
🍄 Beberapa bulan kemudian . . .
Di istana Michael telah ramai oleh keluarga besar Xavier dan para bodyguard. Ada Reno dan Sania, ada Darrel dan Oliver, juga Jellow bersama mereka.
Tak lupa Gia Octarin, istri sang bodyguard utama, Jack Black. Turut meramaikan acara hari itu. Mereka hadir bersama putra bungsu mereka. Karena anak pertama mereka sudah di kirim ke kuil. Dan tiga tahun lagi baru akan kembali.
Dimitri? Ia juga hadir bersama Maya. Hanya berdua. Karena anak pertama mereka dikirim Dimitri untuk menuntut ilmu di kuil nya sendiri, tepat dua tahun lalu, dan anak keduanya baru dikirim bulan lalu.
Sengaja tidak bergabung dengan yang lain di Kuil Michael. Agar ada yang berbeda di antara generasi penerus Klan Black Hold.
Siang itu, di salah satu sudut taman istana Michael yang luasnya bukan kepalang, tengah di adakan perayaan pesta ulang tahun sederhana untuk twins.
Dekorasi ala anak remaja dengan nuansa laki - laki dan perempuan, tertata rapi oleh EO kepercayaan Chania.
Tepat 18 tahun yang lalu, Georgio dan Georgia telah dilahirkan oleh seorang Ibu yang tangguh, setangguh Chania Renata.
Mulai dari jatuh miskin, kemudian hamil tanpa sepengetahuan Michael. Membawa janin dalam perutnya kabur dan mencari kehidupan sendiri yang penuh kesederhanaan. Sebelum akhirnya berhasil mendapatkan cinta sejati seorang Michael Xavier.
Tujuh kali berturut - turut ulang tahun twins tanpa tatap muka dengan dirinya, maka kali ini Chania ingin ulang tahun pertama si kembar setelah kembali dari kuil, harus di rayakan. Meski dengan cukup mengundang para saudaranya saja.
Tidak ada tamu asing yang di undang. Hanya seluruh bodyguard beserta keluarga mereka saja yang menghadiri pesta kali ini.
Di tengah keramaian acara, hati Chania tetap terasa mendung. Tak bisa sepenuhnya cerah. Karena Gerald, anak bungsunya tak bersama mereka.
Namun Chania menutupi semua itu dengan senyum bangga pada Sang Jio dan Jia. Sepasang anak kembar yang sangat jenius dan lincah.
Tuan Muda Xavier dan Nona Muda Xavier telah berada di balik meja panjang dengan satu kue tart susun 5, namun di bagi menjadi dua nuansa.
Sisi kanan untuk Jio, dengan warna biru gelap bernuansa teknologi masa depan. Ya.. Jio menyukai dunia IT. Ia bahkan sudah mulai merancang teknologi terbaru untuk Sebastian Corp.
Sedang sisi kiri untuk Jia berwarna putih dam berpadu merah dan kuning di beberapa titik. Karakter yang usung adalah Sailor moon. Ya... Jia ingin seperti Sailor moon yang memiliki kekuatan bulan.
Apapun yang di senangi oleh Jio dan Jia pasti akan di dukung penuh oleh kedua orang tuanya. Dengan adanya rekening yang serinya tak terhitung, tidak akan membuat cita - cita mereka kandas begitu saja.
"Hari ini, saya... Georgio Xavier Sebastian, ingin mengucapkan terima kasih kepada Daddy dan Mommy juga seluruh bagian dari keluarga Xavier. Terima kasih yang tidak akan dapat di hitung menggunakan apapun." ucap Jio tersenyum, menatap lembut orang tuanya yang duduk di barisan paling depan. "Jika tidak terlahir di dalam keluarga ini, entahlah seperti apa kami..."
Kalimat Tuan Muda yang terdengar serius, membuat semua orang yang tergabung dalam pesta itu terdiam. Bagaimana Sang Tuan Muda terlihat sangat tampan dan berwibawa di depan sana.
"Terima kasih, sudah memberikan Jio dan Jia pendidikan yang terbaik, pelatihan yang terbaik. Dan semua yang terbaik demi kami menjadi lebih baik!" ucapnya tulus. "Hari ini, tepat 18 tahun usia kami, kami berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Daddy dan Mommy! Menjadi kebanggaan Daddy dan Mommy!"
Kalimat Jio, juga mewakili ucapan Jia yang berdiri di sampingnya. Jia memeluk lengan Kakaknya dengan posesif. Seolah menunjukkan betapa dekat mereka berdua.
Pesta terus berlanjut. Dan di isi dengan berbagai hiburan - hiburan kecil yang mereka ciptakan sendiri. Karena memang tidak mengundang orang dari luar sama sekali, selain EO.
***
Pendaftaran Jio dan Jia di kampus terbaik di Roma telah di lakukan. Sapienza University of Rome adalah kampus yang dipilih Michael untuk twins melanjutkan kuliah.
Dinyatakan lulus Senior High School di bulan ini, tentu membuat keduanya merasa senang. Karena saat kuliah nanti, mereka mulai bebas untuk bergaul dengan siapa saja di luar sana.
__ADS_1
Namun untuk Jia, dia akan tetap berada dalam pengawasan sang bodyguard. Andreas, bodyguard yang di tunjuk secara khusus oleh Michael untuk mengawal satu - satunya putri di istana Michael.
Beberapa bulan lagi, saat perkuliahan mulai masuk, saat itulah... Jio akan membalas rindunya pada Virginia. Gadis pertama yang ingin ia temui saat ia benar - benar terbebas.
***
🍄 Dua bulan kemudian ...
Hari yang di tunggu telah tiba. Dengan mengendarai Bugatti Divo berwarna biru miliknya, Jio membawa sang adik untuk berkenalan dengan kampus mereka, Sapienza.
Berpakaian ala anak kuliahan di luar sana. Membuat keduanya yang tak pernah bergaul dengan remaja umum, tetap terlihat begitu menawan.
Apalagi semua yang melekat pada tubuh mereka nilainya tak semua orang bisa membelinya. Mulai dari jam tangan, dan brand yang melekat pada baju mereka.
Memasuki area kampus dengan membawa Sportcar dengan nilai jual fantastis, tentu membuat Sang Tuan dan Nona Muda Xavier menjadi pusat perhatian.
Memang banyak orang kaya di kampus terbaik di Roma itu. Namun tak semua anak kuliah di fasilitasi mobil sport dengan harga mencapai puluhan milyar oleh orang tua mereka, bukan?
Dan disinilah perbedaan Jio dengan anak yang lainnya. Dia bisa dengan leluasa membawa mobil dengan harga mencapai 80 milyar itu tanpa harus bingung membayar ini dan itu.
Tujuh tahun ia hidup jauh dari kemewahan, rasanya Bugatti Divo pantas ia dapatkan. Begitulah pemikiran sang Daddy.
Tak kalah dari Jio, Jia pun sudah di siapkan mobil khusus untuk mengantarnya kemana pun ia pergi. Lexus LM, meskipun tidak semahal sportcar milik Jio, namun untuk mengantar kemanapun Nona Muda Xavier pergi, rasanya sudah pas.
Dan beruntung Jia tak pernah iri, meski ia tak di beri sportcar seperti sang kakak.
Sebagai kampus jujukan orang kaya, tentu banyak jenis mobil sport yang terparkir di sana. Salah satunya ada Aston Martin, ada juga Ferrari dan sebagainya. Namun tetap saja, Bugatti Divo Jio berada di posisi mobil mahasiswi paling mahal.
"Kenapa mereka melihat kita seperti ingin memakan kita?" gumam Jia pada Jio.
Mereka berjalan beriringan memasuki lorong kampus.
Jio dingin, hanya menjawab menggunakan gerakan mengangkat kedua bahu saja. Sebagai tanda bahwa ia pun tak tau. Meskipun sebenarnya ia tau, jika mobil yang ia bawalah yang membuat mereka semua seolah bertanya siapa dirinya?
Menjadi pusat perhatian, tak membuat Jio dan Jia besar kepala atau terlihat sombong. Mereka justru tampak cuek dan kadang harus menunduk untuk menghindari tatap mata dengan siapapun.
Berada dalam satu kampus, dengan fakultas yang berbeda membuat keduanya harus berpencar. Jio dengan jurusan Computer Science atau IT nya. Jia dengan Arts & Desain nya.
Setelah berbincang dengan dosen yang ia temui, ia langsung menuju ruangan yang akan menjadi tempatnya untuk menuntut ilmu. Ilmu yang menurut Jio biasa saja.
Karena ya.. Ia bahkan sudah mengenal semua itu sebelum ia masuk kuliah.
Bagi Jio, sekolah dan kuliah hanyalah formalitas saja. Memiliki IQ lebih dari 160 membuatnya mengenal semua itu dengan gampang.
Berbeda dengan Jia yang IQ nya masih di bawahnya. Meski begitu keduanya tetap sama - sama lebih jenius di banding anak - anak pada umumnya.
Duduk di barisan tengah, membuat Jio menjadi pusat perhatian. Semua yang ada dalam ruangan adalah mahasiswa baru. Tapi seolah semua kompak menjadikan Tuan Mida tampan itu sebagai pusat perhatian.
"Hai, siapa namamu?" tanya mahasiswi laki - laki yang duduk di belakang Jio sembari mentoel pundak Jio.
__ADS_1
Jio menoleh santai, instingnya sudah tau jika anak di belakang akan menjadi mahasiswi pertama yang mengajaknya bicara.
"Jio!" jawab Jio terdengar santai dan terkesan ramah.
"Oh.. Hai Jio! Namaku Nikki!" ucap Nikki memperkenalkan dirinya.
Jio mengangguk dna balik menyapa, "Hai, Nikk!" sapa Jio.
"Halo juga!" jawab Nikki tersenyum cerah. Sepertinya ia senang berkenalan dengan Jio.
"Aku tadi melihat mu membawa mobil mewah, bahkan termewah di kampus ini!"
"Oh ya?" tanya Jio datar.
"Iya!" sahut Nikki. "Kami anak orang kaya ya?" tanyanya penasaran.
"Entah! Aku tidak tau harus menjawab apa." jawab Jio masih mengubah posisi duduknya menjadi miring.
"Jawab saya, Iya! Kalau tidak, mana mungkin mobil seperti itu kami bawa kuliah!" ujar Nikki terkekeh.
Jio hanya tersenyum kecil, dengan mengangguk angguk pelan untuk menanggapi teman bicara pertamanya itu.
"Kenapa ambil IT?" tanya Nikki lagi.
"Karena aku suka!" jawab Jio sekenanya.
"Oh.. Aku juga suka! Tapi entahlah aku mampu atau tidak bertahan di sini! Hahaha!" gelak kecil Nikki.
"Tidak mampu bertahan?" tanya Jio tak paham.
"Bukankah Fakultas IT untuk mereka yang mampu secara otak dan finansial?" tanya Nikki. "Sementara aku, otak ku mungkin masih bisa ku paksa untuk mampu. Tapi uang sepertinya masih harus aku usahakan!"
"Kenapa begitu?"
"Orang tua ku mampu, tapi aku juga punya adik!" jawab Nikki. "Ah, sudahlah! Jangan bahas hal itu! Bagaimana kalau kita berteman?" tawar Nikki. "Sepertinya kamu bukan orang kaya yang sombong seperti mereka!" Nikki melirik beberapa anak laki - laki yang bergerombol sendiri di pojok ruangan.
Jio tersenyum tipis untuk menjawab. "Baiklah!" Jio mengarahkan sebuah kepalan tinju pada Nikki. Karena ia lihat Nikki sosok Mahasiswa yang tulus.
Dan akhirnya mereka menyatukan dua tinjuan sebagai tanda di mulainya persahabatan.
***
Di sisi lain, seorang gadis cantik turun dari sebuah mobil Mini Cooper berwarna orange yang ia kemudikan sendiri. Beberapa pasang mata mahasiswa lelaki yang melihat, tentu kagum akan kecantikan alaminya.
Ia menggunakan kaos tanpa lengan berwarna pink muda, dengan rok line A selutut berwarna hitam. Rambut keemasan di biarkan terurai panjang dengan sebuah jepitan mutiara kecil di atas dahi sebelah kiri. Tote bag berwarna pink melingkar di pundak kirinya.
Berjalan anggun memasuki area kampus, menggunakan sepatu sneaker putih, ia terlihat sangat sempurna. Fakultas kedokteran menjadi tujuannya saat ini.
...🪴 Happy Reading 🪴...
__ADS_1