SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 130


__ADS_3

Tuksedo mahal berdasi pita, buatan desainer ternama melekat di tubuh gagah Sang Tuan Mafia. Sepatu berwarna coklat tua berharga fantastis pun membalut kakinya. Jam tangan Rolex terbaru melingkar di pergelangan tangan sebelah kanan. Setangkai mawar merah menyelip di saku sebelah kiri.


Sedangkan Chania, ia dengan gaun biru mudanya telah berdiri dengan cantik di depan sang suami. Rambut pirang kecoklatan di biarkan tergerai bergelombang. Hanya sedikit bagian kanan dan kiri yang di tarik ke belakang kepala, untuk kemudian di selipkan sebuah mahkota kecil dengan berlian asli di atas kepalanya. Serta seikat bunga sudah ada di genggaman.


Mereka sudah mengikat janji suci pada masa itu. Sehingga saat ini hanyalah pesta meriah yang di gelarnya. Menghadirkan berbagai tamu penting dan juga rekan bisnis. Baik dunia bisnis maupun dunia hitam yang ia lakoni.


Michael dengan bangga mengamit jemari lentik istrinya. Berdiri berhadapan dari balik pintu berhias bunga - bunga klasik yang di persiapkan untuk mereka memasuki ballroom.


"Are you ready?" tanya Michael lirih.


"Ini sangat mendebarkan, Honey.." Chania menyentuh dadanya. Merasakan debaran yang terasa lebih cepat dari biasanya.


"Semua akan baik - baik saja, Sayang! kamu bisa menggenggam tangan ku sekuat yang kamu bisa. Asal kegugupan kamu hilang." Michael mencium punggung tangan lentik.


"Ya, Honey..." Chania tersenyum, memandang haru bibir Michael yang mendarat lembut di punggung tangannya.


Sepasang anak kecil di siapkan untuk mengiringi langkah sang pengantin. Mereka menebar kelopak bunga mawar merah di sepanjang karpet yang akan di lalui oleh Michael dan Chania. Sehingga kelopak bunga mawar merah akan menyatu dengan kelopak mawar putih yang sudah bertebaran lebih dulu.


Langkah demi langkah, mengantarkan mereka memasuki area ballroom, untuk kemudian dapat di lihat oleh seluruh tamu undangan.


Suara lantunan lagu romantis berjudul You're still the One by Shania Twain mengiringi langkah Chania dan Michael yang seketika menjadi pusat perhatian.


Sorot mata serta senyum cerah dari mereka yang ikut berbahagia, bertebaran di dalam ballroom seiring langkah Michael dan Chania mengikuti sepasang langkah mungil.


Para tamu undangan sudah berdiri. Sebagian besar dari mereka mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen istimewa sang Mafia. Entah untuk kemudian di simpan, atau untuk di posting di akun sosial media milik mereka.


Sania dan Oliver, dua gadis itu kompak mengambil gambar dari posisi paling menguntungkan.


Tak kalah dari jepretan tamu undangan, maka kamera wartawan pilihan pun juga sudah berulang kali mengambil gambar sepasang Raja dan Ratu hari ini. Tentu saja untuk kemudian di jadikan trending topik di luar sana.


Banyak putri dari rekan bisnis Sebastian Corporation yang ikut menghadiri acara megah kali ini. Dan tentu saja itu membuat mereka merasa iri dengan sosok wanita yang kini berjalan bersama pria tampan yang menjadi incaran mereka. Patah hati berjamaah, mungkin cocok untuk di sematkan pada mereka.

__ADS_1


Untuk para pengusaha yang memilki putri seumuran dengan Chania pun pasti merasa kecewa karena harus mengakhiri angan - angan untuk memiliki menantu hebat seperti Michael Xavier.


Senyum terpancar dari bibir manis Chania di sepanjang langkahnya. Memberikan ekspresi wajah terbaik untuk momen paling mendebarkan dalam hidupnya.


Berbeda dengan Sang Mafia, yang justru terlihat dingin. Namun sangat menunjukkan jika ia sangat mencintai wanita di sampingnya.


Sampai di singgasana pengantin, Michael segera menarik pinggang istrinya untuk saling berhadapan. Ia rengkuh posesif pinggang istrinya. Menunjukkan pada dunia, bahwa lengannya hanyalah milik seorang wanita cantik di hadapannya.


Dua dada hanya berjarak seikat bunga saja. Pinggang sampai ke bawah, nyaris bersentuhan. Dua tatap mata saling bertemu pada satu garis lurus. Sama - sama menyorotkan cinta dari lubuk hati terdalam. Detak jantung keduanya berdegup cukup kencang. Bibir tercekat untuk mengucap kalimat cinta, mengulang janji suci yang pernah mereka ucapkan di dalam gereja pinggiran kota.


"I love you, Baby..." ucap Michael lekat.


"I love you too, Honey!" balas Chania.


"Dunia mengenal mu mulai detik ini, Sayang. Jika suatu saat nanti cinta kita di uji, percayalah... Tak akan ada yang membuatku berhenti mencintaimu!" ucap Michael serius. "Tak akan satu wanita manapun yang bisa menggantikan posisimu sebagai Nyonya Xavier!" tegas Michael. "Saya Michael Xavier, akan selalu dan terus mencintaimu dalam suka dan duka. Dalam kaya ataupun miskin. Dan menjagamu dengan nyawaku!" ucap Michael lebih lantang dari sebelumnya


Berucap di hadapan seluruh tamu undangan, seolah meminta mereka untuk menjadi saksi hidup perjalanan cinta mereka kedepannya.


Saling melempar senyum percaya. Keharuan itu, justru menarik beberapa pasang mata. Betapa tampan Tuan Mafia saat tersenyum tulus seperti itu.


"Cium! cium! cium!"


Teriakan dari seluruh tamu undangan, menjadikan pengantar untuk dua bibir akhirnya bertemu. Memagut penuh cinta dengan mata terpejam. Seolah tak ada bibir lain lagi yang lebih manis untuk masing - masing dari mereka.


Suara riuh tepuk tangan, membuat keduanya akhirnya tersadar untuk mengakhiri sesi ciuman. Dan beralih dengan sesi lempar bunga.


Semua yang belum menikah berdiri tepat di depan panggung. Sania dan Chef tercinta, Reno saling bergandengan, begitu juga dengan Oliver dan dang Mafia dari Perancis, Darrel Harcourt. Mereka berdiri dengan harapan sang sama. Sama - sama berharap mendapatkan bunga, untuk kemudian ikut berbahagia dalam sebuah ikatan pernikahan.


Sekali lagi, pernikahan bukanlah akhir dari perjuangan. Hidup bersama, menyatukan dua kebiasaan yang sebelumnya di lakukan sendiri - sendiri untuk kemudian di lakukan bersama bukanlah hal yang mudah.


Tapi setidaknya, dengan menikah, kalian akan mendapatkan cinta. Baik lahir dan batin akan mendapatkan kasih sayang yang halal.

__ADS_1


Menyelaraskan dua pemikiran yang berbeda bukanlah tantangan yang menarik. Permasalahan akan terus ada. Silih berganti setiap waktunya. Menguji hati - hati yang mungkin saja saat itu tengah rapuh atau kecewa.


Hanya bagaimana cara kita menghadapi setiap masalah di masa depan. Hari - hari yang berat, di antara saat - saat yang berwarna karena kehadiran para junior. Penerus nama, tahta dan darah mereka.


Michael dan Chania berdiri membelakangi para pujangga dengan seikat bunga di tangan mereka.


"Satu..." suara MC memberi kode agar mereka bersiap untuk melempar bunga.


"Dua..."


"Tiga..!"


Dua pasang tangan berayun ke atas dan melempar rangkaian bunga putih ke arah belakang. Seikat bunga pengantin terpelanting ke udara. Membentuk setengah lingkaran. Membuat mereka yang menunggu berteriak histeris, berharap bunga itu akan jatuh di tangan mereka.


Namun, bunga itu kemudian justru terpelanting jauh di belakang mereka, dan jatuh di pangkuan seorang gadis berkursi roda.


Semua pasang mata menoleh ke belakang. Dan menjadikan penerima bunga sebagai titik akhir pandangan mereka. Hanya saja mereka tercengang, karena bunga justru jatuh di pangkuan gadis yang tak ikut berebut. Kebetulan ia datang bersama seorang ibu di belakangnya.


Ya, Selena Arlington telah hadir pada saat itu. Membiarkan dirinya hanya duduk di kursi roda dengan gaun yang di siapkan oleh Desainer Chania.


Ia hadir di menit - menit terakhir. Bertepatan dengan sesi lempar bunga. Berharap mendapatkan sang Tuan Mafia, ia justru mendapatkan lemparan bunganya.


"Selena..." gumam Chania.


...🪴 Happy Reading 🪴...


Dear reader tersayang...


Author berterima kasih pada semua reader yang sudah menyempatkan untuk membaca novel receh Author.


Setiap Like, Komentar, dan Hadiah yang reader tinggalkan adalah sesuatu yang berharga untuk Author. 🥰

__ADS_1


__ADS_2