap remeh Eliana dan orang-orang di sekitarnya. Pasang telinga dan mata dengan baik untuk mengamati. Semoga berhasil menemukan petunjuk baru." Alvero mengakhiri panggilan teleponnya dengan Ernest, begitu selesai mengucapkan pesan-pesannya untuk Ernest dan Erich.


"Kapan kamu datang?" Alvero yang mendekat ke arah Deanda dan melihat sosok Tira duduk tidak jauh dari posisi Deanda langsung bertanya dengan wajah seriusnya.


"Baru saja Kak."


"Tadinya aku pikir kamu akan datang siang nanti dan langsung pergi menemui dosenmu bersama Enzo dan Evan." Alvero yang sudah duduk tepat di samping Deanda berkata sambil melambaikan tangan ke arah Enzo dan juga Evan yang kebetulan berada cukup jauh posisinya.


"Sebelum pergi, aku ingin bertemu dengan kak Enzo dulu, karena bagaimanapun aku tidak mau kalau sampai statusku sebagai putri dari Gacetian diketahui oleh banyak orang. Selama kuliah di tempat ini aku ingin kehidupan yang normal seperti mahasiswa lainnya. Aku harap Kak Alvero bisa membantuku tentang masalah itu." Tira mengucapkan kata-katanya sambil menatap ke arah Enzo yang masih berjalan dari jauh, dengan tatapan ragu.

__ADS_1


__ADS_2