
🍄 Kejadian hari itu ...
Bersantai di sebuah tempat tersembunyi yang berada di tengah hutan kota Venesia, Italia. Sebuah hutan yang selalu berkabut di saat pagi. Konon bagi mereka yang awam, pasti merasa merinding jika berada di hutan itu.
Namun tidak untuk Michael dan pasukannya. Hutan itu seolah sahabat dalam bentuk lain. Mereka tengah asyik bersantai menunggu mangsa mereka.
Yaa.. siapa lagi kalau bukan Reno.
Sebuah bangunan tua, yang di bangun oleh pendiri Black Hold, akan menjadi saksi bisu, seperti apa Michael Xavier menghakimi musuh yang bukan berasal dari dunia hitam.
Memutar berulang kali ponsel milik Chania yang diketahuinya sebagai ponsel pemberian Reno itu. Merasa geram pada sosok yang bernama Reno. Yang terang - terangan menyatakan cinta pada sang istri.
' Kita lihat, seperti apa wajahmu! apa kau lebih tampan dariku sampai berani mendekati istriku? '
Gumamnya dalam hati yang bergemuruh karena merasa cemburu buta. Melirik sekilas pada ruangan, dimana ada dua orang di dalamnya yang akan di jadikannya sebagai hadiah untuk Reno.
Mobil Jeep yang di tunggu oleh Michael beserta beberapa prajuritnya termasuk Jack telah sampai. Pintu bagian belakang terbuka, seorang pengawal turun dengan menarik seseorang yang kepalanya tertutup karung hitam, juga kedua tangan yang di ikat ke belakang.
"Cepat!" seru seorang pengawal yang mengarahkan langkah kaki Reno memasuki ruangan dimana Michael sudah menunggunya.
"Brengsek kalian!" umpat Reno menjawab kesal.
"Jangan banyak bicara! temui bos kita!"
Seorang pengawal mendorong tubuh Reno hingga menjadikan lututnya sebagai tumpuan berdiri. Menghadap Michael yang sudah tak sabar ingin menghajar Reno.
"Buka!" perintah Jack pada pengawal.
Srett!
Kain berbentuk karung hitam berukuran kecil di tarik ke atas. Memperlihatkan sang empunya tubuh. Karena merasa pengap, Reno menggeleng - gelengkan kepalanya untuk mencari oksigen segar.
Sepasang mata Michael membulat, melihat siapa pemilik nama Reno. Waktu seolah berhenti untuk beberapa detik, karena Michael yang terpaku untuk beberapa saat.
"Kau?" ucap Michael yang duduk di kursi berjarak tiga meter dari Reno.
Suara Michael membuat Reno segera mendongak. Ia sungguh tak asing dengan suara yang baru saja ia dengar.
"Michael!" pekik Reno yang akhirnya ikut membulatkan matanya.
Seketika keduanya terdiam. Ingatan demi ingatan masa lalu bermunculan satu persatu.
"Mau apa kau menangkap ku?" tanya Reno. "Kau masih dendam dengan ku, hah?" tanya Reno kesal, mendapati yang menangkapnya adalah Michael. "Ini sudah lima belas tahun dan kau baru menculik ku?"
"Brengsek! kenapa juga Chef Reno itu kau!" desis Michael.
"Suruh anak buah mu melepas tanganku!" perintah Reno.
"Enak saja!" seru Michael. "Itu balasan karena kau menggoda istriku!"
"Istrimu?" tanya Reno tak percaya. "Memangnya kau sudah menikah? Hahahaha wanita mana yang berani menjadi istrimu?" tawa Reno begitu mendominasi seisi ruangan.
"Sialan kau!" umpat Michael merasa terhina. "Chania! Chania Renata adalah istriku!"
"Siapa Chania?"
__ADS_1
"Perempuan hamil yang kau beri ponsel busuk itu istriku!" bentak Michael melirik ponsel di atas meja.
"Perempuan hamil?" ulang Reno. "Maksudmu Carina?" tanya Reno.
"Ya!" jawab Michael ketus.
"What! Carina istrimu?" tanya Reno seolah tak percaya. "Hahahaha! pantas saja dia pergi! wanita mana yang sanggup hidup bersama buaya seperti mu! Hahaha Michael... Michael... kau sama sekali tidak berubah."
Kesal karena sedari tadi Reno seolah menertawainya, Michael mendekat dan menoyor dahi Reno hingga pria itu terjungkal ke belakang. Dengan tangan yang masih terikat tentu saja ia kesulitan menahan tubuhnya.
"Beraninya kau menertawai ku!" dengkus Michael kembali ke posisi semula, dan berbisik pada Jack yang berdiri di belakang kursi. "Suruh anak buah mu keluar, Jack."
Tanpa menjawab, Jack dengan sigap memberi kode pada anak buahnya untuk keluar. Menyisakan Michael, Reno, Jack dan Dimitri saja di dalam ruangan itu.
Sedangkan Reno masih berusaha bangkit. Meski kesulitan, namun nyatanya bibirnya tetap tak mampu menahan rasa ingin menertawai Michael.
"Lepas ikatannya!" perintah Michael pada Jack.
Reno berdiri dan mengibaskan bajunya yang di rasa mulai kotor. Sebagai seorang Chef, tentu dia termasuk golongan orang yang sangat menjaga kebersihan.
Dengan tatapan yang dingin, Michael terus melirik tajam pada setiap pergerakan Reno yang entah terasa begitu menyebalkan kali ini. Namun jiwa iblisnya tak bisa ikut serta merasuki hati pria 31 tahun itu.
Tanpa di perintahkan, tanpa takut pada mata Michael, Reno justru berjalan santai mendekati meja di mana Michael tengah duduk di singgasananya.
"Haaah..." menghela nafas santai sembari menjatuhkan pantat di kursi depan meja Michael.
Menyeringai nakal pada Michael yang memberinya tatapan dingin dan ingin menerkam.
"Eghm!" Reno berdehem. "Bagaimana bisa Carina mau menikah dengan mu? lagi pula aku tak pernah mendengar kabar kau sudah menikah."
"Jangan banyak bertanya, ambil ini!" ketus Michael mendorong ponsel Chania pemberian Reno.
"Istriku tidak membutuhkan ponsel laknat ini!"
"Hahaha! kau masih sama, Michael!" ucap Reno. "Sangat mudah cemburu!"
"Bukan urusanmu!"
"Hahaha!" kekeh Reno. "Aku jadi ingat kejadian 17 tahun yang lalu. Tentu kau tidak pernah melupakan nama Margareth, bukan?"
"Kau tidak perlu membahas semua itu! karena aku tidak akan pernah mau mengingatnya!"
"Hahaha! dasar Mafia.." desis Reno menatap Michael lucu. "Haa... baiklah! sekarang kalau kau sudah tau Reno yang mencintai Carina itu adalah aku, kau mau apa? Melepaskan Carina untukku?" goda Reno. "Aku akan dengan senang hati menerimanya, Brother! Dan jangan khawatirkan anak kalian, aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri!"
"JANGAN MIMPI! bentak Michael.
"Hahahah Carina memang sangat cantik!"
"Chania! bukan Carina!" tekan Michael.
"Hah! terserah kau lah! yang aku kenal adalah Carina bukan Chania!"
"Bedebah!" kesal Michael menghentak meja. "Aku hanya ingin mengembalikan ponselmu ini! Dan jangan pernah mengingat istriku lagi!"
"Tapi aku sudah terlanjur menyukai Carina..."
__ADS_1
"Lupakan!"
"Kalau tidak mau?"
"Kau tau kan aku seorang Mafia? kau pun pasti tau, bukan hanya 4 atau 5 orang saja yang mati di tanganku!"
"Lalu?" tanya Reno santai.
"Lalu aku pun tak akan berat hati membunuhmu jika kau berani menyentuh istriku walau seujung kuku pun!"
"WOOWWW! menakjubkan!" seru Reno menggelengkan kepalanya. Dalam dadanya tak ada rasa takut sedikitpun pada Michael. Karena sesungguhnya mereka adalah sahabat pada suatu masa remaja.
"E.. tapi bagaimana jika sekedar bertemu? aku mengucapkan perpisahan secara langsung! kau tau lah, kalau sudah jatuh cinta aku selalu saja susah move on!"
"Tidak bisa!" jawab Michael tegas tanpa batahan.
"Ayolah, Michael!" rayu Reno. "Kita kan bersahabat!"
"Kita bukan sahabat, sejak kau membantu Margareth pergi dariku 15 tahun yang lalu!"
"Ah! apa kau belum juga move on?"
"Hah! aku bahkan tidak pernah ingat namanya sejak saat itu!"
"Tapi kau masih membenci ku selama 15 tahun ini! Padahal aku sengaja menjauhkan dia darimu, karena di berdampak buruk untuk kita!"
"Aku hanya kecewa padamu! Dan sekarang kau malah berulah dengan menyukai istriku! Brengsek!" umpat Michael.
"Hahaha!" Reno terkekeh melirik senjata Glock di atas meja, ia tak takut sedikitpun dengan itu. Karena sudah hafal sifat Michael. Jika mau, mungkin sejak dulu ia sudah mati di tangan Michael. "Aku mana tau dia istrimu! dia hanya bilang jika suaminya pergi dengan cinta yang lain! tentu saja aku percaya!"
Michael menghela nafas, "Padahal sejak aku merenggut kesuciannya, aku tak pernah sekalipun menyentuh wanita manapun!"
"Hah! kau merenggutnya paksa?"
"Tentu saja tidak!" sembur Michael membela diri. "Semua itu terlalu rumit untuk di ceritakan! yang jelas saat itu aku tak tau kalau dia ternyata masih perawan!" lanjutnya sejelas mungkin.
"Yaa.. aku tau, kau memang tak suka perawan! terlalu sempit dan membosankan, benar kan?" ucap Reno dengan nada mengejek.
"Tentu saja istriku tidak begitu!"
"Hahahaha! baru tau rasanya perawan kau rupanya!"
Michael mendengkus kesal, kenapa juga nama Reno yang harusnya siang ini mendapatkan bogem mentahnya, malah Reno sahabat lamanya. Alhasil ia hanya bisa menahan semua amarah di dalam dada.
"Kau tau Michael? aku pernah benar - benar di buat jatuh cinta dan hampir gila memikirkan Carina." ucap Reno berpangku tangan, meletakkan siku di atas meja. Matanya menatap jendela tua yang mengarah ke tengah hutan.
"Malam itu, ayah mengadakan pesta ulang tahun untuk adikku, dan semua karyawan resto di undang pada malam Friday night! Kau tau? Carina hadir dengan begitu cantik. Gaun hitam panjang nan anggun, tak ada belahan dada, namun tak mengurangi keindahan bagian dadanya. Perut buncit di antara tubuh yang ramping membuatnya semakin terlihat seksi. Carina begitu cantik dan mempesona!" ucap Reno masih menatap jendela, membayangkan kembali momen satu bulan yang lalu. "Mataku bahkan tak mau ku ajak berkedip. Dan kau tau, rambut hitam yang lurus membuatnya terlihat semakin menggairahkan. Ingin rasanya malam itu ia aku culik dan ku bawa pulang! Tak akan aku lepaskan walau sedetik sekalipun!" lanjutnya seolah tanpa beban. Jika saja yang di ceritakan makanan, mungkin sudah ada air liur yang menetes.
BUGH!
"Auwh!" pekik Reno mengakhiri lamunan dengan menggosok dahinya yang terasa panas dan sakit.
Hantaman gagang pistol Glock mendarat dengan epic di keningnya. Dengan di ikuti suara Jack dan Dimitri yang cekikikan menahan tawa. Tindakan Michael sungguh mengejutkan ketiga orang itu.
"Kau ini terlalu anarkis, Mich!" dengkus Reno kesal.
__ADS_1
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹