MY BELOVED KNIGHT

MY BELOVED KNIGHT
TEMUAN BARU DARI ELENORA


__ADS_3

“Iya….” Dengan suara pelan, Janeta menjawab perkataan Ernest.


Selain karena masih diliputi perasaan bersalah, Janeta masih saja terus memikirkan tentang Luis.


Apa benar itu adalah pak Luis? Padahal jika dilihat sekilas dengan wajah tampan dan sikap pendiamnya, sosok pak Luis terlihat seperti orang yang biasa-biasa saja. Tapi….


Janeta menghentikan bicaranya dalam hati, sambil mengingat beberapa hal yang pernah terjadi di masa lalu, dan mulai menghubung-hubungkannya antara satu peristiwa dan peristiwa lain dengan Luis.


Ketika itu… saat terjadinya kecelakaan pada salah satu senior yang mengirimkan bunga di loker Tira, harusnya pak Luis mengajar di kampus, tapi dia tidak datang waktu itu….


Ketika teman sengkatan Tira menyatakan perasaannya dan tiba-tiba menghilang, dengan alasan keluar dari kampus… itu adalah hari yang sama dimana orang misterius itu meminta info padaku tentang alamat lengkap dari mahasiswa itu.


Beberapa orang yang menunjukkan rasa ketertarikannya pada Tira, sepertinya… dengan sengaja pak Luis memberikan nilai buruk, yang mengharuskan mereka mengulang mata kuliahnya…


Dan beberapa… sepertinya dengan sengaja pak Luis memberikan tugas yang jauh lebih sulit dibanding mahasiswa lain.


Belum lagi ada seseorang yang mengatakan dia diserang oleh orang tak dikenal ketika pulang dari kampus.


Dan semua orang-orang itu… adalah orang-orang yang selalu berkaitan dengan Tira… lebih tepatnya… para laki-laki yang menyukai Tira…


Janeta terus berkata dalam hati sambil bergidik ngeri, begitu dia mulai merasa bahwa Luis memang berkaitan dengan semua kejadian buruk yang dialami oleh teman-temannya akibat menyukai Tira.


Semua masalah itu… apa sebaiknya aku menceritakannya pada Ernest dan Tira?

__ADS_1


Dengan sikap ragu, Janeta berkata dalam hati sambil mengikuti langkah-langkah Ernest dan Tira untuk keluar dari ruangan  itu.


“Tunggu Ernest…” Sebuah suara panggilan untuk Ernest begitu Ernest berjalan ke arah parkiran mobil bersama Tira dan Janeta, membuat Ernest menghentikan langkahnya dan langsung menoleh.


Tuan Ornado dan tuan James?


Dalam hati Ernest menyebutkan dua orang yang sedang berjalan ke arahnya itu, tanpa berani mengeluarkan suara lewat bibirnya, agar Janeta tidak merasa aneh kenapa Ernest harus memanggil dua orang yang terlihat seumuran dengannya itu dengan sebutan “tuan.”


Meskipun begitu, Ernest langsung sedikit membungkukkan tubuhnya sekilas, untuk memberikan salam penghormatannya kepada kedua sahabat rajanya itu.


“Apa kalian sudah mau pergi lagi?” James berkata sambil tersenyum ke arah mereka, termasuk ke arah Janeta yang langsung melongo, melihat kehadiran dua laki-laki tampan di depannya.


Ternyata… selama ini… ada banyak pria tampan di sekeliling Tira…. Pantas saja, selama ini dia terlihat begitu jual mahal pada para pria yang menyatakan cinta padanya, dan menunjukkan ketertarikan mereka pada Tira… Ah… ternyata… apa ini jawaban kenapa selama ini Tira bersikap begitu pada para pria?


Janeta berkata dalam hati dan mencoba membalas senyum dari James, meskipun terlihat kaku, karena kondisi hati Janeta masih belum baik-baik saja.


Seperti biasanya, Ornado yang tidak terlalu suka basa-basi, selalu tidak tertarik untuk bersikap ramah terhadap orang yang tidak dikenalnya.


Rahang kuat yang membuat wajahnya terlihat begitu tegas, disempurnakan dengan mata birunya yang tajam dan rambutnya yang hitam legam, juga sikapnya yang menujukkan dia bukan orang sembarangan, bahkan dengan melihat sosoknya, bisa membuat nyali Janeta menciut seketika itu juga.


Orang yang tidak mengenal Ornado dan memiliki hubungan baik dengannya, tidak akan pernah tahu bagaiman perdulinya Ornado terhadap orang-orang yang dia kenal di balik sikap dinginnya itu.


Dan yang pasti, orang yang tidak mengenal Ornado, tidak akan tahu bagaimana lembutnya sikap laki-laki itu terhadap istri tercintanya, dan kadang juga bisa bersikap konyol dan terlibat keributan, saat bersama dengan Laurel, yang sudah seperti adik kandungnnya sendiri itu.

__ADS_1


Meskipun wajah James dan Ornado memiliki beberapa kemiripan yang menunjukkan kalau mereka memiliki hubungan darah, tapi melihat kedua orang itu memiliki karakter yang berbeda, orang akan berpikir kalau mereka berdua adalah dua orang yang tidak saling mengenal dan memiliki hubungan yang cukup baik.


“Iya Kak James. Apa ada sesuatu yang penting?” Tira langsung menjawab pertanyaan James, untuk mewakili Ernest.


Sekilas, sebelum menjawab pertanyaan Tira, James memandang ke arah Ornado seperti meminta ijin darinya untuk apa yang akan dikatakannya.


Begitu melihat sebuah anggukan kecil dari Ornado, James yang seolah mendapatkan ijin dari Ornado itu langsung tersenyum, meskipun sekilas, Ornado sempat melirik ke arah Janeta sebelum memberikan ijin pada James untuk melanjutkan kata-katanya.


Meskipun Janeta adalah orang luar, bagi seorang Ornado Janeta adalah orang yang keberadaannya tidak perlu dia khawatirkan, meskipun apa yang akan dikatakan oleh James ini terkait erat dengan kejadian teror yang dialami Tira selama ini.


Karena bagi Ornado, Janeta adalah salah satu orang yang harusnya bertanggungjawab terhadap peneror Tira yang sedikit banyak bisa melakukan aksi terornya dengan begitu menakutkan bagi Tira, karena Janeta yang selama ini sudah menjadi sumber informasi bagi peneror itu.


Apalagi bagi seorang Ornado, keberadaan orang seperti Janeta, bukanlah ancaman besar baginya, meskipun gadis itu ke depannya berniat membuka mulut tentang apa yang dia dengar dari James setelah ini.


“Aku baru mendapatkan info lanjutan dari istriku tentang Robin dan Luis, terkait dengan teror yang sudah dilakukannya kepada Tira.” Kata-kata James membuat Janeta terdiam dengan tatapan matanya tanpa berkedip ke arah James.


Ternyata… pria setampan ini… sudah memiliki istri ya? Wanita itu pasti sangat beruntung….


Tanpa sadar, bukannya apa yang akan dikatakan oleh James yang menjadi fokus Janeta, tapi bagaimana James mengatakan bahwa dia sudah memiliki istri yang menjadi fokus dari Janeta, membuat Ornado yang melihat gelagat dari Janeta hanya bisa menghela nafasnya.


Dasar gadis-gadis aneh jaman sekarang…melihat sosok James seperti melihat dewa turun dari langit, dan langsung terlihat kecewa begitu mendengar James sudah beristri. Padahal gadis itu harusnya lebih fokus pada masalah yang sudah ditimbulkannya. Memang… tidak ada yang sebaik amore mio….


Ornado berkata dalam hati sambil mengalihkan pandangan matanya dari Janeta, kalau tidak ingin tatapan matanya berubah menjadi sinis saat menatap kea rah gadis itu.

__ADS_1


“Apa yang sudah berhasil ditemukan oleh Elenora kak James?” Dengan wajah terlihat penasaran, Tira segera bertanya kepada James tentang penemuan baru dari Elenora tentang keterlibatan Luis dan Robin terhadap teror yang mereka lakukan padanya.


“Setelah mengirimkan history chat kepada Ernest, Elenora melanjutkan penyelidikannya terhadap pesan-pesan teror yang diterima oleh Tira dari berbagai nomer tidak dikenal yang selalu berganti-ganti itu, dengan mulai memisah-misahkan dari mana pesan-pesan itu dikirimkan pada waktu itu.” Ernest yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh James langsung menyunggingkan senyum dengan penuh kekaguman, melihat bagaimana hebatnya Elenora bekerja jika itu berkaitan dengan masalah teknologi dan komunikasi.


__ADS_2