
Bagai buah simalakama, maju kena mundur kena. Reno berdiri dengan menatap tajam dua wanita jadi - jadian yang semakin berjalan mendekat, mengikis jarak di antara mereka.
"HUUUAAAAA!" teriak Reno berlari ke depan. Membelah dua orang itu dengan mendorong lengan mereka secara kasar. Hingga kedua waria itu jatuh terduduk.
"Aaw!" pekik keduanya dengan suara yang khas.
Sedangkan Reno langsung mengambil gagang pintu. Menariknya agar segera bebas. Namun sayang, pintu tak bergerak sedikitpun.
"Michael! Buka!" teriak Reno. "Michael!" teriak Reno.
Suasana di dalam ruangan terasa begitu mencekam untuk Reno. Jantungnya sudah berpacu. Mengalahkan ketakutan saat bertemu dengan hantu sekalipun.
"Michael!" Reno masih terus memanggil nama Michael. Tanpa ia tau jika Michael sudah meninggalkan lokasi. "Hey! siapapun di luar buka pintunya!"
"Sayaang... jangan takut. Sepertinya Tuan Michael sudah pergi!" ucap si baju merah sembari berdiri dari duduknya.
"Memangnya kita ini hantu, sampai segitunya ingin kabur..." sahut si baju hitam berjalan mendekati Reno.
"Kalian lebih menyeramkan dari hantu! kalian tau?!" sembur Reno.
Dokk! dokk! dokk!
Reno masih terus menggedor pintu. Satu - satunya pintu untuk bisa keluar dari ruangan itu.
"Buka pintunya!" teriak Reno terus menerus.
"Secantik ini di bilang lebih seram dari hantu?" tanya si baju merah menoleh temannya.
"Hemmm.. sepertinya ada yang salah dengan matamu, sayang.." ucap lembut si baju hitam.
Dua transgender itu berjalan dengan gemulai mendekati Reno. Kaki jenjang dan mulus meliuk manja ke arah pintu.
"STOP!" teriak Reno.
' Kalau aku menghajar mereka berdua, aku pasti kalah. Bagaimanapun merasa berasal dari laki - laki! '
' Brengsek! Michael benar - benar keterlaluan! '
Reno tak henti - henti mengumpat Michael dalam hati.
Tak peduli dengan teriakan Reno, membuat jarak semakin terkikis, dua langkah lagi tangan si baju merah berhasil menyentuh Reno. Dan...
"Jangan sentuh aku!" teriakan Reno menggema.
"Dear Lord, lengan kamu kekar juga, sayang..." ucap si baju merah mulai bergelayut di lengan Reno.
"Dada mu juga sangat menggoda.." sahut si baju hitam dengan suara ala - ala ******* manja. Telapak tangannya bergerilya di dada bidang Michael. Dan semakin turun ke bawah. "Wow! sixpack..." lanjutnya mengusap lembut perut sixpack Reno di balik kemeja. "Hhasssh!" ia mendesis - desis menyentuh roti sobek milik Reno.
"Anjing!" umpat Reno berulang kali.
Satu tangan si baju merah dan si baju hitam mengunci masing - masing satu tangan Reno. Membuat Reno tak berkutik. Bagaimanapun kekuatan mereka berdua layaknya pria normal.
Si baju merah membuka kancing kemeja Reno satu persatu. Jemari yang dulu kekar itu sudah menjadi lentik dan begitu gemulai membuka kancing kemeja pria.
Sedang si baju hitam menciumi leher Reno dengan penuh hasrat.
"You're so hot!" desisnya lirih.
"AAAAAA!!" teriak Reno histeris.
__ADS_1
Rasa jijik, takut dan menggelitik bersamaan menyerang tubuh seorang Chef Reno. Najis sudah tubuhnya oleh ulah dua makhluk yang berebut tubuhnya.
"LEPASKAN AKU! LEPASKAN AKU! AAAA!!" teriak Reno terus menerus.
"Woow!" seru si baju setelah semua kancing baju terlepas. Terlihat jelas kotak - kotak menggairahkan di bagian perut. Dada tegap nan menggairahkan.
Dengan tangannya ia raba dari perut hingga dada. Kemudian sedikit menunduk dan mengecup dada bidang Reno.
"Lepaskan aku brengsek!" umpat Reno. "Kalian begitu menjijikkan!"
"Oh tampan.... kau begitu menggoda!" desis si baju hitam yang semakin gila. Ia berusaha untuk bisa mencium bibir Reno. Namun Reno terus menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri. Hingga membuat si baju hitam kesulitan meraih bibirnya.
"HAH!" saking tidak kuatnya Reno berusaha menghentakkan kedua tangan dan satu kakinya menginjak kaki si baju hitam.
"Awh!" pekik si baju hitam.
Untuk sesaat ia terlepas dari dua makhluk itu. Segera ia berusaha berlari mendekati jendela. Berharap ada nafas lega yang bisa ia hembuskan di sana.
"Ehh! mau kemana sayaang.." seru si baju merah menarik baju Reno hingga hampir sobek. Membuat Reno yang berusaha mempertahankan bajunya ikut terseret ke belakang.
Terjadi aksi tarik menarik di antara keduanya. Dan saat si baju hitam kembali berhasil menguasai dirinya, iapun ikut menarik baju Reno, hingga...
Krekk!
"Shiittt! Bangkai!" umpat Reno semakin kesal.
Teringat akan kelemahan lelaki, dengan kuat ia jejak kan kaki sekuat tenaga ke arah pangkal paha si baju merah. Dan berhasil!
Si baju merah mengaduh karena sakit luar biasa di bagian yang mungkin tak bisa berdiri itu.
"Kamu kasar banget sih, tampaan!" protes si baju hitam was - was. Ia takut jika bagian miliknya ikut di tendang oleh Reno.
Si baju hitam meraih lengan Reno yang menertawai baju merah. Dengan cepat Reno menghindar dan lari ke arah jendela. Tak mau kalah, si baju hitam juga ikut mengejar.
"Sialan!" umpat Reno yang kesulitan membuka jendela. Selain jendela yang tertutup rasa buru - buru ingin keluar membuatnya kewalahan sendiri. Namun akhirnya jendela berhasil terbuka.
"Yes!" seru Reno berhasil melompat dan mengeluarkan kakinya.
Baru juga kaki kanan yang keluar, kaki kiri yang masih di dalam di tarik di baju hitam. Dan kembali terjadi aksi tarik menarik.
"Lepas, Woy! brengsek!"
"Jangan buru - buru, sayang! kita belum enak - enak.." ucap si baju hitam dengan manja.
Tidka di pungkiri Reno, jika si baju hitam memiliki kekuatan yang cukup besar.
"Aku jijik melihat kalian!"
"Eiittss.. tidak boleh seperti itu, tampan. Kamu kan belum coba.."
"Huekk!"
Belum juga bisa melepaskan kakinya, si baju merah sudah kembali berdiri normal dan hendak mendekati mereka.
"Woooh!" seru Reno menjejak kuat hingga si baju hitam terjengkang dengan teriakan yang khas.
Buru - buru Reno melompat dan berhasil keluar jendela yang setinggi pinggangnya itu.
"Weekk! mampus lo! main aja berdua!" seru Reno tertawa puas berhasil lepas dari dua serigala mengerikan.
__ADS_1
Reno berlari ke arah depan bangunan. Berharap bertemu Michael. Namun sayang tak ada siapapun di sana kecuali lima pengawal yang keheranan melihat Reno sudah berada di luar.
"Dimana tuan kalian?" tanya Reno.
"Beliau sudah pulang!"
"Sialan!" umpatnya. "Antarkan aku pulang!" ucap Reno.
"Maaf, Tuan.. kami tidak mendapat mandat dari Tuan muda untuk mengantarkan anda pulang!"
"Fvck!" umpat Reno.
Belum selesai ketegangannya, pintu terbuka dan memperlihatkan dua transgender yang mengincarnya.
"Anjing!" umpat Reno segera berlari ke sembarang arah.
"Hei! Boy! tunggu kami!!" teriak si baju merah.
"Bangkai!" teriak Reno kesal.
Hari mulai gelap, hutan mulai minim cahaya. Ia bingung harus berlari ke arah mana. Ia bahkan tak pernah masuk ke dalam hutan selama tinggal di Venice.
Ia hanya terus berlari, menjauh dari bangunan tua. Melewati hutan yang sebentar lagi akan semakin gelap.
"Sial! aku pasti salah arah! harusnya aku tadi mengikuti jalan. Tapi bagaimana kalau mereka mengejar menggunakan mobil. Aku pasti tertangkap!"
Hampir setengah jam ia berputar - putar di dalam hutan yang sudah gelap. Ia mencari ponselnya, untung saja ponselnya ia bawa, dan ponsel yang di berikan pada Chania juga sempat ia kantongi.
Bermodal dua ponsel, ia mencari jalan keluar. Melalu bantuan map dan cahaya lampu senter ponsel, Michael berhasil keluar hutan setelah satu jam lebih.
Sepatu hancur, baju robek, bahkan wajah tercoret kanan dan kiri. Namun ia merasa bersyukur berhasil keluar.
"Untung sinyal bagus!" ucapnya yang sudah berada di tepi jalan. Ia mulai tau berada di mana.
Melambai tangan pada kendaraan yang lewat untuk mencari tumpangan. Sudah cukup lama ia melakukan itu. Sampai akhirnya ia berhasil setelah setengah jam melambaikan tangan.
"Pak, Arah pantai ya?"
"Tapi saya tidak sampai ke pantai!"
"Ya, sudah bolehlah!"
Reno masuk ke dalam mobil box bagian depan. Belum juga sampai di jalanan pantai ia sudah di paksa untuk turun. Karena sang supir harus pergi ke arah lain.
Duduk di tepi jalan, merasa hari ini begitu sial. Michael menghela dan menarik nafas lelah berulang kali.
"Kau benar - benar menyebalkan, Michael!"
Gerutu Reno yang tak henri mengumpati Michael. Jalan terakhir yang bisa ia lakukan adalah menghubungi temannya di restoran untuk menjemputnya.
"Gia, suruh Supir restoran menjemput ku di jalan utama!"
"Baik, Chef!"
"Huh!" Reno menghela nafas setelah sambungan telfon terputus.
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹
__ADS_1