
Kalau gadis yang sudah membuatmu jatuh cinta bukan putri Tira, pasti aku akan mendukungmu. Kamu tahu tidak akan mudah bagimu untuk meluluhkan hati kelaurga kerjaan. Meskipun yang mulia Alvero sangat baik pada kita, tapi kita tidak boleh melewati batas dan bersikap lancang dan kurang ajar pada keluarga kerajaan. Jatuh cinta kepada gadis yang merupakan majikanmu, rasanya itu adalah hal yang tidak wajar di kerajaan Gracetian.
Erich berkata dalam hati dengan mata menatap ke arah Ernest dengan hati yang merasa tidak nyaman, begitu dia membayangkan tentang apa yang akan terjadi kalau Ernest terus mengembangkan perasaan sukanya pada Tira.
Erich yang melihat Ernest yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan sikap santainya, akhirnya memilih untuk keluar dari kamar, agar dia bisa menghirup udara segar dan menjernihkan pikirannya yang beberapa lama ini cukup kalut karena dipenuhi dengan rasa khawatirnya terhadap Ernest, sekaligus rasa curiganya terhadap gerak-gerik orang-orang di sekitar Eliana, termasuk Theo.
Erich yang terus berjalan untuk sekedar mencari suasana segar, akhirnya berhenti di dekat kolam ikan yang ada di salah satu sudut bagian belakang bangunan mansion keluarga Shaw yang tampak megah itu.
"Selamat sore Erich...." Baru saja kurang dari 5 menit Erich berada di tempat itu, tiba-tiba saja, suara sapaan untuk Erich membuat Erich sedikit tersentak kaget.
Apalagi, Erich cukup mengenal pemilik suara itu, sehingga membuat dadanya sedikit berdetak keras.
"Se... selamat sore Putri Tira...." Dengan gerakan cepat, Erich langsung bangkit dari duduknya dan memberikan salam penghormatannya kepada Tira yang sedang berdiri di sampingnya bersama dengan Evelyn dan sedang tersenyum ramah ke arahnya.
"Tidak perlu terlalu resmi seperti itu Erich, bukannya kita sedang berada di luar kerajaan Gracetian?" Kata-kata Tira hanya bisa membuat Erich terdiam.
Erich sungguh tidak menyangka, kalau dia yang ingin menjernihkan pikirannya yang sebagian merasa galau karena memikirkan Ernest dan Tira, justru bertemu dengan Tira seperti sekarang ini, membuatnya justru merasa salah tingkah, seolah Tira saat ini bisa membaca apa yagn tadi sedang dilamunkannya.
__ADS_1
"Meskipun kita berada di luar Gracetian, tapi status saya sebagai seorang knight yang melayani keluarga kerajaan Gracetian. Dimanapun dan kapanpun saat harus ingat tentang itu, dan tidak boleh bersikap sembarangan." Kata-kata Ernest membuat Tira sedikit menahan nafasnya.
Erich... dia benar-benar jauh berbeda dengan Ernestku yang selalu bersikap hangat dan membuat orang di sekitarnya selalu merasa nyaman dan aman. Erich selalu saja bersikap dingin dan kaku, meskipun terhadap orang-orang di sekitar kak Alvero.
Tira berkata dalam hati sambil menatap ke arah Erich dengan tatapan hangatnya, membuat Erich merasa semakin salah tingkah dibuatnya.
Tapi mau bagaimanapun sifat dan sikap Erich, dia adalah saudara satu-satunya milik Ernest, yang begitu disayangi oleh Ernest, dan mau tidak mau, aku harus berusaha untuk bisa mendekatinya. Karena menikah dengan Ernest, berarti aku menikah dengan keluarganya juga. Apa yang disayangi oleh Ernest, aku juga harus berlajar untuk bisa menyayanginya. Meskipun saat ini mungkin Erich belum bisa menerimaku sebagai gadis yang dicintai oleh saudara kembarnya, paling tidak, aku harus membuatnya mengerti tentang cinta kami.
Tira mengakhiri kata-katanya dalam hati sambil tersenyum ke arah Erich yang masih terlihat canggung.
"Sepertinya kamu sangat pandai memilih tempat untuk bersantai sekaligus merenung." Tanpa disangka-sangka oleh Erich, Tira tiba-tiba saja mengambil posisi duduk di dekat tempat dimana tadi Erich duduk dan menikmati pemandanga kolam ikan di depannya.
"Erich, ayo duduk di sini bersama kami, supaya kita bisa berbicnang-bincang sejenak." Kata-kata ajakan dari Tira, jujur saja membuat Erich merasa bingung, antara harus menolak atau menerima ajakan itu.
Di satu sisi, Erich merasa tidaklah sopan jika dia menolak permintaan Tira, sebagai seorang putri yang artinya permintaan adalah sebuah perintah untuknya.
Tapi di sisi lain, untuk saat ini sebenarnya Erich tidak merasa nyaman jika harus berbicara dengan kedua gadis itu, dimana yang satu statusnya adalah putri Gracetian yang mewajibkan dia bersikap dan berbicara dengan formal pada Tira.
__ADS_1
"Ayolah Erich, aku juga belum pernah berbincang-bincang denganmu, padahal kita sudah beberapa kali bertemu kan?" Evelyn yang mempertegas ajakan untuk Erich ikut duduk bersama mereka dan mengobrol bersama, semakin membuat Erich menjadi bingung.
Mau tidak mau, Erich akhinya menyusul kedua gadis cantik itu untuk duduk, dengan mengambil jarak yang cukup jauh, untuk menghormati keberadaan Tira sebagai seorang putri, dimana seorang Erich yang begitu emmegang teguh semua aturan yang ada, tidak akan berani untuk bersikap ceroboh dan berani kurang ajar kepada Tira sebagai orang dengan status sosial jauh lebvih tinggi di atasnya.
Belum lagi, bukan hanya sebagai seorang putri, tapi Tira juga merupakan sepupu Alvero, orang yang begitu dihormati dan dipatuhi oleh Erich.
"Seperti katamu Tira, udara di tempat ini terasa begitu segar. Dengan pemandangan kolam yang terihat teduh, membuat ini adalah tempat yang nyaman untuk merenung. Aku saja yang sering tinggal di mansion ini, baru saja sadar ada tempat senyaman ini di sini." Evelyn berkata sambil tersenyum lebar dengan wajah cerianya.
Adik Dave yang satu itu, memang sering berkunjung di mansion itu, karena dia adalah cucu perempuan paling kecil di kelaurga Shaw untuk saat ini, dan bahkan merupakan satu-satunya cucu perempuan mereka, sehingga semua orang begitu menyayangi dan memanjakan Evelyn.
Tapi seperti kata Evelyn, meskipun dia sering tinggal di mansion itu, tidak semua sudut mansion yang sangat luas itu pernah dikunjungi oleh Evelyn, sehingga Evelyn baru tahu tentang tempat yang sudah ditemukan oleh Erich, yang baginya begitu cocok digunakan untuk melamun, dan juga berduaan dengan kekasih.
Memikirkan hal itu membuat Evelyn jadi tersenyum-senyum sendiri dan membayangkan bagaimana romantis dan manisnya jika dia bisa duduk berduaan di tempat itu bersama dengan Leo, yang meskipun mereka datang berdua di tempat ini, laki-laki yang akan menjadi calon suaminya itu lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan para pria lainnya.
Dan Evelyn memang tidak keberatan dengan hal itu, karena dia sendiri sejak kedatangannya di mansion, juga banyak menghabiskan waktunya dengan Laurel dan para tamu wanita lainnya, yang baginya membuatnya tahu tentang banyak hal, karena semua wanita itu adalah wanita-wanita hebat dengan altar belakang yang berbeda-beda, sehingga banyak pengetahuan, ilmu, pengalaman yang bisa dia dapatkan dari pembicaraannya dengan mereka.
Belum lagi Tira yang menjadi orang paling dekat dengannya, juga memiliki kisah kehidupannya yang unik, dan membuat Evelyn sangat tertarik.
__ADS_1
Apalagi, dibandingkan dengan yang lain yang telah memiliki pasangan, belahan jiwa mereka masing-masing, termasuk Evelyn yang sedang merencanakan pernikahannya dengan Leo, Tira justru sedang berusaha meraih hati Ernest, dan memantapkan hati untuk menjadi pasangan Ernest ke depannya.
Hal itu membuat Evelyn yang waktu itu menjadi satu-satunya orang yang menjadi tempat curhatan bagi Tira, dan dimintai bantuan oleh Tira menjadi semakin bersemangat untuk mengikuti kelanjutan kisah cinta sahabatnya itu.