
Semua hal yang terjadi di balik pintu gerbang itu terlihat begitu jelas bagi Erich dan Ernest, termasuk bagaimana kedua penjaga rumah itu, saat ini sedang bergerak dengan sikap siaga di balik pintu gerbang berukuran besar dan tebal itu, bersiap untuk membuka pintu gerbang rumah dengan salah satu tangannya, sedang tangannya yang lain sudah menggenggam erat pistolnya dan jari telunjuknya terletak di depan pelatuk pistol itu, siap untuk menembakkan peluru dari pistol itu kapan saja.
Dengan menggunakan gerakan pupil matanya, salah seorang dari penjaga itu meminta rekannya untuk membuka pintu gerbang dengan hati-hati, dengan dia sendiri bersiap dengan pistol yang dia pegang erat dengan kedua tangannya.
Ernest dan Erich yang mengetahui dengan jelas setiap gerakan yang dilakukan oleh dua penjaga itu, langsung menempelkan tubuhnya pada dinding yang ada di samping pintu gerbang itu, yang kebetulan di kanan kiri gerbang itu terdapat tiang yang bentuknya sedikit menonjol ke arah luar, sehingga saat mereka menempelkan tubuh mereka di bagian dalam tembok jika orang yang berada di bagian pintu gerbang tidak berjalan beberapa langkah ke arah jalanan, tidak akan bisa melihat bahwa di dekat tiang penyangga ada orang yang sedang bersembunyi di sana.
“Tidak ada siapa-siapa. Apa mungkin tadi hanya suara benda jatuh karena terkena angin yang memang sukup kencang malam ini?” Salah satu penjaga itu berkata kepada rekannya yang kebetulan melihat ke arah atas, dimana tampak kamera cctv tampak hancur, seperti terhantam benda keras.
“Hei, kenapa denganmu? Apa ada yang mencurigakan? Apa yang sedang kamu lihat?” Penjaga yang merasa tidak menemukan ada sesuatu yang mencurigakan sudah terjadi kembali bertanya kepada temannya yang masih diam dengan mata tetap fokus dan menatap dengan wajah serius kamera cctv yang rusak itu.
Melihat temannya yang tidak menanggapi perkataannya dan sedang mendongakkan kepalanya, penjaga yang tadinya bersuara itu jadi ikut menatap ke arah kamera cctv yang rusak itu, lalu matanya beralih ke arah jalanan dimana tepat di bawah kamera cctv itu tampak pecahan dari bodi kamera cctv yang berserakan tidak beraturan.
“Hah?”
“Kenapa bisa hancur seperti itu ya?”
__ADS_1
“Tadi pasti suara cctv yang hancur itu yang kita dengar…”
“Tapi bagaimana kamera itu bisa hancur? Masa hanya karena terkena angin?”
“Bahkan jika ada burung berukuran besar menabraknya, tidak mungkin kamera itu hancur sampai berkeping-keping seperti itu, apalagi angin. Apa menurutmu itu mungkin?”
“Lalu… apa ada orang yang sengaja menghancurkannya?”
“Atau hanya sebuah kebetulan saja? Kita tidak bisa berkata sebelum menemukan bukti.”
“Pergilah ke ruang kontrol cctv untuk melihatnya dan menemukan apa penyebab hansurnya kamera itu.”
“Sebaiknya aku pergi sebelum tuan Theo kembali ke rumah ini besok pagi.”
Kedua penjaga itu saling berkata dan bersiap untuk masuk kembali ke dalam rumah.
__ADS_1
Dari tempatnya, begitu melihat kedua penjaga itu membalikkan tubuhnya kembali dan berniat melewati pintu gerbang, dengan gerakan cepat, baik Errnest maupun Erich langsung keluar dari tempat persembunyiannya, dan masing-masing dari emreka segera menyerang kedua penjaga itu dari arah belakang, melumpuhkan mereka dengan satu pukulan di bagian tengkuk mereka dengan menggunakan siku tangan mereka.
Begitu melihat kedua penjaga itu ebrhasil dilumpuhkan, dengan gerakan pelan, Erich membua sedikit pintu gerbang yang sudah tidak terkunci itu, dan membiarkan Ernest dari sela-sela pintu gerbang itu menembak beberapa kamera cctv yang ada di bagian depan rumah itu.
Setelah yakin semua cctv sudah berhasil mereka rusak, Erich dan Ernest segera masuk ke dalam, sambil menyeret tubuh kedua pengawal itu, dan meletakkannya di salah satu sudut rumah, yang letaknya sedikit tersembunyi, sehingga orang yang tidak awas tidak akan menyadari adanya kedua sosok orang yang sedang pingsan itu sedang dalam posisi duduk bersandar di dinding bangunan dengan kepala tertunduk dan tubuh lemas tak sadarkan diri.
Begitu Erich dan Ernest selesai mengurus keberadaan kedua orang pengawal itu, mereka berdua segera bergerak kembali dengan cepat, mulai memasuki area bangunan rumah dengan sikap awas sambil tangan mereka beberapa kali tampak menggerakkan pelatuk pistol mereka, untuk menghancurkan setiap kamera cctv yang mereka temukan, untuk menghilangkan jejak keberadaan mereka.
Dengan sengaja, Erich segera mencari tempat dimana ada switchboard listrik milik bangunan itu ditempatkan.
(Switchboard listrik atau Panel Listrik adalah sebuah perangkat yang berfungsi sebagai tempat untuk penyuplai, pembagi, penghubung, pengaman, dan pengontrol tenaga listrik dari sumber pemakai. Dibentuk berdasarkan susunan komponen listrik yang disusun dalam sebuah papan kontrol sehingga dapat memudahkan penggunanya.
Switchboard dibagi menjadi beberapa bagian yang saling berhubungan, umumnya terdiri dari bagian utama dan bagian distribusi. Kedua bagian ini terkadang diganti dengan bagian kombinasi, yaitu bagian yang dapat memenuhi peran dari kedua bagian tersebut. Switchboard terkadang juga dilengkapi dengan bagian tambahan yang digunakan untuk perangkat rumah yang tidak dapat ditempatkan di bagian yang sama dengan perangkat lain).
Saat Erich sudah menemukan apa yang dia cari, dia segera memberikan kode kepada Ernest yang berdiri cukup jauh dari tempatnya berdiri sekarang, memberikan petunjuk bahwa Erich berniat mematikan aliran listrik bangunan itu, agar setelah ini, Erich dan Ernest bisa lebih leluasa bergerak, karena dengan mematikan aliran listrik, berarti semua perangkat eletronik yang sedang menyala di rumah itu menjadi mati, termasuk seluruh jaringan kamera cctv yang terhubung dengan layar monitor yang ada di salah satu ruangan di salah satu sudut bangunan rumah itu, yang memang tidak diawasi selama 24 jam penuh.
__ADS_1
Akan tetapi sewaktu-waktu tetap akan orang-orang yang melakukan pengecekan pada layar monitor yang terhubung dengan puluhan kamera cctv yang terpasang di berbagai posisi di rumah mewah milik Theo itu.