SANG MAFIA!

SANG MAFIA!
Chapter 94


__ADS_3

Reno yang berseru akan kemenangannya membuat Michael tersadar akan perjanjian awal. Dimana jika permainan kedua di menangkan oleh Reno, maka ia harus mempertemukan Reno dengan sang istri.


"Kapan kau membawaku bertemu Carina?" tanya Reno menagih janji dengan senyum menyebalkan di mata Michael.


Menatap Reno malas, Michael menyebikkan bibirnya. Rasanya ia salah menempatkan isi perjanjian.


' Harusnya pasal dua aku tempatkan pada permainan pertama! Dari dulu bocah ini tetap saja licik! '


Sesal Michael dalam hati. Berat rasanya mempertemukan Reno dengan Chania. Meskipun ia yakin jika Chania hanya akan mencintainya dan tak mungkin berpaling pada Reno.


"Ingat! kau kalah di permainan pertama, yang artinya kau harus tetap mendapatkan hukuman dariku!"


"Hah!" mendesah kesal. "Baiklah, hukuman apa yang ingin kau beri padaku? aku terima! asal jangan cincang aku seperti saat aku mencincang bawang bombay!"


Menyeringai misterius, "Tenang saja... aku sudah siapkan jenis hukuman di dalam sana!" melirik pintu yang langsung di ikuti oleh sepasang mata Reno. "Setelah itu, jika waktunya tepat, anak buah ku akan menjemputmu untuk bertemu dengan Chania-ku!"


"Kau yakin tidak akan ingkar janji?"


"Tentu saja tidak!" jawabnya santai, "meskipun kau menyebalkan, aku tak akan pernah ingkar janji! Bahkan pada musuh sekalipun, jika aku berjanji membunuhnya, aku akan membunuhnya pada waktu yang tepat!"


Lagi - lagi Reno di buat kesulitan menelan ludahnya sendiri. Michael tidak berubah. Tetap menjadi seorang Michael Xavier yang dingin dan bengis.


"Kau bisa tidak, tidak bicara sefrontal itu padaku?" protes Reno. "Aku tidak bisa membayangkan keseharian Carina hidup bersamamu. Jangan - jangan dia tertekan!"


"Jangan sok tau!" ketus Michael. "Chania hanya akan bahagia jika bersamaku!"


"Jika dia tidak bahagia, aku akan mengambilnya darimu!" sahut Reno yakin.


"Coba saja! kalau kau memang sudah bosan hidup! Aku akan dengan senang hati menyerahkan daging mu untuk ikan hiu di laut!"


"Tch!" berdecih kesal. "Kau selalu saja membawa dunia hitam mu dalam obrolan kita! Aku ini bukan Mafia sepertimu, Mich! berhentilah bicara kematian macam duniamu itu!"


"Hahaha! pengecut sepertimu harus mengenal Mafia, Ren! supaya ada melindungi mu di saat tanpa sengaja kau memiliki musuh!"


"Polisi ada dimana - mana, Mich!" santainya.


"Kau pikir polisi bisa di andalkan dengan cepat?" tanya Michael menantang, "Kebanyakan mereka akan bergerak cepat jika uangmu juga bergerak cepat!"


"Emmm... iya juga sih!"


"Aku punya banyak kenalan polisi, tapi hanya untuk melindungi ku dari jeratan hukum! Bukan untuk aku andalkan dalam medan pertempuran!"

__ADS_1


"Yaa... aku tau! kekuatan pasukan mu jauh lebih kuat dari kepolisian. Apalagi mereka berdua!" Reno melirik Jack dan Dimitri bergantian.


"Tentu saja, Tuan Reno!" jawab Jack dan Dimitri bersamaan dengan senyum sinis percaya diri.


Tapi ya.. memang itulah mereka. Kenyataannya memang mereka adalah bodyguard paling kuat yang di miliki Michael Xavier. Dengan gaji yang menggiurkan tentu saja dapat di pastikan seberapa tangguh the power of duo bodyguard.


"Baiklah, sekarang kau nikmati hukuman ringan yang sudah aku persiapkan untukmu." Ucap Michael berdiri dari duduknya sembari mengambil jas mahalnya dari sandaran kursi.


"Bukan kau yang menghukum ku?"


"Harusnya tadi, mereka menghukum mu terlebih dahulu, dan barulah tanganku beraksi." jawab Michael santai sambil mengenakan jas pada tubuhnya. "Berhubung kau sahabat lamaku, jadi biarlah mereka yang menghukum mu. Aku harus pulang! istriku pasti sudah menunggu!"


"Cih! istri!" Reno seolah meludah mendengar Michael menyebut Chania sebagai istrinya.


"Cemburu?" tanya Michael yang sengaja memanasi Reno. "Tenang saja, mereka yang di dalam jauh lebih berpengalaman dari Chania, ISTRIKU TERCINTA!" lanjutnya berbisik di telinga Reno, dengan menekan kata terakhir.


"Cuih!" kesal Reno.


"Ingat! istriku Chania, bukan Carina!" desis Michael, "sampai kau memanggil Carina di depanku, kau pasti menyesal!"


Michael menepuk pundak Reno dengan senyuman misterius. "Dan bawa pulang ponsel tidak berguna itu!" menunjuk ponsel di atas meja.


Kemudian memberi kode pada Jack dan Dimitri untuk melakukan eksekusi terakhir. Yaitu memberi perintah pada dua orang di dalam bilik.


Di luar pintu, Michael berdiri di depan penjaga pintu. "Buka pintu setelah 15 menit!" ucapnya.


"Siap, Tuan!" jawab penjaga sembari mengunci pintu dari luar.


Michael tersenyum miring sembari berjalan mendekati Limousine miliknya.


' Itu balasan untuk perbuatan mu di masa lalu dan yang paling penting untuk ulah mu pada Chania ku.. '


Michael duduk manis di kursi belakang. Bibirnya tak henti untuk tersenyum. Jika dulu ia enggan membalas dendam. Kini ia merasa perlu untuk membalas, semua karena Chania.


Disisi lain, ia juga tersenyum karena mengingat wajah cantik yang ia rindukan.


' Esok kita akan bertemu dengan Papa dan Mama. Aku berharap kamu akan lebih bahagia setelah itu, Baby... Dan kita akan hidup bersama dengan dua calon bayi kita. '


Senyuman manis tak lepas dari bibirnya. Ia selalu merasa bangga setiap mengingat perut buncit sang istri. Akan ada dua bayi sekaligus yang memanggilnya Daddy. Dan lagi, akan ada lebih banyak nyawa yang harus ia jaga.


' Aku akan mencintai dan melindungi kalian, sampai titik darah penghabisan! Aku berjanji Baby, hanya maut yang bisa memisahkan kita! Tapi percayalah, aku akan menjaga diriku di manapun aku berada. Untuk kalian... '

__ADS_1


Ia membayangkan wajah dua bayi. Yang entah akan mirip dirinya atau mirip sang istri. Seperti siapapun mereka, ia akan tetap mencintai sepenuh hati.


Mobil terus melaju menuju landasan private jet Michael berada. Meninggalkan jalanan hutan yang sepi. Karena tak ada mobil yang melintas, selain mobil Mobil Michael. Kala itu hari mulai senja. Saat ia keluar dari hutan, lampu - lampu jalanan mulai menyala. Siap untuk menerangi gelap malam kota Venice.


***


Kembali pada keadaan Reno yang di tinggalkan oleh Michael dan dua bodyguard nya di ruangan Michael.


Pintu bilik terbuka, betapa terkejutnya mata Reno hingga ia terjungkal dari kursinya. Menelan ludah, membulatkan mata dan rasa mual mulai terasa.


Dua wanita jadi - jadian keluar dari sana dengan begitu anggun. Satu menggunakan dress seksi dengan warna merah, satu lagi berwarna hitam. Memperlihat belahan dada yang entah bagiamana bisa menyembul begitu sempurna.


Jika di lihat sekilas, mungkin tak akan ada yang tau jika mereka wanita jadi - jadian. Tapi saat bersuara, mungkin mereka akan terjungkal, terjengkang atau bahkan pingsan di tempat.


"Mau apa kalian!" tanya Reno mulai panik. Jantungnya berdetak lebih cepat. Mulai menduga apa yang akan di lakukan dua waria itu.


"Haaii tampaan..." sapa lembut si baju hitam.


"Jangan mendekat!" sentak Reno setengah berteriak.


"Ayolah sayaang... jangan malu - malu. Kita juga enak kok.." goda di baju merah.


"Enak kepalamu! menjijikkan, IYA!" sembur Reno. "Jangan sentuh aku!" tegasnya lagi. Ia sudah mengumpat Michael dalam hati dengan berbagai nama binatang yang ia ingat.


' Awas kau Michael! Dasar monyet sialan! buaya burik, kadal amnesia, anjing gila! '


Dan masih banyak lagi lainnya.


"Tapi kami di bayar Tuan Michael untuk memuaskan seseorang yang bernama Reno. Itu kamu kan?" ucap si baju hitam dengan berjalan menggoda mendekati Reno yang reflek berjalan mundur.


"Dasar Michael gila!" umpat Reno menatap jijik pada mereka yang semakin mendekat. "Jangan mendekat!" teriak Reno semakin mundur dan...


Bug!


punggung menempel sempurna pada dinding. Ia tak bisa berkutik. Bergerak ke kiri, pasti tertangkap si baju hitam. Bergerak ke kanan pasti tertangkap si baju merah. Jarak hanya bersisa dua meter saja.


"MICHAEEELLL!!" teriak Reno sekencang mungkin.


🪴🪴🪴


Wadidaauuw... Aa Reno 😭

__ADS_1


Happy reading 🌹🌹🌹


__ADS_2