
Pertemuan dua perusahaan yang masuk dalam jajaran perusahaan swasta terbesar di dunia tengah berlangsung. Di sebuah restoran mewah, yang berada di salah satu pusat perbelanjaan termewah di Paris.
Sebastian Company dan White Lion Group.
Dua perusahaan yang bergerak di bidang berbeda. Sebastian Company dengan produk andalan berupa makanan dan kosmetik terbesar di dunia. White Lion Group dengan produk andalan properti dan perbankan.
Namun perusahaan itu hanyalah sebagian dari bisnis mereka yang nyata. Tidak masuk dalam agenda pertemuan bisnis siang ini. Karena yang mereka bahas kali ini adalah mengenai bisnis mereka di dunia hitam.
Sama - sama memiliki latar belakang pengusaha kaya raya, dan dunia gelap Mafia, Michael Xavier dan Darrel Harcourt terlihat sama - sama berkelas dan cerdik di dunia yang sama.
"Kau setuju Mr. Harcourt?" tanya Michael dingin pada pria yang berusia sekitar lima tahun lebih tua darinya itu. Namun selalu tak membuat Michael menaruh hormat pada pria yang lebih tua darinya.
Meski begitu, ia berharap bisnisnya bersama Darrel tidak akan pernah gagal. Bagaimanapun menggantikan sang Papa di setiap meeting mendadak adalah suatu pencapaian. Untuk mendapatkan julukan layak menjadi penerus Frederick Sebastian yang selalu berhasil 90%.
Darrel Harcourt, pria 36 tahun berwajah tampan, dengan sepasang mata coklat, garis wajah tegas, rambut pirang dan belum juga menikah itu tersenyum tipis.
"Tentu, Mr. Xavier!" secepat kilat Darrel menarik kertas perjanjian dan menandatanganinya. "Aku sudah menganggap Mr. Sebastian sahabatku! mana mungkin aku mengecewakan putra nya!"
Michael tersenyum puas dengan apa yang ada di depannya. Ia yakin, Darrel pun tidak akan menyia - nyiakan kesempatan untuk melebarkan sayap di dunia hitam. Sama seperti dirinya dan sang Papa.
"Mulai minggu depan aku akan mengirim senjata itu, dan beberapa senjata andalan yang hanya akan kirimkan padamu." ucap Darrel.
"Good!" jawab Michael, sembari menarik kertas yang baru saja di tanda tangani Darrel. Dan menambahkan jejak tangannya di sana.
"Aku dengar kau datang bersama seorang wanita, Michael?" tanya Darrel, merubah suasana menjadi non formal. Karena percakapan sudah berakhir.
"Ya! sekretaris pribadi ku!" jawab Michael.
"Wah! kau masih sama seperti yang pernah di ceritakan Papa mu."
"Apa?"
"Bahwa, Michael Xavier putranya tak suka bermain dengan sembarang wanita!"
Michael tergelak, "Aku hanya tidak suka dengan wanita liar! takut terkena penyakit menular!"
"Wah! ada juga yang kau takutkan di dunia ini?" Darrel membulatkan matanya.
__ADS_1
"Yaa.. hanya itu!" jawab Michael sekenanya.
"Hahaha!" Darrel tertawa renyah. "Kenapa tidak membayar artis seksi atau model majalah dewasa saja. Mereka pasti tidak berhubungan dengan sembarang pria."
"Tentu saja itu sudah sering aku lakukan! hanya saja kalau artis atau model, kita harus membuat janji temu dulu. Kalau sekretaris pribadi, mereka akan selalu mengikuti ku bukan? Ketika sedang ingin, maka tinggal pakai!"jelas Michael tergelak. "Kau lupa gairah kelakian kita bisa keluar kapan saja? hahaha!" Michael tertawa.
"Hahahaha! kau benar Michael! Pantas saja sekretaris mu ganti setiap waktu. Sepertinya aku akan mengikuti caramu kali ini! Kalau perlu semua gadis di kantor ku harus pernah menjadi sekretaris pribadiku! Hahaha!" tawa Darrel.
Michael hanya tertawa ringan untuk mengimbangi tawa Darrel. Dalam hatinya, ia merasa tidak nyaman dengan rencana Darrel. Meniduri gadis satu kantor? sama halnya merusak mereka yang ingin bekerja secara baik - baik bukan.
Apalagi sejak berhubungan dengan Chania, ia merasa kehilangan hasrat untuk bercinta dengan wanita manapun. Bahkan sekelas artis dunia sekalipun. Michael menghela nafas pelan.
' Istriku... '
Jantung Michael seketika bergetar saat menyebut Chania, dengan sebutan istri.
"Baiklah, Darrel! sepertinya aku harus kembali!"
"Kenapa? apa gara - gara obrolan kita, gairah mu jadi naik?" tanya Darrel bergurau.
"Haha! kau benar!" sahut Michael untuk menanggapi kalimat Darrel. Meskipun dalam hatinya bukan itu tujuannya ia pergi.
"Ya, Darrel Harcort!" jawab Michael mengangguk.
***
Michael berjalan untuk keluar dari mall itu, di ikuti oleh Jack, dan dua anak buah lainnya. Di lihat saja, sudah bisa di tebak bahwa mereka rombongan berkelas.
Saat melewati sebuah toko perhiasan yang brand nya cukup ia kenal, Michael teringat akan obrolannya bersama Chania di kamar mandi beberapa waktu lalu. Bahwa ia akan menyatakan cinta dengan caranya sendiri. Karena ia tak tau cara melamar yang romantis.
Michael memasuki toko perhiasan, di ikuti oleh Jack di belakangnya. Sementara dua anak buah lainnya menunggu di luar toko.
"Mr. Xavier!" sapa seseorang yang mengenali Michael. Pria itu segera menghampiri Michael untuk menyambut seseorang yang di anggapnya sebagai tamu agung.
"Hem!" jawab Michael.
"Ada yang bisa saya bantu, Mr.?"
__ADS_1
"Aku ingin cincin berlian terbaik di sini!"
"Maksud Mr. Xavier cincin untuk melamar seorang gadis?"
"Ya, begitulah!" jawab Michael sekenanya. Mengingat pernikahan mereka terjadi tanpa lamaran. Bahkan tak ada cincin pernikahan yang melingkar di jari manis Chania.
"Baiklah, Mr. Xavier, Silahkan ikuti saya. Saya akan tunjukkan koleksi terbaru, terbaik, dan hanya ada satu desain saja!" ucapnya sumringah.
"Hm!"
Mereka masuk ke dalam ruang khusus, Jack selalu setia berdiri di belakang Tuannya.
Seorang wanita cantik dan anggun menghampiri meja Michael dengan membawa box perhiasan yang terdapat beberapa kotak cincin di dalamnya.
"Silahkan di lihat, Mr! ini adalah desain khusus yang saya buat. Dan tidak akan di desain ulang." jelas wanita yang merupakan desainer berlian di toko itu.
Michael menelisik satu persatu desain berlian di depannya. Sampai menemukan satu desain ring kecil dengan satu berlian berbentuk mawar. Desain yang simpel namun di buat dari berlian terbaik.
Sesuai dengan karakter Chania yang cantik dan sederhana. Namun jika di poles sedikit saja, maka sederhana itu berubah menjadi elegan dan berkelas.
Michael mengambil cincin itu, mengamati ukuran ring nya yang di rasa sesuai dengan ukuran jari manis Chania.
"Ini saja!" Michael menyerahkan pada sang desainer.
"Wow! saya yakin gadis yang akan Tuan lamar sesuai dengan karakter cincin ini. Sederhana, elegan, dan mahal!" ucap wanita desainer itu sembari tersenyum manis.
"Hm!" jawab Michael singkat.
Tak butuh waktu lama untuk Michael bisa membawa cincin beserta sertifikatnya. Ia berencana akan memberikan cincin itu di waktu yang tepat.
Ya! saat ulang tahun Chania.
Kapan? Tidak lama lagi!
Itulah rencana Michael Xavier. Lantas berhasil kah Michael mengucapkan kalimat singkat namun berat itu? Dan, akankah alam mendukungnya?
Tunggu saja di episode - episode selanjutnya.
__ADS_1
🪴🪴🪴
Happy reading 🌹🌹🌹