SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 64


__ADS_3

Chania yang memperhatikan ekspresi kesal Michael pada sang penelepon, justru menggoda Michael dengan senyuman nakal.


Memasukkan kedua tangan ke dalam jas Michael yang di biarkan terbuka, lalu melingkarkan tangannya di pinggang sang suami dengan manja. Mendaratkan kecupan berulang kali di pipi Michael.


Kemana kemarahan untuk Michael yang sebelumnya ia rasakan?


Entahlah, sedikit banyak seperti itulah emosi seorang ibu hamil. Dapat berubah - ubah hanya dalam hitungan menit.


Dalam saluran 📞


.... : "Kapan kau akan menyerahkan gadis itu?"


Michael yang tengah di goda istrinya sama sekali tidak bisa fokus pada obrolan teleponnya. Ingin mengintimidasi sang penelepon. Namun disisi lain tersenyum samar karena hasrat ingin memakan istrinya yang terus saja menggodanya, mulai muncul.


Michael : "Jangan pernah bertanya lagi!"


Jawab Michael yang tidak 100% fokus dengan pertanyaan dari lawan obrolan. Namun ia paham arah bicara lawannya.


Sekuat hati ia menahan godaan yang istri yang kini memainkan dasi sembari menciumi lehernya. Tanpa rasa ingin tau apa yang sedang di obrolkan Michael di telepon.


Sepertinya ibu hamil satu itu tengah menyukai aroma parfum yang di pakai oleh sang suami, ayah dari janin dalam perutnya.


.... : "Aku rasa kau mulai mencintai gadis itu, Michael!


Michael : "Apa kau punya hak untuk mencampuri hal itu?"


Tanya Michael sinis, namun tidak dengan raut wajahnya yang seketika mencuri kecupan di kening Chania yang masih asyik menciumi lehernya.


Deborah : "Ingat! aku yang menyelamatkan ibumu dari timah panas Smith! Jika kau berkhianat aku akan dengan mudah mendapatkan ibumu dan nyawanya yang akan menggantikan tubuh gadis itu!"


Michael menarik nafas geram. Menghelanya dengan kasar. Namun tangannya mengusap penuh kelembutan rambut kepala bagian belakang Chania yang mendekap tubuhnya erat.


Michael : "Semakin kau mengancam ku, aku akan semakin membuatmu kesulitan mendapatkan apa yang kau inginkan! Kau lupa jika semua suruhan mu mati mengenaskan di tanganku?"


Sedikit terhenyak dengan ucapan sang suami yang penuh dengan nada penekanan dan emosi, Chania mendongak sekilas. Namun detik berikutnya tubuh Chania bergerak - gerak.


Karena Michael mengalihkan fokus Chania dengan menggelitik perutnya bagian samping. Membuat Chania mau tak mau terkekeh dan berusaha menepis tangan nakal Michael.


"Honey..." rengek manja Chania di sela - sela tawa lirihnya.


Deborah : "Kau sedang bersamanya?"


Suara kekehan lirih Chania ternyata terdengar sampai telinga Deborah.


Michael : "Bukan urusanmu!"


Deborah : "Sepertinya kau benar - benar akan berkhianat, Michael! Bukan salahku jika aku akan mengambil gadis itu dengan sengaja!"

__ADS_1


Michael : "Lakukan saja jika kau berani! Kau lupa siapa aku? jika semua sekutu mu berhasil mati di tanganku, maka jangan salah kan aku jika pada akhirnya kau pun mati di tanganku!"


Ucap Michael dingin, namun tangannya kembali merengkuh tubuh Chania dengan erat. Mengibaratkan jika dirinya tengah melindungi sang istri dengan sepenuhnya.


Gadis itu pun tampak begitu nyaman bersandar di dada bidang Michael, sembari kembali menguncikan tangannya di pinggang Michael. Mencari kehangatan dari dalam jas mahal suaminya.


Deborah : "Rupanya kau tau mereka bersekutu dengan ku!"


Michael : "Ya! sayangnya sekutu mu adalah manusia - manusia tidak berguna!"


Deborah : "Kau hanya belum bertemu dengan sekutu utama ku, Michael Xavier!"


Michael : "I DON'T CARE!"


Tut! ☎️


Sambungan telepon terputus secara sepihak. Lebih tepatnya Michael lah yang mengakhiri panggilan telepon setelah menegaskan kalimat terakhirnya.


Kembali memasukkan ponsel ke dalam saku jas bagian dalam, namun mata mulai melirik pada sang istri yang masih bermanja dalam pelukannya.


Tanpa memberi aba - aba, Michael langsung mengangkat tubuh sintal itu ala bridal.


"Akh!" pekik Chania yang tersentak kaget karena aksi cepat Michael.


"Waktunya kami tidur, Baby." ucap Michael sembari membawa tubuh Chania masuk ke dalam kamar. Menutup kembali pintu yang menghubungkan kamar dan balkon dengan satu kakinya.


Chup!


Kecupan singkat mendarat di bibir yang baru melakukan protes.


"Setelah healing kamu pasti tertidur!"


"Healing?" Chania menatap wajah Michael penuh tanda tanya.


Senyum misterius muncul di bibir tipis Michael saat ia meletakkan tubuh dengan dress rumahan itu.


"Bercinta, Baby! kamu sudah membuat aku pulang di jam kerja! jadi kamu harus bertanggung jawab!" desis Michael tepat di depan wajah Chania, dan mengakhiri dengan kecupan mesra di bibir Chania.


Chania tersenyum malu, kedua merah merona dalam hitungan detik. Selama ini ia selalu kesulitan menolak Michael. Karena setiap Michael menginginkan, ia pun pasti sama. Apalagi Michael cukup pandai menarik hasrat bercinta Chania.


Michael berdiri di tepi ranjang, melepas jas mahalnya, dan melempar ke sofa yang tak jauh dari ranjang. Membuka kancing kemeja di lengan kanan dan kiri. Beralih membuka kancing kemeja satu persatu.


Sepanjang ia melakukan itu, sepasang mata nakal yang di penuhi gairah itu tak lepas sedikit pun dari wajah cantik Chania yang merona.


Jantung berdegup kencang akibat di tatap begitu dalam dan intim oleh sang suami. Chania memiringkan tubuhnya, menarik bantal dan menabrakkan wajahnya di sana.


Beberapa detik kemudian, ia merasakan Michael yang bergerak mendekati ranjang dan duduk di belakang punggungnya dan berangsur merebahkan tubuh tepat di belakangnya.

__ADS_1


Chania merasakan tangan hangat Michael mulai menyentuh lengannya. Dan wajah Michael mulai merengsak di antara rambut pirang kecoklatan yang berhambur. Keharuman rambut istrinya, merengsak masuk ke dalam saluran pernafasan dan berhasil membuat gairahnya semakin tak tertahankan.


"Are you ready?" bisik Michael mengecup leher belakang Chania setelah menyingkat rambut yang menghalangi.


Tak langsung menjawab, Chania justru menggerakkan kepalanya. Menahan rasa geli yang muncul akibat bibir tipis Michael yang menempel di kulit lehernya. Bercampur nafas hangat yang membuat tubuhnya seketika meremang.


Tak sanggup lagi berbasa - basi, Michael segera menurunkan resleting dress Chania yang berada di punggung. Tepat di depan dadanya.


Mencium lembut setiap inchi dari putihnya kulit punggung Chania. Keharuman tubuh Chania menyeruak memasuki rongga hidungnya. Menambah gairah tersendiri untuk Michael yang sudah berhasrat sejak tadi.


Menyingkirkan kain penghalang yang menutupi pundak hingga lengannya. Tangan merayap menyentuh pengait br*. Melepasnya dalam satu gerakan kecil tanpa menghentikan aksi bibirnya.


"Honey..." rengekan manja Chania menahan remang geli di punggungnya. Bulu kuduk berdiri akibat bibir dan lidah suaminya yang asyik bermain di sana.


Menepis tali br* yang dikenakan Chania, sembari tersenyum senang karena berhasil membuat istrinya merasakan hawa panas akibat gairah bermunculan.


Membalikkan tubuh Chania hingga dua pasang mata saling menatap. Dan bibir saling melempar senyum kekaguman.


"Kamu cantik!" desis Michael.


Pujian meluncur begitu saja dari alam bawah sadar seorang Michael Xavier.


Tersipu malu, Chania menutupinya dengan mengangkat sedikit kepalanya dan menabrakkan bibir ranum pada bibir tipis Michael.


Belum sampai kepalanya kembali menempel di bantal, bibir Michael sudah mengejarnya dan kembali menautkan bibir mereka.


Satu tangan untuk menahan tubuh, satu tangan lagi melepas sisa baju yang menempel di tubuh istrinya.


Tautan bibir yang menyatu dalam, menuntut untuk melakukan lebih dari apa yang mereka lakukan saat ini.


Hingga dalam hitungan menit, dua tubuh insan yang saling mencintai namun sulit mengucapkan, sudah polos tanpa benang sehelai pun.


Saling beradu keahlian dalam memberi kepuasan pada pasangannya. Menyalurkan hasrat dan benih - benih cinta yang menggebu.


Aneka bunga indah nan harum di seluruh muka bumi, seolah tengah bermekaran di dalam kamar megah dengan atap berlukiskan naga emas.


Hingga untuk kesekian kalinya, Michael kembali menyirami rahim istrinya yang bahkan sudah tumbuh janin hasil benihnya.


Lalu kapan ia akan mengetahui semua itu?


🪴🪴🪴


Happy reading 🌹🌹🌹


Sebelumnya Othor minta maaf, karena akhir - akhir ini jarang up, akibat kesibukan dunia nyata. Begitu juga untuk hari sabtu dan Minggu besok Othor tidak up. Karena benar - benar dalam mode super sibuk. 🙏 😌


See you monday 🥳

__ADS_1


__ADS_2