MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
MENCARI-CARI KESEMPATAN UNTUK SALING MENDEKAT


__ADS_3

Mau tidak mau, Ernest langsung tersenyum melihat bagaimana arah yang ditunjukkan oleh Evelyn melalui pandangan matanya adalah sosok Tira yang sedang berada di dkeat meja sajian, dengan membawa sebuah piring di tangannya, dan matanya tampak sedang fokus melihat ke arah meja, dimana puluhan makanan enak sedang tersaji disana.


Sekilas Ernest kembali memandang ke arah Erich yang tampak sudah hampir berada di dekat Ornado, yang setelah melihat Erich langsung melambaikan tangannya dan justru mengajak Erich menyingkir dari keramaian.


Begitu Ernest memastikan bahwa Erich benar-benar sedang bersama Ornado dan tidak bisa melihat keberadaannya, dengan langkah cepat tapi tetap terlihat elegan, Ernest berjalan ke arah Tira, meninggalkan Evelyn yagn tampak menahan senyum gelinya, yang menunjukkan dengan jelas bahwa saat ini Evelyn merasa bahagia karena sudah berhasil membantu kebahagiaan Tira dan Ernest dengan caranya.


"Selamat malam Putri...." Suara lembut dari arah belakang punggunnya, suara yang begitu dia kenal siapa pemiliknya itu, membuat dengan cepat Tira menggerakkan tubuhnya, berbalik ke belakang, dengan senyum lebar langsung tersungging di wajahnya.


"Ernest...." Dengan suara hampir terpekik, Tira menyebutkan nama kekasihnya, yang sudah begitu dirindukannya, padahal masih belum lama dari mereka berpisah tadi, bahkan meskipun tidak saling bertatapan muka, mereka berada dalam satu lokasi yang sama, mansion keluarga Shaw.


Rasanya, sejak mereka saling menyatakan perasaan cinta mereka, inginnya mereka selalu saja berada berdekatan terus, sayangnya kondisi belum memungkinkan.


Karena itu, Tira yang sebenarnya sejak tadi juga ketika pertama memasuki area tempat diadakannya makan malam itu mencari-cari sosok Ernest tapi akhirnya menyerah karena tidak menemukannya, hatinya terasa akan meloncat keluar dari tempatnya begitu mendengar suara pria impiannya itu.


"Apa Putri sudah menikmati makan malam Putri?" Dengan suara dan sikap sopan seperti biasanya, Ernest bertanya kepada Tira, meskipun jika boleh jujur rasanya saat ini Ernest begitu ingin langsung membawa Tira untuk duduk saling berdekatan sambil menikmati makan malam mereka seperti pasangan romantis lainnya yang di berbagai sudut tampak terlihat begitu menikmati kebersamaan mereka.

__ADS_1


Alvero dan Deanda, James dan Elenora, Evelyn yang sudah bersama Leo kembali, Duke Evan yang meskipun tidak bisa menikmati perjalanannya bersama dengan Alaya, tapi saat ini dia sedang sibuk menikmati makan malamnya, sambil melakukan panggilan video call dengan Alaya, dan saling bercerita, seperti dua orang yang sedang menikmati makan malam bersama dan saling berhadapan.


Untuk Cladia, memang dia sedang tidak terlihat bersama dengan Ornado yang jelas-jelas sedang berbicara hal penting dengan Erich, tapi wajah cantik wanita yang satu itu, tampak bahagia dan tampak sedang terlibat obrolan seru bersama dengan Laurel dan Dave.


Apalagi semua orang yang sudah mengenal Ornado dengan baik, tahu dengan pasti bahwa laki-laki tampan yang hebat itu, tidak pernah rela jika harus berada jauh dengan istrinya untuk waktu yang lama, sehingga bisa dipastikan, tidak perlu menunggu lama, Ornado pasti akan segera kembali di sisi Cladia dengan sendirinya.


"Sebentar lagi, karena aku sedang memilih menu yang paling aku inginkan untuk makan malam ini." Tira berkata dengan senyum bahagia terlihat begitu jelas di wajahnya, membuat Ernest hampir saja tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mendekat ke arah gadisnya itu, memeluk dan memberinya sebuah kecupan manis.


Tapi sayangnya, hal seperti itu hanya bisa dilakukan Ernest dalam angan-angannya untuk saat ini.


"Semua makanan di tempat ini, sepertinya tidak pernah ada yang mengecewakan. Semua disuguhkan dengan sepenuh hati, dengan bahan-bahan pilihan." Ernest berkata sambil melirik ke arah meja makan, dimana disana disajikan berbagai macam makanan yang tampak menggugah selera, meski orang hanya melihat penampilan luarnya.


Hal yang sebenarnya sangat sulit untuk dilakukan oleh dua orang yang sedang kasmaran itu, tapi mereka terpaksa harus bisa menahan diri untuk saat ini.


“Belum Putri. Saya juga baru saja datang ke tempat ini bersama Erich.” Jawaban dari Ernest membuat mata Tira memandang ke sekeliling mencari sosok Erich, merasa khawatir kalau-kalau dengan tatapan mata dinginnyaa, saudara kembar kekasihnya itu diam-diam mengawasi mereka berduaa.

__ADS_1


“Lalu dimana Erich sekarang?” Tira yang matanya masih mengamati sekelilingnya bertanya kepada Ernest.


“Erich sedang menemui tuan Ornado.”


“Kak Ornado memanggil Erich?” Tira bertanya sambil menatap Ernest kembali.


“Benar, kata nona Evelyn, tuan Ornado bilang kalau ingin menemui Erich terkait dengan tugas penyusupan kami malam ini.”


“Ah… begitu ya….” Tira bergumam pelan sambil tersenyum.


“Kalau begitu, ayo kita makan sekarang Ernest. Kamu juga harus mengumpulkan energimu untuk menyelesaikan tugas malam ini. Kamu harus selalu waspada dan bijaksana dalam bertindak. Orang yang berhubungan dengan Eliana kamu tahu sendiri biasanya orang-orang kejam dan licik, seperti sopir pribadi yang ternyata adalah selingkuhannya. Jangan menurunkan sedikitpun tingkat kewaspadaanmu meskipun nantinya kamu merasa semuanya baik-baik saja. Kamu harus kembali dengan selamat dan jangan sampai terulang lagi kejadian ketika kamu di bunker Tavisha. Dulu mungkin aku hanya bisa melihat semuanya tanpa bisa mengatakan apapun padamu. Tapi kali ini….” Tira menghentikan kata-katanya yang panjang lebar sejenak.


Ernest yang mendengar begitu panjangnya kalimat yang diucapkan oleh Tira, hampir saja tidak bisa menahan senyum gelinya.


Meskipun Tira mengucapkan kata-katanya dengan wajah serius dan nada suara yang lembut tapi Ernest justru merasa Tira terlihat begitu menggemaskan.

__ADS_1


“Kamu harus kembali dengan selamat… demi aku….” Tira berkata dengan nada berbisiknya, membuat Ernest menahan nafasnya, karena Ernest bisa melihat aura khawatir dari wajah dan suara Tira barusan, membuat hati Ernest merasa nelangsa.


“Doakan yang terbaik untukku Putri. Jangan khawatir, aku pasti… kembali padamu… karena cintamu, pasti akan membuatku mampu melakukan banyak hal yang mustahil bagiku, karena itu adalah sumber kekuatanku.” Ernest membalas pelan kata-kata Tira, sangat pelan karena dia tidak ingin seorangpun mendengar apa yang dikatakannya kepada Tira barusan.


__ADS_2