
Dengan wajah serius, dimana saat ini Ernest tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya terhadap Tira, Ernest bergerak cepat menyusuri jalanan antara pintu gerbang ke ruang dimana kelas yang dia ambil bersama Tira, akan segera dimulai kurang dari 10 menit dari sekarang.
Putri... aku mohon jangan sampai putri terluka, atau ada hal buruk yang menimpamu, atau aku tidak akan bisa menghadapi hidupku di masa depan karena penyesalan yang terjadi hari ini.
Ernest berkata dalam hati dengan jantung yang terus berdetak tidak beraturan dan tatapan matanya yang terus berkeliling, menyapu daerah sekitarnya, berharap bisa segera menemukan Tira.
Begitu Ernest tidak menemukan Tira di sekitar area gerbang ke ruang kelas tempat mereka akan mengikuti kuliah mereka, Ernest segera melakukan panggilan dengan Anna, meskipun Ernest tahu hari ini, Anna tidak emngambil kelas yang sama dengannya.
"Hallo Ernest, ada apa?"
"Apa Tira sedang bersamamu?" Pertanyaan Ernest membuat Anna mengernyitkan dahinya, karena kemarin jelas-jelas Ernest tahu dia sedang tidak ada jadwal yang sama dengan Tira hari ini.
"Tidak, bukannya justru kamu yang ada kelas bersama dengan Tira? Aku memang di kampus, tapi aku di perpustakaan mencari bahan untuk tugas, tidak bersamanya." Anna langsung memberikan penjelasan kepada Ernest.
"Apa kamu tadi sempat saling kontak dengannya?" Suara Ernest yang tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya, membuat Anna terlihat heran.
__ADS_1
"Ernest... apa ada sesuatu yang terjadi pada Tira? Kenapa kamu terlihat khawatir? Aku dan Tira memang tidak ada jadwal yang sama hari ini, tapi tadi dia sempat bertemu denganku di depan jalan perpustakaan untuk memberikan catatannya yang aku pinjam. Setelah itu akta Tira, dia akan pergi mengikuti kelas kuliahnya pagi ini." Kata-kata Anna membuat Ernest yang awalnya ingin menyusul Anna ke perpustakaan, berharap jika Anna bisa memberinya petunjuk tentang keberadaan Tira, langsung berbalik arah.
Apa mungkin putri sudah ada di kelas? Karena kalau putri mampir ke depan perpustakaan, pastinya dia tidak melewati jalan yang tadi aku lalui untuk mencarinya, karena itu kami tidak bisa bertemu.
Ernest berkata dalam hati sambil kembali berlari, dan kali ini dia berlari menuju kelasnya yang memang sudah hampir dimulai.
"Ernest... tolong dong jawab aku. Ada apa dengan Tira?" Anna yang jadi ikut khawatir karena sikap Ernest yang terdiam, tidak menjawab pertanyaannya, langsung bertanya lagi kepada Ernest.
"Eh, aku matikan dulu teleponnya Anna, aku akan mencari Tira di kelas." Tanpa menjawab pertanyaan dari Anna, Ernest justru langsung memutus panggilan teleponnya dengan Anna, membuat mata Anna melotot sambil melihat ke arah layar handphone di tangannya dengan pandangan tidak percaya melihat sikap Ernest yang terasa sangat aneh hari ini.
"Hallo." Suara lembut Tira membuat Anna menarik nafas lega.
Paling tidak dari nada suaranya, Anna bisa melihat kalau Tira dalam kondisi baik-baik saja, tidak dalam bahaya.
"Kemana saja kamu? Ernest mencarimu sampai seperti cacing kepanasan." Anna berkata dengan setengah berbisik agar tidak mengganggu ketenangan pengunjung lain di perpustakaan itu.
__ADS_1
"Di kelas, memang mau kemana lagi? Aku kan harus menghadiri kelas hari ini. Kalau aku tidak disini pagi ini, berarti aku sedang menikmati waktu santaiku di mansion milik kak Dave. Tapi sayangnya aku tidak mau nilaiku jelek karena terlalu banyak absen di kelas." Tira berkata pelan sambil meraih kembali tas ransel yang tadi sudah diletakkannya di tempat duduk yang sudah dia pilih.
Begitu mendengar dari Anna Ernest sedang mencarinya, dengan sikap sedikit terburu-buru, Tira yang awalnya duduk di bangku paling depan yang jarang diminati oleh para mahasiswa lain, justru beranjak pergi dan berjalan ke arah bangku yang letaknya agak belakang, dan dengan sengaja mengambil posisi duduk di samping Angel yang sedikit melotot melihat Tira tiba-tiba duduk di sampingnya.
Apa-apaan Tira ini? Apa dia sengaja mengambil posisi duduk di sampingku untuk membuatku bertambah kesal tentang bagaimana dia yang dengan sengaja berpura-pura menjadi temanku untuk membantuku mendekati Ernest, tapi justru dia sendiri yang merayu Ernest?
Angel berkata dalam hati dengan sikap kesal, sayangnya, di samping, depan maupun belakang tempat dia duduk, ada banyak mahasiswa lain yang membuatnya tidak mungkin jika dia memarahi atau menyudutkan Tira dengan kata-katanya.
Selama ini dengan susah Angel selalu menjaga imagenya sebagai gadis idola di kampus yang selalu bersikap ramah dan terlihat mudah bergaul dengan semua orang, sehingga tidak mungkin dia berani menjatuhkan imagenya sendiri karena dia bersitegang dengan Tira karena masalah sepele.
“Biarkan saja… aku tidak ada urusan dengan Ernest, dan aku berharap untuk tidak berkomunikasi dengannya beberapa waktu ini.” Perkataan Tira mau tidak mau membuat Angel menoleh padanya, meskipun Tira sudah berusaha sebisa mungkin untuk mengucapkan kata-katanya dengan suara begitu pelan.
Eh, apa yang aku dengar barusan? Sepertinya…. Apa Tira dan Ernest sedang bertengkar? Sepertinya ini akan menjadi kesempatan baik untukku agar Ernest bisa berpaling padaku.
Dengan menahan senyum bahagianya, Angel berkata dalam hati, berusaha untuk mempertajam telinganya agar bisa mendengar kembali pembicaraan antara Tira dan Anna.
__ADS_1