SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 142


__ADS_3

Waktu terus berlalu, Matahari mulai kembali ke peraduannya. Gelap hadir, guna memberi jeda pada hari - hari berikutnya.


Michael mengadakan pertemuan tertutup di ruang kerjanya. Membahas tentang Maya atau Selena yang menjadi dalang dari penyerangan Gia di toilet. Yang di tujukan untuk mengancam sang istri.


Kali ini, ada Darrel, Reno, Dimitri dan juga Jack turut hadir dalam pertemuan malam ini. Jack meninggalkan Gia bersama Antonio di rumah sakit.


"Andreas belum memberikan laporan perkembangan pencarian tentang si brengsek itu?" tanya Michael pada Jack.


"Belum, Tuan! terakhir Andreas bilang, target tidak jadi datang ke Cafe 1997! nomor ponselnya pun sudah tidak aktif!"


"****!" umpat Michael spontan. "Kabar Maya?"


"Maya tidak keluar kamar sama sekali sejak pulang dari rumah sakit, Tuan!" jawab Dimitri.


"Selena?"


"Noel mengatakan jika mobil yang membawa Selena dan Nyonya Deborah memasuki rumah seorang pengusaha!"


"Pengusaha?"


"Ya, Tuan! dan Tuan mengenalnya!"


"Siapa?"


"Frank Mourinho!"


"Frank!" pekik Michael.


"Ya, Tuan!"


"Oh...." Michael mengangguk dingin. "Awasi saja mereka! Frank memang cukup ber-uang jika ingin membuat masalah denganku!"


Ting ting ting!


Beberapa pesan beruntun masuk ke ponsel Jack. Getarannya membuat Jack segera mengambilnya dari saku celana.


📩 Target di temukan! kami berhasil melumpuhkannya, dan kami dalam perjalanan kembali ke markas!


📩 Ada hal penting yang harus Tuan tau!


📩 Yang memerintahkan mereka adalah seorang pria! Salah satu pengusaha Italia, bernama Mourinho!


Jack membaca pesan itu dengan cukup lantang untuk di dengar orang - orang di dalam sana.


"Selena..." desis Michael mengeratkan giginya. Tangannya mengeluarkan otot - otot kekar. Seolah ingin meninju sesuatu.


"Ini gila!" gumam Darrel. Ia memijat pelipisnya. Pertempuran saudara yang cukup rumit menurutnya.


"Menurutmu apa hubungan Selena dengan Frank?" tanya Reno.


"Bisa saja Selena adalah anak kandung Frank!" desis Michael sedikit mempercayai itu


"What!" pekik Reno.


' Jika semua ini ulah Selena, Lalu kenapa Maya ingin mencelakai Gia? '


Batin Jack.


' Aku harus mencari tau. Bisa jadi Maya cukup berbahaya untuk Gia ke depannya! '


"Aku harus bertemu dengan perempuan itu!" ucap Michael.


"Ingat, Michael! kau harus hati - hati!" sahut Darrel. "Aku rasa bangunnya Selena bukanlah kebangkitan yang sembarangan!"


"Aku tau!" jawab Michael menatap kosong ke depan.


# # # # # #

__ADS_1


Hari telah berlalu sejak pertemuan malam itu, kemanapun para wanita keluarga Sebastian, selalu di jaga dengan ketat oleh para bodyguard.


Gia telah keluar dari rumah sakit, bersiap untuk ikut mensukseskan grand opening restauran terbaru milik keluarga Reno di salah satu mall mewah di kota Roma.


Hari ini, adalah hari itu, hari peresmian restauran keluarga Reno. Dimana Reno akan menjadi maskot dan menggandeng kekasihnya, Sania Arlington.


Berpakaian dengan warna senada, mereka bersiap memasuki restauran dimana sudah banyak sekali pengunjung yang ingin mencoba menu - menu di sana.


Tak lupa, pengamanan untuk acara telah di siapkan. Di jaga ketat oleh beberapa polisi atas perintah Reno. Dan juga banyak anak buah Michael yang menyebar atas perintah Michael.


Karena sang istri juga akan turut hadir siang ini.


Menggunakan dress hitam tanpa lengan, Chania bersama ibu mertuanya dan Sania berdiri di belakang Reno yang berdiri di balik pita yang melintang di ambang pintu masuk restauran.


"Terima kasih, karena kalian bersedia menjadi saksi peresmian di bukanya Restauran cabang ke - 21 keluarga saya di Italia!" seru Reno. "Dengan ini saya nyatakan Respecto Resto resmi di buka!"


Suara riuh tepuk tangan menyambut teriakan Reno yang disertai dengan pemotongan pita.


"Silahkan masuk dan mencoba berbagai menu yang akan menjadi andalan restauran kami!" ucap Reno yang di sambut antusias oleh mereka yang hadir.


"Selamat, Sayang!" ucap Sania memberikan pelukan pada kekasihnya.


"Ini untukmu, Sayang!" ucap Reno.


"Untuk kita!" balas Sania yang tak ingin merasa menguasai apapun yang dimiliki Reno.


"Selamat ya, Reno!" ucap Madalena.


"Terima kasih, Aunty!"


"Selamat ya, Chef!" ucap Chania mengingat kembali siapa pria yang kini menjadi kekasih saudara kembarnya.


"Haha! thanks Ca...ah Carina!" Reno bahkan sudah melupakan siapa nama samaran Chania dulu.


Semua pengunjung menikmati menu gratis yang di siapkan oleh Restoran, khusus untuk hari di itu.


Khusus keluarga dan kerabat, mereka berada dalam satu meja bundar. Berkumpul untuk saling mengobrol sembari menikmati berbagai menu.


"Ya, Chania!" jawab Gia. Khusus hari itu, Gia tidak bertugas. Karena dia adalah kasir andalan yang akan menjadi senior di sana.


Chania beranjak dengan di ikuti Maya di belakangnya. Serta Antonio yang mengikuti pergerakan Chania dan Maya dari jarak jauh.


Chania memasuki bilik toilet seorang diri. Sedangkan Maya di luar pintu bilik. Berdiri tegak menghadap cermin besar, membelakangi pintu dimana Chania sedang menunaikan hajatnya.


***


Di sisi lain dari kota Roma, ada Michael, Jack dan Dimitri yang menemui Selena di salah satu Klub. Di ruang VIP, yang berada di lantai dua dan cukup tersembunyi. Dimana hanya ada 7 orang di dalamnya. Selena di dampingi Frank dan dua bodyguard yang di bayar oleh Frank.


"Kenapa kau memilih tempat seperti ini?" tanya Michael dingin pada Selena yang duduk di kursi roda.


Tersenyum manis, "Kenapa?" tanya Selena, "kamu ingin menemui ku seperti saat aku menemui mu diam - dian di malam itu?" lanjut Selena terkesan menggoda.


Memasang wajah dingin, Michael sama sekali tak menanggapi ucapan Selena yang membuatnya merasa semakin benci pada gadis yang sudah ia selamatkan nyawanya itu. Jika bisa mengungkapkan, maka ia mengaku menyesal sudah memerintahkan Andreas mencari pendonor ke seluruh belahan dunia.


Michael menatap tajam Selena. Seolah mengintimidasi perempuan itu bahwa ia tak menyukai cara Selena bicara.


"Apa yang membuat mu mengusik istriku?"


"Pertanyaan bagus!" seru Selena. "Dari awal kamu sudah tau seperti apa aku padamu, Kak! Harusnya tanpa aku menjawab, kamu sudah tau jawabannya!"


"Kau pun tau! aku tidak akan membiarkan siapapun yang mengusik keluargaku bisa hidup bebas! termasuk dirimu!"


Selena tersenyum tipis. Seolah sama sekali tidak takut dengan sepak terjang keluarga Sebastian di dunia Mafia.


"Aku akan memutus bisnis kita, Frank!" ucap Michael kemudian.


"Sebenarnya aku sangat berat harus kehilangan bisnis dengan mu, Michael!" sahut Frank. "Hanya saja... demi putriku, aku rela melakukan segalanya!"

__ADS_1


"Picik!" umpat Michael. "Aku tidak ingin ada pertumpahan darah! aku tidak ingin ada perang terbuka dengan mu, Selen! Tapi aku pastikan kalian akan menyesal sudah mencari masalah denganku!"


Seorang bodyguard Frank membisikkan sesuatu pada Selena.


"Hahahah... Sayangnya kamu sudah kalah, Tuan Michael Xavier!"


Ucap Selena kemudian ia berdiri. Menunjukkan pada Michael bahwa ternyata dia sudah bisa berjalan.


"Kau ternyata.." Michael terhenyak hingga berdiri.


"Ya! aku sudah bisa berjalan! sejak lama!" jawab Selena berjalan melenggak lenggok ala model mendekati Michael yang berdiri dari sofanya. "aku sengaja memilih ruangan ini! supaya kalian kesulitan untuk keluar!"


"Apa maksudmu!"


Selena berjalan semakin dekat, memasukkan tangan di lengan Michael. Mendekap erat, hingga mendekatkan wajahnya pada telinga Michael.


"Istrimu sudah di tanganku!" bisik Selena. "Aku akan menjadikan dia budak nafsu untuk para bodyguard Papa!"


"Tuan! Nyonya muda di culik!" ucap Jack setelah mendapat laporan dari Antonio.


"Brengsek!"


Michael menghempaskan kasar tubuh Selena. Hingga gadis itu terjengkang, dan jatuh di lantai. Bukannya merasa sakit, ia justru tertawa culas.


"Hahahaha!"


"Beraninya kalian!" sembur Michael. "Aku tidak akan mengampuni kalian! Seujung kuku pun sakit yang di rasakan istriku, akan aku balas berlipat - lipat!"


"Hahah! terlambat, Sayang!" ucap Selena sembari berdiri.


Michael mengeluarkan Glock dari ikat pinggang bagian belakang. Sontak aksi saling todong senjata terjadi. Semua saling mengarahkan senjata pada lawan.


Hanya Selena saja yang tidak membawa apa - apa. Sedang moncong senjata Michael mengarah padanya. Namun gadis itu sudah seperti batu. Sama sekali tak terlihat takut jika peluru di dalam senjata itu benar - benar melesat mengenai dirinya.


"Kalau kau menembak Selena, maka aku akan menyuruh mereka menembak istrimu sekarang juga!" ancam Frank dari posisi dia berdiri.


Menarik nafas panjang, Michael di buat bimbang. Tak ada jaminan untuk ia bisa menyelamatkan istrinya walaupun ia menghabisi semua yang ada di ruangan itu.


"Turunkan senjata mu, Michael!" lanjut Frank.


"****!" umpat Michael.


Michael berbalik dan kini justru mengarahkan Glock nya ke arah Frank. Frank dan Michael sama - sama menodongkan senjata mereka.


"Katakan! kau bawa kemana istriku!" hentak Michael.


"Hahahah!" tawa Selena pecah. "Kalau untuk kemudian kami memberi tahu mu, untuk apa kami susah payah menculik istrimu!" lanjut Selena.


Nafas tertahan, dan...


Dorr!


Michael melancarkan satu peluru yang seketika mengenai tengah dahi seorang bodyguard di belakang Frank.


"Brengsek!" umpat Frank membalas letusan yang sama ke arah Michael, namun meleset.


Adu tembak akhirnya terjadi di dalam ruangan berukuran 5x7 meter itu. Suara letusan saling bersautan dari beberapa pistol. Michael, Jack dan Dimitri fokus untuk bisa keluar dari sana.


Selena masuk ke dalam pintu rahasia, dan di ikuti Frank beberapa detik kemudian.


Saat hendak keluar, Michael berhasil melumpuhkan seorang bodyguard Frank di luar pintu. Dan membawanya keluar dari Klub yang ternyata milik Frank itu.


"F*ck! F*ck! F*ck!" umpat Michael beruntun. "Akan ku balas kalian!" teriaknya membabi buta di depan Klub.


"Lacak keberadaan Chania!" serunya.


"Sudah, Tuan!" jawab Jack. "Antonio melakukan pengejaran pada lawan.

__ADS_1


Michael sudah tak karuan. Berulang kali ponselnya menerima pesan dari Reno. Mengatakan bahwa Chania dan Maya menghilang.


...🪴 Happy reading 🪴...


__ADS_2