
Sayangnya harapan Ernest hanya sia-sia belaka karena Tira memang tidak ada di sana.
"O, iya, Tira memang tidak ada disini, hanya saja, kejadian ini berhubungan dengan Tira. Beberapa waktu lalu beberapa polisi datang ke kampus. Aku pikir ada kejadian apa. Ternyata mereka datang untuk menangkap Robin yang baru saja diketahui bahwa selama ini dia sudah sering melakukan teror pada Tira melalui pesan-pesan tidak bertuan sekaligus hadiah-hadiah yang mengerikan untuk Tira." Penjelasan mahasiswa itu membuat Ernest mengernyitkan dahinya, tidak menyangka kalau dia bersama Steven dan Edi yang baru saja menemukan bukti tentang Robin yang meneror Tira selama ini, namun ada orang lain yang sudah membuatnya tertangkap lebih dahulu.
"Tindakan Robin benar-benar menakutkan dan terlihat bagaimana tidak gentlenya dia. Dia terlihat pengecut dengan apa semua yang dia lakukan itu. Bagaimana bisa melakukan teror menakutkan seperti itu kepada gadis yang disukainya.... Aku benar-benar salut padamu Ernest, dengan beraninya kamu menyatakan perasaanmu pada Tira di depan umum, tidak seperti Robin." Mahasiswa itu kembali memberikan penjelasan kepada Ernest sambil menepuk bahu Ernest untuk menyatakan rasa kagumnya pada cara Ernest menyatakan rasa cintanya pada Tira.
"Tadi ramai sekali ketika beberapa polisi tiba-tiba datang ke kelas yang dihadiri oleh Robin dan langsung menangkap Robin dan membawanya ke kantor pak Romeo sebagai wakil rektor. Tadi Robin bahkan sempat melawan tapi dengan cepat dilumpuhkan oleh para petugas kepolisian yagn jumlahnya cukup banyak itu...." Tanpa berhenti, mahasiswa itu terus bercerita kepada Ernest yang bersikap seperti pendengar yang baik.
Siapa sebenarnya yang sudah membongkar tindakan Robin yang sudah meneror Tira dengan hadiah dan pesan-pesan berisi ancamannya itu?
Ernest bertanya-tanya dalam hati dengan mata melirik ke arah dalam ruangan Romeo yang memang terlihat beberapa orang dengan pakaian petugas kepolisian Amerika.
__ADS_1
Di sana juga terlihat beberapa dosen yang dikenal oleh Ernest, diantaranya ada Luis dan juga Lena.
"Memangnya ada kejadian seperti itu? Bagaimana bisa Robin dituduh melakukan hal seperti itu? Siapa yang memiliki bukti bahwa Robin sudah melakukan teror pada Tira dan siapa yang sudah memanggil polisi?" Ernest yang merasa penasaran bagaimana Robin tiba-tiba bisa ditangkap bertanya dengan sikap berpura-pura tidak tahu bahwa selama ini Tira sudah mengalami teror dari Robin, yang sepertinya baru saja diketahui oleh banyak orang hari ini.
"Aku belum tahu dengan jelas, tapi kami dengar-dengar salah satu dosen yang sudah melaporkan Robin kepada polisi karena sudah menemukan benda-benda aneh di loker Robin, dan beberapa kartu yang ditujukan kepada Tira, berisi pernyataan cinta sekaligus ancaman." Dengan cepat mahasiswa itu menjawab pertanyaan Ernest.
"Aku belum melihat semua benda yang ditemukan di loker Robin, tapi aku sempat melihat di dalam loker Robin tampak puluhan, mungkin lebih dari seratus foto Tira dalam berbagai pose, termasuk saat dia sedang mengikuti pelajaran di kelas. Bahkan ada foto dimana kamu yang waktu itu memainkan saxsofone untuk Tira, juga foto dimana kamu menyerahkan coklat untuk Tira, dan...." Dengan sikap ragu, mahasiswa itu menghentikan bicaranya.
Semua penjelasan mahasiswa itu membuat Ernest menatap dengan tatapan menyelidik ke arah ruangan Romeo meskipun dia tidak bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam sana.
Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Robin? Kalaupun dia adalah pelaku teror, tidak seharusnya pihak kampus membiarkan kasus seperti ini muncul di permukaan dan diketahui oleh begitu banyak orang, karena ini pasti akan berdampak buruk pada penilaian orang luar tentang kampus ini.
__ADS_1
Sebenarnya siapa orang yang sudah melaporkan Robin dan membiarkan orang mengetahui kasus ini? Dan bagaimana secara tiba-tiba pelapor itu tahu tentang apa yang ada di loker Robin?
Melihat hasil penyelidikan kami selama ini, sepertinya Robin bukanlah orang yang ceroboh, karena dia begitu mempersiapkan segalanya dengan baik saat melakukan terornya sehingga tidak mudah bagi orang awam untuk bisa menemukan petunjuk tentang apa yang dilakukan oleh Robin
Saat ini berbagai pertanyaan terus terlintas silih berganti dan memenuhi otak Ernest.
"Ernest... apa kamu baik-baik saja?" Mahasiswa itu bertanya kepada Ernest yang tampak langsung terdiam begitu mendengar apa yang dikatakannya, berpikir bahwa Ernest sedang ketakutan, sedangkan Ernest memang sedang mencoba menerka dan menganalisa apayang sebenarnya sudah terjadi.
"Tidak masalah, toh pada akhirnya saat ini dia sudah tertangkap, jadi tidak mungkin melakukan sesuatu yang buruk padaku selama dia terbukti bersalah." Ernest berkata sambil tersenyum untuk kemudian kembali memandang ke arah kantor Romeo yang terlihat begitu tegang suasanya dari balik jendela yang kebetulan tampak terbuka tirainya.
"Ah untung saja kamu memiliki mental yang kuat, kalau aku pasti akan merasa sangat down. Eh... mereka sepertinya mau keluar." Mahasiswa itu berkata sambil menatap dengan wajah penasaran ke arah pintu kantor Romeo yang tiba-tiba terbuka dari arah dalam.
__ADS_1