
“Jaga dirimu dengan baik terutama sikapmu kepada putri Tira.” Kata-kata peringatan segera terucap dari bibir Erich kepada Ernest yang baru saja keluar dari kamarnya dan membawa koper besar berisi segala keperluannya selama dia berada di Amerika, termasuk buku-buku tentang musik dan juga pakaian-pakaian yang akan dia kenakan saat nanti dia harus berpura-pura sebagai mahasiswa di Amerika.
“Aku tidak mungkin bersikap tidak sopan kepada putri Tira.” Ernest menjawab perkataan Erich dengan nada datar, membuat Erich menahan nafasnya sebentar, dan menatap tajam ke arah Ernest.
“Kamu tahu bukan itu maksudku. Tapi sikap hatimu kepada putri Tira. Jangan mencoba memaksa untuk menabrak tembok pembatas yang ada di antara kalian berdua.” Erich segera menghentikan bicaranya begitu dilihatnya dari arah lain datang Alexis yang sengaja dipanggil oleh Alvero, untuk memberitahukan kepadanya tentang rencana kepergian Ernest ke Amerika untuk sementara waktu menjadi pengawal pribadi Tira.
Ernest sendiri tampak sedikit tegang setelah mendengar peringatan dari Erich yang dia tahu memang secara logika harus dia ikuti.
Tapi sayangnya, logika kadang-kadang bisa dikalahkan oleh perasaan yang jauh lebih sulit untuk dikendalikan.
Kehadiran sosok Alexis yang sempat menyapa dan mengajak mereka berdua mengobrol sebentar, membuat Ernest maupun Erich sedikit melupakan masalah kepergian Ernest ke Amerika.
# # # # # #
“Apa kalian berdua sudan siap? Steven dan Edi?” Ernest yang baru saja masuk ke ruang tamu istana dimana Steven dan Edi sudah ada disana langsung bertanya sambil meelirik ke arah dua koper berukuran besar yang dipegang satu-satu oleh Steven dan Edi.
__ADS_1
“Sudah Tuan Ernest.” Secara bersamaan, Edi dan Steven menjawab pertanyaan dari Ernest yang menjadi ketua tim pengawal pribadi Tira.
“Ingat baik-baik status kalian sebagai saudara sepupuku ketika di Amerika nanti.” Ernest kembali mengingatkan kepada Steven dan Edi yang memang akan berpura-pura menjadi pekerja di luar negeri saat tiba di Amerika.
Dan sedari awal, mereka sepakat bahwa Edi dan Steven adalah saudara sepupu Ernest, sebagai mahasiswa yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa.
“Ah, kalian sudah datang semua. Apa aku terlambat?” Tira yang tiba-tiba hadir dan menyapa mereka, membuat ketiga pengawal istana itu menoleh ke arahya, termasuk Ernest yang sedikit menelan ludahya melihat bagaimana cantiknya penampilan Tira hari ini, meskipun mengenakan pakaian kasual, dan terlihat santai, tidak seperti biasanya ketika Tira harus menghadiri acara afternoon tea atau makan bersama di istana, dengan pakaian semi formalnya.
(Pakaian kasual adalah pakaian yang dapat digunakan dalam sehari-hari, yang cukup nyaman untuk digunakan dalam kegiatan apa saja.
“Tidak Putri….” Baik Ernest, Steven maupun Edi langsung menjawab pertanyaan Tira dengan cepat dan sikap penuh hormat.
Dan begitu melihat sosok Ava dan Victor yang menyusul ke arah Tira, ketiga pengawal itu segera memberikan salam pernghormatan mereka kepada pangeran dan putri Gracetian itu.
“Ernest, karena banyak hal yang harus kami selesaikan di istana, dengan terpaksa kami tidak bisa mengantar kepergian kalian. Ernest, tolong jaga Tira dengan baik. Jangan sampai ada seorangpun yang berani menyakiti Tira. Jika terjadi sesuatu yang diluar kebiasaan, segera laporkan ke aku, termasuk para laki-laki yang berusaha mendekati putriku. Tidak boleh ada satupun yang terlewatkan untuk kamu laporkan padaku.” Victor berkata dengan wajah terlihat menyesal karena tidak bisa pergi ke Amerika untuk mengantar putri semata wayangnya itu.
__ADS_1
“Baik Pangeran Victor. Saya pasti akan menjaga putri Tira dengan baik.” Ernest menjawab perintah Victor dengan sikap sigap.
“Pa… aku bukan seorang tawanan atau gadis nakal. Kenapa Papa memberi perintah aneh seperti itu pada Ernest? Masak dia harus melaporkan semua gerak-gerikku, termasuk teman-teman priaku?” Tira sedikit menyatakan protesnya begitu mendengar perintah Victor pada Ernest.
“Ist… semua demi kebaikanmu, semakin detail Ernest mengamati semua yang terjadi di sekitarmu, Itu semakin baik, dan akan membuat peneror itu semakin cepat diketemukan.” Victor berkata denan sikap tidak perduli meskipun mendapatkan tatapan protes dari Tira.
Perkataan Victor membuat Tira yang sudah kenal betul dengan papanya yang sulit untuk mengalah dan mundur dari keputusannya, akhirnya memiih diam sambil menghela nafasnya.
Victor yang melihat tidak adanya perlawanan dari Tira, terlihat menyunggingkan senyum lega di bibirnya.
“Aku percayakan Tira padamu. Aku yakin, kamu mampu untuk melindungi Tira dengan baik, dan aku berharap, kalian bertiga bisa segera menangkap psikopat yang terus menerus meneror Tira itu.” Victor kembali berkata kepada Ernest sambil menepuk pelan bahu Ernest, membuat Ernest sedikit menahan nafasnya, karena baginya, kepercayaan yang diberikan Victor padanya adalah tugas yang cukup berat baginya.
“Saat semua urusanku di sini selesai, aku akan segera berangkat menyusul kalian ke Amerika. Paling cepat sebulan dari sekarang.” Victor berkata sambil menatap ke arah Tira dengan tatapan enggan melepas kepergian putri cantiknya itu, meskipun dia tahu, dia tidak bisa menghalangi Tira untuk menikmati kehidupan masa mudanya di Ameika, dan melakukan apa yang dia sukai.
NOTE: Untuk para pembaca setia, mohon maaf untuk ketidak teraturan jadwal up novel ini. Karena selain sibuk di dunia nyata, beberapa waktu ini, author kurang sehat. Terimakasih untuk kesetiannya tetap mengikuti novel ini. Semoga semuanya bisa kembali pulih dan lancar.
__ADS_1