SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 263


__ADS_3

Bao Bao sedang dalam mode resah. Sang kekasih yang namanya di sebut bersamaan dengan kata pesta oleh penjaga Istana, membuat Jia menyimpulkan jika sang kekasih sedang mendatangi suatu pesta.


Pesta siapa? Karena yang ia tau tidak ada keluarga Xavier yang meninggalkan rumah malam ini. Semua sedang ada di rumah. Dan dalam kesibukan masing-masing dengan perasaan yang berbeda-beda.


Lantas pesta siapa yang di datangi Xiaoli? Tidak mungkin jika Xiaoli punya teman di lingkungan sini.


Cepat-cepat Jia beranjak, melangkah keluar kamar dengan sedikit menghentak pintu ketika menutupnya.


Dada Nona Muda sedang di landa badai yang belum jelas alasannya. Yang jelas saat ini tujuan dia hanya satu. Berjalan-jalan di luar istana, kemudian berpura-pura untuk mengobrol dengan penjaga, untuk menggali informasi tentang kemana perginya sang kekasih.


Jia keluar melalui pintu belakang. Pintu yang mengarah langsung pada kolam renang dan berlanjut sampai ke mess bodyguard. Jia berdiri di jarak kurang lebih 4 meter dari tepi kolam renang. Ia sengaja mengambil posisi di jalan setapak yang sering dilalui oleh para penjaga istana yang sedang berpatroli.


Di bawah sinar bulan, di antara terpaan cahaya lampu yang mendarat dengan sendu di wajah cantiknya. Jia berdiri dengan berputar berulang kali secara lambat. Mencari sosok yang bisa ia interogasi.


Matanya memicing, mengamati sekitar, dan yang ia lihat berulang kali adalah bodyguard yang hanya melintas di jalan setapak yang berada di kejauhan.


Sampai akhirnya seorang penjaga muncul dari sisi kiri istana, dan hendak berjalan ke belakang menuju mess bodyguard.


Senyum tipis dan samar terbit di bibir tipis sang Nona Muda Xavier. Menunggu bodyguard tersebut melintas di depannya. Sepasang mata tak lepas dari mengamati orang itu. Namun saat sang bodyguard menyadari ada dirinya berada di jalan setapak itu, penjaga itu segera melipir, dan memilih untuk melintas melalui jalan yang lain.


' Oh! jadi dari tadi kalian semua memang menghindari aku! '


Gerutu Jia dalam hati, menatap bodyguard dengan melotot tajam.


' Kurang ajar, kalian! '


' Atau jangan-jangan Xiaoli yang menyuruh kalian untuk menghindari aku? '


Kesimpulan demi kesimpulan yang tidak jelas, di gumam kan oleh Jia di dalam hatinya.


Rasa cinta yang ia miliki untuk sang bodyguard ternyata bisa membuat hati sang Nona Muda di penuhi dengan rasa curiga yang berlebihan.


' Baiklah! kita lihat, siapa yang lebih pintar! '


Ujar Jia di dalam hati. Bibir nya menyeringai ngeri, menatap punggung bodyguard yang tadi jelas-jelas terlihat jika menghindari dirinya.


Jia melangkahkan kakinya, sengaja untuk masuk ke arah dalam teras belakang rumah, duduk di antar kursi empuk yang harganya tidak akan semudah itu di jangkau oleh mereka yang hanya menyandang status kaya.


Gadis menjelang 19 tahun itu berpura-pura tengah bersantai dengan membaca majalah yang ia ambil secara acak.


Wajah boleh menghadap majalah, mata boleh seolah benar tertuju pada majalah itu. Tapi ekor mata seseorang, entah siapa yang tau mengarah dan tertuju pada apa dan siapa.


Dari posisinya kini, bodyguard tidak akan mudah melihat keberadaannya. Asal ia tidak bergerak dna tidak menimbulkan sara yang bising.


' Kalian tidak akan bisa menghindari aku '


Desis sang Nona Muda, menyeringai sembari memasang telinga sensitifnya. Meski tidak se-sensitif Jio maupun Xiaoli, tetap saja berfungsi di saat memang benar di butuhkan.


Dan apa yang di tunggu oleh sang Nona Muda benar-benar datang. Seorang penjaga terlihat oleh ekor mata Jia muncul dari pintu gerbang yang berada jauh di belakang sana. Saat penjaga itu mendekati istana, maka ia akan muncul secara mendadak. Dengan begitu mereka tidak akan bisa menghindar lagi.

__ADS_1


' Sudah takdir mu untuk berhadapan dengan ku, bodyguard! '


Desis Nona Muda dari balik majalah yang ada didepan wajahnya.


Satu langkah, dua langkah yang di lakukan oleh sang penjaga adalah penantian sang Nona Muda Xavier.


Hap!


Sang penjaga yang berjalan dengan cepat menuju depan istana itu terlonjak kaget, ketika sesuatu terlihat berkelebat dan Jia tiba-tiba muncul di depannya.


"Nona Muda!" pekik penjaga itu sembari menunduk hormat dalam seketika.


"Eh! Maaf! Aku tidak melihatmu sebelumnya!" ujar Jia berpura-pura tidak sengaja muncul di depan sang penjaga.


"Tidak apa-apa, Nona!" jawabnya menunduk kembali.


"Kamu... sedang bertugas? Kenapa tidak berseragam?" tanya Jia mengamati pakaian rumahan yang dikenakan oleh lelaki berusia sekitar 35 tahunan itu.


"Maaf, Nona Jia. Saya sedang tidak bertugas..."


"Ooh... Begitu... Terus ini mau kemana?"


"Saya mau memanggil bodyguard yang sedang tidak bertugas untuk datang ke mess!"


Jia memicingkan matanya, "Memangnya kenapa?"


"Di halaman mess sedang..."


"Sedang ada pesta, Nona Muda..."


"Pesta?" tanya Jia mengerutkan keningnya.


"Iya, Nona."


"Pesta apa? Siapa yang buat?"


"Pesta ulang tahun salah satu bodyguard, Nona. Dan Tuan Muda Harcourt yang membuat pesta tersebut."


"Jellow?" tanya Jia menyebut sang sepupu.


"Iya, Nona... Tuan Muda Jellow yang membuatnya. "Di sana juga ada Tuan Muda Jio..."


' Oh, jadi pesta ini yang di maksud para penjaga tadi! Jadi Xiaoli tidak sedang pergi ke pesta di luar istana, melainkan berpesta di halaman mess? Baguslah! Pantas kalau banyak bodyguard! '


Gumam Jia dalam hati dengan tersenyum lega.


"Memangnya siapa yang sedang berulang tahun?" tanya Jia menginterogasi. "Kenapa Jellow dan Kak Jio sampai datang?"


"Xiaoli, Nona!" jawab sang bodyguard.

__ADS_1


DEG!


' Xiaoli berulang tahun, dan aku tidak tau? '


Gumam Jia di dalam hati. Seketika rasa bersalah menjalar di dalam hatinya yang terdalam.


' Kekasih macam apa kamu, Jia! '


Omelnya dalam hati.


"Nona?" panggil sang penjaga. "Nona?" panggilnya lagi ketika sang Nona Muda justru diam membeku karena hanyut dalam lamunan rasa bersalah.


"Nona?"


"Ah! Iya!" Jia tersadar dari lamunan dengan beberapa kali kedipan mata.


"Boleh saya ke depan?" tanya sang penjaga.


"Ah, I...iiya! pergilah!" jawab Jia tergagap.


"Permisi, Nona Muda..." pamit sang penjaga.


"Ya..." lirih Jia.


Kini gadis itu berfikir, bagaimana caranya ia bisa memasuki gerbang mess bodyguard. Ia tak ingin tragedi ia yang mendatangi mess bodyguard kembali terulang, dan kembali membuat masalah.


"Ah, iya!" pekik Jia tersenyum tipis.


Ia segera berlari kembali memasuki istana. Dan dengan secepat kilat ia melesat menuju kamar tidurnya. Lalu dengan sigap ia meraih buku dan juga pensil beserta penghapusnya.


Dan dengan kecepatan berlari yang ia bisa, ia kembali ke halaman belakang. Buku itu, akan menjadi alasannya malam ini untuk bisa masuk ke dalam mess bodyguard. Dengan dalih mencari Jio, sang saudara kembar.


Langkah kaki Jia sudah menapaki jalan setapak menuju gerbang mess bodyguard. 3 meter lagi, ia akan sampai. Dari posisinya saat ini, ia sudah bisa mendengar suara para bodyguard laki-laki tengah bercanda gurau. Ada juga suara Jellow yang menyahuti.


Pemuda itu, memang sangat akrab dan suka bergaul dengan bodyguard muda. Meski ia memiliki level yang jauh lebih tinggi di banding mereka semua.


Satu meter lagi, Jia sampai di gerbang mess bodyguard. Sudah bisa ia lihat, punggung seseorang yang tengah ia cari. Yaitu Jio. Ia akan meminta di bantu untuk menyelesaikan soal.


Pemuda yang tampan dan nyaris sempurna itu hanya duduk dan tidak terlalu menanggapi apa yang sedang di bercandakan oleh Jellow dan bodyguard lain.


' Pesta minuman keras rupanya! '


Gumam Jia dalam hati. Sembari mendengar apa yang sedang di obrolkan.


"Aku pernah mengencani wanita yang berusia 8 tahun lebih tua dariku! Dan itu sangat menakjubkan!" suara Jellow terdengar di telinga Jia. Kemudian suara para bodyguard menyahuti dengan gelak tawa.


' Amore.... maafkan aku.... '


Rintih Jia di dalam hati, ketika ia melihat sang kekasih duduk di antara para lelaki yang sudah setengah mabuk.

__ADS_1


Hanya Jio, Xiaoli dan Jack saja yang tampak masih bugar dan normal. Tanpa ada pengaruh alkohol sama sekali.


...🪴 Bersambung ... 🪴...


__ADS_2