
“Kak… Kak Deanda….” Setelah kesadarannya sudah kembali 100 persen dan dia melihat ke arah jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan hari sudah malam, Tira menyebutkan nama Deanda sambil menghela nafas panjang.
Sosok wanita cantik dengan perutnya yang terlihat sedikit membuncit itu langsung berjalan mendekat ke arah Tira sambil tersenyum, dengan tatapan yang menunjukkan rasa simpatanya terhadap yang sudah dialami oleh Tira.
Melihat sosok Tira yang tampak kusut, dan dari wajahnya terlihat kalau gadis itu sebelumnya pasti menangis cukup lama sebelum akhirnya tertidur, Deanda mau tidak mau jadi teringat apa yang terjadi tadi sore, yang cukup membuat dirinya ikut khawatir, sedih bercampur menjadi satu.
Deanda tadinya sedang mengobrol dengan yang lain, duduk tepat di samping Alvero, ketika tiba-tiba saja ada panggilan telepon dari Victor, paman dari Alvero, yang merupakan suami dari Ava Adalvino, adik dari Vincent, ayah kandung Alvero.
“Hah?” Suara desah…. hhan yang cukup keras yang terdengar dari bibir Alvero, membuat Deanda langsung menghentikan aktifitasnya dan memandang ke arah Alvero dengan wajah yang terlihat bingung dan kaget, karena wajah dan sikap Alvero yang tiba-tiba terlihat begitu tegang, menunjukkan bahwa raja muda yang tampan itu sedang mendengarkan sesuatu yang tidak enak, atau sesuatu yang membuatnya merasa tidak tenang dan khawatir.
“Aku sungguh tidak tahu tentang hal itu Uncle Victor.”
“Aku akan berusaha membantu Uncle untuk menyelidikinya dengan baik.”
“Ya Paman… aku tahu apa yang sedang Uncle Victor rasakan, dan kagetnya Uncle mengetahui tentang itu, tapi jangan bertindak gegabah, yang akan Uncle sesali di masa depan.”
__ADS_1
“Aku juga sangat kaget mendengar itu. Aku kira selama beberapa waktu ini semuanya berjalan baik-baik saja, dan Ernest juga hampir menyelesaikan misinya dan harus kembali ke Gracetian sebagai pengawal pribadiku lagi.”
Begitu Alvero menyebutkan nama Ernest dengan wajah tegang, Deanda semakin merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Evan maupun Erich yang juga mendengar nama Ernest disebutkan dalam pembicaraan antara Victor dengan Alvero juga terlihat cukup penasaran dengan apa yang sedang terjadi, sampai suasana menjadi tegang karena cara Alvero berbicara melalui telepon dengan Victor juga tampak menegangkan.
“Ya… aku akan mencoba berbicara dengan Tira dan Ernest.”
“Tenang dulu Uncle Victor… aku akan mengurusnya dengan baik.”
Apa yang sedang terjadi? Apa ada masalah antara Ernest dan putri Tira? Apa Ernest sudah melakukan kesalahan besar? Apa dia benar-benar sudah hilang akal sehingga benar-benar melanggar janjinya untuk tetap menahan perasaannya terhadap putri Tira?
Erich berkata-kata dalam hati sambil menahan nafasnya, dengan pikiran yang melayang kemana-mana, mulai menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi di antara Ernest dan Tira.
“Ya Uncle. Jangan khawatir. Aku tahu itu tidak boleh terjadi.”
__ADS_1
“Baik Uncle, aku akan segera datang kesana. Aku rasa itu akan lebih baik. Biarkan Deanda juga mencoba berbicara kepada Tira. Semoga kami bisa membantu masalah ini dengan baik.”
“Ya. Sebentar lagi aku akan pergi ke apartemen kalian.”
Alvero mengakhiri pembicaraannya dengan meninggalkan banyak tanda tanya dalam hati banyak orang, termasuk Erich dan Deanda.
Sedangkan Evan yang sudah menduga bahwa panggilan telepon yang diterima Alvero dari Victor pasti akan membahas masalah hubungan Tira dan Ernest yang berkaitan dengan masalah asmara, hanya bisa diam sambil mengamati keadaan.
Evan tidak ingin terlalu banyak terlibat dengan masalah itu, jika tidak Alvero meminta bantuan atau pendapatnya, karena hal itu merupakan hal yang cukup sensitive, dan sebagai orang yang baru saja tergabung dalam keluarga istana setelah menikah dengan Alaya, Evan tahu dia harus menahan dirinya untuk sementara waktu tidak ikut campur.
Setelah panggilan telepon itu berakhir, Alvero langsung berjalan mendekat ke arah orang-orang yang sedang berkumpul, dan tanpa sadar, semua mata memandang ke arah Alvero, karena pembicaraan Alvero dengan Victor yang menimbulkan suasana tegang, cukup menarik perhatian mereka semua yang ada di situ.
“Aku harus mengajak Deanda pergi dulu ke apartemen Tira. Ada Uncle Victor yang tiba-tiba datang dari Gracetian, aku harus menemuinya, agar aku bisa menyapanya.” Alvero yang sadar bahwa ada banyak orang di tempat itu, termasuk beberapa pelayan dan pengawal, membuat dia hanya bisa mengatakan hal seperti itu di depan yang lain.
Dan mereka semua, yang merupakan kumpulan orang-orang hebat yang cerdas, langsung bisa menangkap ada sesuatu yang tidak beres sedang terjad, sehingga mereka langsung mengiyakan permintaan Alvero tanpa banyak bertanya.
__ADS_1
“Yang Mulia….” Suara Erich membuat Alvero menahan dirinya untuk tidak menghela nafas panjang di depan Erich, karena Alvero tahu pasti apa yang ingin dikatakan Erich padanya, yaitu meminta Alvero mengijinkannya untuk mengantar dan mengawal raja muda Gracetian itu ke apartemen Tira, sedangkan Alvero tidak ingin Erich ikut dengannnya, untuk menjaga perasaan Erich.